Gantikan Masinis, LRT Jabodebek Dioperasikan Train Attendant, Apa Fungsinya?

  • Oleh : Fahmi

Rabu, 24/Nov/2021 14:35 WIB
LRT Jabodebek yang akan beroperasi dengan Train Attenndant LRT Jabodebek yang akan beroperasi dengan Train Attenndant

JAKARTA (BeritaTrans.com) - PT Kereta Api Indonesia (KAI) tengah menyiapkan 123 orang train attendant untuk bertugas di 27 rangkaian kereta light rapid transit (LRT) Jabodebek (4 cadangan). 

VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan, LRT Jabodebek (Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi)  yang ditargetkan beroperasi pada Agustus 2022 akan menggunakan sistem kendali kereta berbasis komunikasi. 

Baca Juga:
Konsisten Terapkan Protokes, KAI Commuter Terima Safe Guard Label SIBV

Dengan kata lain, Communication Base Train Control (CBTC) dengan Grade of Automation (GoA) tingkat 3, di mana kereta beroperasi secara otomatis tanpa masinis. 

PT KAI selaku operator LRT Jabodebek kini tengah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang andal untuk memastikan pelayanan, keselamatan dan keamanan selama dalam perjalanan tetap terjaga. 

Baca Juga:
Berada di Lahan Perusahaan, KAI Tertibkan Puluhan Rumah di Batununggal Kota Bandung

"Meski LRT Jabodebek akan beroperasi tanpa masinis, nantinya terdapat 2 orang petugas pada setiap rangkaian LRT Jabodebek yaitu 1 orang train attendant dan 1 orang security," ujar Joni dalam keterangan resmi yang diterima wartawan, Rabu (24/11/2021). 

Tugas train attendant 

Baca Juga:
Aplikasi KAI Access lebih dari Pesan Tiket Kereta, Pesan Makan, Info KRL, Hingga Cek Pengiriman Barang, Bisa!

Joni menjelaskan, train attendant bertugas untuk memastikan segala sesuatu terkait LRT Jabodebek berjalan normal. 

Selain itu, juga memberikan informasi kepada pelanggan, serta memberikan pelayanan kepada pelanggan. 

Train attendant juga harus selalu mobile di dalam kereta dan tidak mengoperasikan sarananya dalam operasi normal. 

Hal itu dikarenakan pengoperasian LRT Jabodebek dilakukan secara otomatis dari Operation Control Center (OCC) atau Backup OCC secara terpusat. 

"Pada saat terjadi gangguan, train attendant bertugas untuk mengemudikan dengan kecepatan terbatas dan membuka-tutup pintu LRT Jabodebek," jelas Joni. 

Berbeda dengan masinis, petugas train attendant juga harus mampu berbahasa Inggris. Menurut Joni, hal itu dikarenakan selama perjalanan petugas train attendant berinteraksi langsung dengan para pelanggan. 

Demi terjaminnya kualitas train attendant LRT Jabodebek, kualifikasi petugas train attendant tetap mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 4 Tahun 2017 tentang Sertifikasi Kecakapan Awak Sarana Perkeretaapian. 

Sesuai Peraturan Menteri tersebut, syarat train attendant di antaranya harus sehat jasmani dan rohani serta tidak buta warna. 

Sebelum dapat bertugas, para train attendant akan mendapatkan pelatihan selama 2,5 bulan di Balai Pelatihan Teknik Perkeretaapian (BPTP) Sofyan Hadi Bekasi. 

Selanjutnya apabila telah menyelesaikan pelatihan dan lulus uji kecakapan, maka petugas train attendant akan mendapatkan sertifikat kecakapan dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. 

"Melalui persiapan yang matang untuk para petugas LRT Jabodebek, diharapkan mampu memberikan pelayanan maksimal bagi pelanggan untuk merasakan transportasi perkeretaapian urban yang paling maju di kawasan Ibu Kota," tutup Joni. 

Diberitakan sebelumnya, kereta LRT Jabodebek sempat tabrakan di rel di atas ruas Tol Jagorawi KM 12/600, Cipayung, Jakarta Timur pada 25 Oktober 2021. Akibat tabrakan itu, gerbong kereta tampak hancur. 

PT Industri Kereta Api (INKA) selaku produsen kereta LRT Jabodebek menjelaskan penyebab kecelakaan LRT yang diuji coba di petak Stasiun Harjamukti-Stasiun Ciracas tersebut. 

"Pada saat trainset 29 mau bergabung ke arah Harjamukti terjadi tumburan. Ini terindikasi langsiran yang terlalu cepat," ujar Direktur PT INKA Budi Noviantoro sebagaimana diberitakan, Senin (25/10/2021). 

Untuk diketahui kereta LRT Jabodebek diproduksi oleh produsen yang sama untuk kereta LRT Palembang, yakni PT INKA (Persero). Produksinya dilakukan di Madiun, Jawa Timur. 

Dikutip dari laman resmi PT INKA, beban gandar kereta LRT mencapai 12 ton yang materialnya terbuat dari aluminium alloy. 

Sementara untuk cover bagian depan atau kabin menggunakan komposit. 

Kereta ini dirancang dengan kapasitas maksimal (full load) ditumpangi 1.480 orang penumpang. Namun, normalnya (normal load) LRT dapat membawa 740 orang penumpang sekali jalan. 

Nantinya, kecepatan operasi kereta LRT tak bisa lebih dari 100 kilometer (Km) per jam, maksimum hanya akan melaju 80 Km per jam.(fh/sumber:kompas)