Kemenhub Dukung Penggunaan Bus Listrik DAMRI di Bandara Soekarno-Hatta

  • Oleh : Ahmad

Kamis, 25/Nov/2021 22:08 WIB
Foto:BeritaTrans.com/aksi.id/ahmad Foto:BeritaTrans.com/aksi.id/ahmad

TANGERANG (BeritaTrans.com) - Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) untuk transportasi jalan di Indonesia sesuai Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019, Kementerian Perhubungan mendukung penggunaan operasional bus listrik DAMRI yang telah dilakukan uji coba di Bandara Soekarno-Hatta pada Kamis (25/11). 

Baca Juga:
DAMRI Layani Rute Bandung Menuju Yogyakarta, Kuningan, dan Indramayu

Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Budi Setiyadi yang menghadiri kegiatan uji coba bus DAMRI listrik sekaligus merayakan Hari Ulang Tahun ke 75 Perum DAMRI mengatakan, "Untuk mendorong percepatan Program KBLBB tersebut, Kementerian Perhubungan akan menerbitkan beberapa regulasi yakni penggunaan KBLBB sebagai kendaraan operasional Kementerian Perhubungan, mendorong angkutan umum seperti Transjakarta, DAMRI, Angkutan Bandara untuk menggunakan bus dengan tenaga listrik, dan mendorong Program Buy The Service (BTS) di beberapa kota".

Baca Juga:
Dukung Energi Ramah Lingkungan, DAMRI Kembangkan Inovasi Kelola Bus Listrik

Menurut Dirjen Budi, saat ini Kementerian Perhubungan bersama dengan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, akan menyiapkan pengembangan _road map_ dalam rangka mendukung percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).

Baca Juga:
Rayakan HUT Ke -75, DAMRI Flag Off Uji Coba Bus Listrik di Bandara Soekarno Hatta

Selain itu juga Kementerian Perhubungan tengah menyiapkan sejumlah langkah diantaranya adalah merencanakan penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) sebagai kendaraan operasional pada 3 (tiga) Kota percontohan yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat dan Bali. 

Bersamaan dengan kegiatan uji coba bus listrik, Dirjen Budi juga menghadiri peringatan hari ulang tahun DAMRI ke-75 di Gate 5 Kedatangan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Dalam kesempatan ini, Kemenhub berharap agar DAMRI dapat meningkatkan _corporate value_ dan mampu memberikan kontribusi yang optimal bagi Bangsa dan Negara.

“Di usia yang ke 75 tahun ini adalah perjalanan panjang bagi Perum DAMRI dalam rangka menghubungkan negeri Indonesia tercinta dengan upaya memenuhi kebutuhan moda transportasi darat bagi masyarakat, serta telah terbukti bahwa Perum DAMRI mampu bertahan dan dapat bersaing dengan perusahaan transportasi swasta yang ada dengan berbagai jenis pelayanan yang ditawarkan serta tetap berorientasi kepada kualitas pelayanan yang prima,” demikian sambutan Menhub yang dibacakan oleh Dirjen Budi. 

Dirjen Budi menambahkan bahwa selama ini Kementerian Perhubungan telah menjadi mitra dengan beberapa BUMN dalam hal regulasi khususnya untuk angkutan darat. “Kami dari Kementerian Perhubungan memang selalu menjadi mitra dengan beberapa BUMN terkait regulasi yang dikeluarkan oleh Ditjen Perhubungan Darat khususnya untuk angkutan darat seperti Perum DAMRI, PPD, serta untuk angkutan penyeberangan ada PT ASDP Indonesia Ferry Persero,” kata Dirjen Budi.

Lanjutnya lagi, selain berupaya meningkatkan kualitas pelayanan melalui angkutan perintis yang beroperasi di berbagai daerah terpencil dan terisolir, saat ini Perum DAMRI bekerjasama dengan instansi serta stakeholder terkait tetap melakukan inovasi dan berkontribusi dalam meningkatkan perekonomian masyarakat melalui perannya dalam pelayanan angkutan di 15 (lima belas) titik destinasi wisata pada Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

“Dengan melayani transportasi dari dan menuju destinasi wisata unggulan yang berada di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dalam operasional pelayanannya telah terhubung dengan simpul-simpul moda transportasi lainya sehingga menciptakan keterpaduan moda yang terintegrasi dan berkelanjutan,” tuturnya.

Dirjen Budi juga menegaskan pada kesempatan ini pihaknya mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Perum Damri karena telah membantu untuk menjalankan amanat-amanat Presiden Joko Widodo khususnya terkait KSPN maupun angkutan perintis.

“Untuk angkutan perintis, perlu diketahui kami (Ditjen Perhubungan Darat) setiap bulan bahkan setiap tahunnya menerima banyak permintaan untuk angkutan perintis di beberapa daerah terisolir terutama di Papua,” ucap Dirjen Budi. 

Menurutnya di momen ini diharapkan ke depannya Perum DAMRI dapat memberikan inovasi serta meningkatan pelayanan untuk menghubungkan antara satu daerah dengan daerah lainnya agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Turut hadir dalam acara ini Direktur Utama Perum DAMRI Setia N. Milatia Moenim, Ketua Dewan Pengawas Perum Damri, Irjen Pol Sam Budigusdian, Direktur Angkutan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) Tatan Rustandi, Perwakilan Kementerian BUMN, Perwakilan Kementerian ESDM, serta pejabat terkait lainnya. (ahmad)