Syarat Naik KRL dan KA Lokal, Penumpang Harus Siapkan Ini!

  • Oleh : Fahmi

Minggu, 31/Okt/2021 14:36 WIB
KRL di Stasiun Bekasi. (Istimewa) KRL di Stasiun Bekasi. (Istimewa)

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Jumlah pengguna KRL mulai menunjukkan peningkatan pada bulan Oktober 2021 ini. Penumpang diimbau untuk taati aturan protokol kesehatan sebagai ketentuan naik KRL. 

"Bagi para pengguna yang kembali menggunakan KRL, KAI Commuter mengajak pengguna untuk mengikuti dan menyiapkan syarat-syarat perjalanan dengan KRL saat memasuki area stasiun," ujar VP Corporate Secretary KAI Commuter, Anne Purba, pada keterangan tertulisnya, Ahad (31/10/2021). 

Baca Juga:
Kembangkan Sistem Integrasi Pembayaran, KMT Jadi Pilihan Utama Tiket KRL Yogya-Solo

Dikatakan Anne, Syarat perjalanan KRL saat ini masih mengacu pada Surat Edaran Kementerian Perhubungan nomor 89 tahun 2021. 

Dijelaskan, sesuai aturan tersebut pengguna KRL dan KA Lokal dalam satu aglomerasi tidak diwajibkan membawa hasil tes PCR maupun antigen. Namun syarat bagi pengguna KRL sebagai kereta perkotaan adalah wajib menunjukkan serifikat sudah divaksin sekurangnya dosis pertama melalui file digital, bentuk fisik, ataupun memindai kode QR lewat aplikasi Peduli Lindungi. Siapkan persyaratan tersebut sebelum masuk stasiun untuk mempercepat antrean pemeriksaan. 

Baca Juga:
KRL Arah Nambo Alami Gangguan di Stasiun Cawang, KCI Minta Maaf

Anak di bawah usia 12 tahun sesuai aturan yang berlaju juga sudah dapat menggunakan KRL dengan syarat didampingi orang tua atau keluarga. Namun anak berusia di bawah lima tahun (balita) masih dilarang naik KRL kecuali untuk keperluan medis. 

Selain aturan dan syarat perjalanan, protokol kesehatan di stasiun dan KRL juga terus ditegakkan. 

Baca Juga:
Seluruh Stasiun KRL Wajib Uang Elektronik, Penumpang Bayar Pakai QR Code Masih 2%

"Seluruh pengguna wajib menggunakan masker ganda yaitu masker medis dilapis masker kain selama berada di stasiun dan kereta," kata Anne. 

Pada jam-jam sibuk di sejumlah stasiun juga terdapat antrean penyekatan untuk mengatur jumlah pengguna yang dapat naik ke kereta. Penyekatan masih dijalankan sehubungan aturan terkait pembatasan jumlah pengguna atau kapasitas saat ini masih berlaku, yaitu 32% untuk KRL dan 50% untuk KA Lokal. 

Upaya-upaya pembatasan ini dijalankan KAI Commuter secara tegas mengingat volume pengguna KRL pada Oktober 2021 hingga tanggal 30 kemarin rata-rata 353.996 pengguna per hari. 

Jumlah tersebut meningkat 25,19% dibanding rata-rata September yang mencapai 282.760 pengguna setiap harinya. 

Senin 25 Oktober lalu juga tercatat volume pengguna terbesar dalam satu hari sejak masa PPKM yaitu 428.537 pengguna. Peningkatan volume juga sejalan dengan aktivitas masyarakat yang kembali bergerak saat ini. (fhm)