Wamen BUMN II Sebut Kerja Sama Angkasa Pura II dan Mitra Global Percepat Daya Saing Bandara Kualanamu

  • Oleh : Naomy

Selasa, 23/Nov/2021 14:20 WIB
Kerja sama AP II dan GMR Airport untuk Bandara Kualanamu Kerja sama AP II dan GMR Airport untuk Bandara Kualanamu


JAKARTA (BeritaTrans.com) - 
Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo menyampaikan bahwa kemitraan strategis antara Angkasa Pura II dan mitra global akan mempercepat pengembangan dan peningkatan daya saing Bandara Internasional Kualanamu di ASEAN.

"Hal itu sejalan dengan tujuan Bandara Internasional Kualanamu menjadi hub internasional," tutur Kartika di Jakarta, Selasa (23/11/2021). 

Baca Juga:
Angkasa Pura II: Saatnya Dorong Pengembangan Sektor Kargo di Bandara Kertajati

Kemitraan strategis antara AP II dan mitra global dapat memperkuat struktur permodalan serta memperkuat penerapan best practice global dalam pengelolaan dan pengembangan Bandara Internasional Kualanamu. 

Adapun aset yang ada saat ini, serta hasil pengembangan aset kedepannya atas kerja sama ini akan sepenuhnya dimiliki 100% oleh AP II.

Baca Juga:
Digitalisasi Proses Bandara dan Model Bisnis, Begini Angkasa Pura II Geber Next Airport 4.0

“Keberhasilan dalam kerjasama ini menjadi signaling positif untuk iklim investasi indonesia khususnya pada sektor transportasi udara. Selain itu diharapkan dengan terlaksananya kerjasama ini, dapat membuka jalan bagi Foreign Direct Investment (FDI) lainnya masuk ke Indonesia” ujar dia.

Wakil Direktur Utama Holding InJourney Edwin Hidayat mengatakan, model kemitraan strategis ini merupakan salah satu strategi yang tepat untuk mendorong pelayanan di bidang transportasi udara yang juga akan berdampak pada daya saing pariwisata.

Baca Juga:
Angkasa Pura II Sebut Pergerakan Pesawat Selama Libur Nataru Turun 13%

“Ke depannya kami juga akan mendorong agar anggota dari Holding InJourney lainnya dapat juga melakukan optimalisasi aset melalui kerja sama kemitraan strategis sehingga pengembangan usaha dapat dilakukan bersama dengan investor, serta juga dapat berpenetrasi ke negara lain sebagai mitra global dari pelaku usaha di negara tersebut,” ujar Edwin. 

Presiden Direktur PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan perseroan menetapkan sejumlah kriteria yang harus dipenuhi mitra strategis di Bandara Internasional Kualanamu. 

“Pengembangan di Bandara Internasional Kualanamu difokuskan memperkuat konektivitas internasional dan turut melibatkan swasta guna mewujudkan 3E yaitu Expansion the traffic, Expertise sharing dan Equity partnership. Trafik penerbangan akan meningkat, lalu akan ada alih teknologi dan keahlian, serta berbagi porsi modal di Bandara Internasional Kualanamu," bebernya.

Dia memiliki kriteria yang harus dipenuhi mitra strategis, antara lain memiliki pengalaman dan jaringan baik airport maupun maskapai sehingga Bandara Internasional Kualanamu nantinya akan menjadi bagian jaringan tersebut dan bersinergi dalam pengembangan rute maupun layanan baik kepada maskapai, penumpang maupun kargo,” kata dia,

Awaludin menambahkan, GMR juga sudah menyampaikan rencananya untuk mengembangkan Bandara Internasional Kualanamu, dengan menargetkan penumpang hingga 54 juta orang pada tahun ke 25 kemitraan, atau setara bandara Soekarno Hatta saat ini. 

Chairman of GMR Group’s energy and international airport vertical Srinivas Bommidala mengatakan, “GMR Airports Limited bangga diumumkan menjadi pemenang tender untuk pengembangan dan pengoperasian Bandara Internasional Kualanamu di Medan, Indonesia. GMR juga memberikan apresiasi atas proses yang dilakukan dengan profesional, transparan serta negosiasi yang berlandaskan mutual benefits bagi AP II dan investor.” 

Proyek ini menandakan masuknya GMR Airports di pasar aviasi Indonesia yang tumbuh cepat - terbesar di ASEAN dan memiliki potensial tinggi. (berkomitmen) untuk mentransformasikan bandara menjadi internasional hub di wilayah Barat Indonesia. 

"Kemenangan dari penawaran ini juga memperkuat GMR Group’s sebagai salah satu pengembang dan pengelola bandara terbesar di dunia,” imbuh Srinivas. (omy)