Wujudkan Laut Bersih, Indonesia Gandeng Negara-Negara di Kawasan Asia-Pasifik

  • Oleh : Naomy

Selasa, 16/Nov/2021 14:57 WIB
Webinar Ditjen Hubla Webinar Ditjen Hubla

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Wujudkan Laut bersih, Indonesia menggandeg negara-negara di Asia Pasifik.

Mereka yang menjalin kerja sama dengan Indonesia menurut Plt. Dirjen Perhubungan Laut antara lain Australia, Brunei Darussalam, China, Filipina, Jepang, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Singapura, Thailand, Timor Leste, dan Vietnam.   

Baca Juga:
Mantap, PNBP Ditjen Hubla Tahun 2021 Sektor Perkapalan dan Kepelautan Capai Rp48,2 Miliar

“Indonesia melalui Kementerian Perhubungan telah berperan aktif baik secara kelembagaan maupun dalam praktik di lapangan untuk melakukan kolaborasi dan sinergitas antarKementerian/Lembaga untuk mewujudkan laut yang bersih sebagaimana visi International Maritime Organization (IMO),“ kata Arif Toha Focus Group Discussion (FGD) Perlindungan Lingkungan Maritim Ditinjau dari Perspektif Kebijakan, Ekonomi dan Teknologi yang dilaksanakan secara daring, Selasa (16/11/2021).

Kemenhub melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut kata dia, telah melakukan penyesuaian berbagai peraturan agar selaras dengan kebutuhan dan perkembangan zaman. 

Baca Juga:
Ditjen Hubla Berhasil Realisasikan Anggaran Belanja 96,30% di Tahun 2021

Sebagai anggota Dewan IMO, Indonesia terus berupaya melaksanakan konvensi dan ketentuan internasional untuk diadopsi dalam ketentuan nasional.

“Sebagai wujud nyata komitmen Indonesia dalam menjaga perlindungan maritim, Indonesia sebagai bagian dari IMO telah berupaya untuk meratifikasi International Convention on Oil Pollution, Preparedness, Response and Cooperation (OPRC), 1990, yang mana sampai dengan saat ini prosesnya sudah disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri untuk ditandatangani oleh Presiden RI sebagai Peraturan Presiden,” bebernya.

Baca Juga:
Ditjen Hubla Susun Laporan Pengawasan dan Pengendalian BMN

Selain itu, pihaknya juga terus melaksanakan operasi rutin untuk menjaga kawasan laut Indonesia tetap terjaga dalam keadaan kondusif serta bebas dari kemungkinan pencemaran di laut.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Ahmad mengungkapkan bahwa salah satu bentuk nyata komitmen Indonesia dalam upaya Perlindungan Lingkungan Maritim adalah dengan terlaksananya dengan baik beberapa Nota Kesepahaman antara Indonesia dengan beberapa negara tetangga dalam hal perlindungan lingkungan maritim.

"Di antaranya Memorandum of Understanding on Transboundary Marine Pollution Preparedness and Response yang telah disepakati antara Pemerintah Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut dengan Pemerintah Australia melalui Australian Maritime Safety Authority (AMSA)," ungkap Ahmad.

Selain itu, Revolving Fund Committee yang merupakan kerja sama dan niat baik Pemerintah Indonesia, Malaysia, Singapura dan Malacca Strait Council untuk menjaga kelestarian lingkungan laut khususnya di Selat Malaka. Indonesia bersama Filipina dan Jepang juga berkomitmen menjalankan latihan bersama penanggulangan tumpahan minyak setiap dua tahun sekali (Regional Marpolex).

Rencananya latihan bersama tersebut akan kembali dilaksanakan pada tahun 2022 di Perairan Makassar.

“Kami berharap melalui kegiatan ini dapat memberikan gambaran mengenai perlindungan lingkungan maritim ditinjau dari berbagai perspektif seperti kebijakan, ekonomi, dan juga teknologi,” tutup Ahmad.

Sebagai informasi, pada FGD ini menghadirkan pembicara para ahli dan praktisi di bidang perlindungan lingkungan maritim, antara lain Dr. Andy Afandy dari Institut Pertanian Bogor, Prof. Muhammad Zilal Hamzah, Phd dari Universitas Trisakti, Mr. Nai Ming Lee dari IMO The Global Initiative for Southeast Asia Singapura dan Dr. Sasha Zigic dari RPS Apasa Oil Maps Modelling Software Australia. 

Para pembahas, antara lain Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Basilio Dias Araujo, Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Ekonomi dan Investasi Transportasi Prof. Wihana Kirana Jaya, Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno, Direktur Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Pesisir dan Laut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Luckmi Purwandari serta Pelaksana Tugas Kepala Pusat Teknologi Rekayasa dan Industri Maritim, Badan Riset dan Inovasi Nasional Taufik Arif Setyanto.

FGD ini dimoderatori oleh Kasubdit Penanggulangan Musibah dan Pekerjaan Bawah Air Dit. KPLP, Een Nuraini Saidah. (omy)