Kendarai Bus Bekasi-Belitang: Gegara Ombak Besar, Perjalanan Jadi Lama

  • Oleh : Fahmi

Minggu, 28/Nov/2021 19:45 WIB
Bus Almira yang dikendarai Rudi bersama kru lain melayani trayek Bekasi-Belitang. Bus Almira yang dikendarai Rudi bersama kru lain melayani trayek Bekasi-Belitang.

BEKASI (BeritaTrans.com) - Mengendarai bus selama kurang lebih satu hari setengah itulah yang dilakukan kru bus lintas sumatera tujuan Bekasi-Belitang, Ogan Komering Ulu Timur, Sumatra Selatan. 

"Kita berangkat jam satu siang, sampai belitang jam delapan (besok pagi), kalau bus kita kan mampir-mampir lagi," cerita pengemudi bus PO Almira Rudi di Terminal Bekasi, Ahad (28/11/2021). 

Baca Juga:
Fakta dan Kronologi Kecelakaan Bus di Tol Mojokerto: Sopir Diduga Mengantuk, 15 Penumpang Meninggal Dunia

Perjalanan yang lama itu juga harus dilakukan secara gantian dengan dua orang sopir yang ikut dalam perjalanan. Hal itu guna untuk menjaga kondisi badan kru tetap optimal. 

"Nanti kalau capek kan gantian, kalau lintas kan enggak ngejos. Sampai sana (Belitang) nanti servis-servis dulu, apa yang mau dibenarin, ya dibenarin, nanti berangkat lagi, diganti sama sopir dua," ungkap Rudi kepada BeritaTrans.com dan Aksi.id. 

Baca Juga:
Jalan Rusak Parah di Cikarang, Kendaraan Bisa `Gasruk` Kalau Tidak Hati-Hati

Namun, memasuki musim penghujan seperti sekarang ini perjalanan bisa lebih lama lagi karena cuaca ombak besar di penyeberangan kapal. Perjalanan darat dengan cara menyeberangi pulau Jawa Ke Sumatera atau sebaliknya kini memasuki musim penghujan ini harus sedikit terhambat oleh angin besar saat berada kapal. 

"Kita di kapal bisa lima jam ni kayak kemarin, karena ombak," kata Rudi. 

Baca Juga:
Gaes! Tarif Bus Primajasa Turun Lagi Nih di Terminal Bekasi, Berikut Harga Terbarunya

Padahal, lama penyeberangan sebelumnya ialah antara satu jam hingga tiga jam tergantung jenis kapal. Penyeberangan yaitu di Pelabuhan Bekauheni dan Pelabuhan Merak. 

Bus dari arah Jabodebek akan berhenti di beberapa terminal, menyeberangi pulau dan masuk Tol Merak hingga sampai Terbangi. 

Bus Almira ialah satu-satunya bus ukuran besar yang melayani trayek dari Terminal Bekasi menuju Belitang. Diceritakan Rudi, selama ini bus Belitang dari terminal tersebut banyak yang berukuran medium atau tiga seperempat. 

Bus lintas antarkota antarporpinsi (AKAP) Almira diceritakan Rudi juga merupakan pemain baru di Terminal Bekasi, "Almira ini baru Covid-19 ini aja ada." 

Bus Almira yang dikendarai Rudi bila di Jabodetabek akan menaik turunkan penumpang di Teminal Kalideres, Kampang Rambutan, Lebak Bulus dan Bekasi. 

Rudi juga menceritakan bus yang dia kendarai tersebut, baru tiba dari Belitang ke Terminal Bekasi sekitar pukul 8.00. 

Jumlah penumpang saat ini, dikatakan Rudi tidak menentu. Dia harus berkeliling Jabodetabek untuk menaikkan mengambil trayek walau tidak ada penumpang. 

"Sewa ya kalau dibilang sepi ya ramai, kalau dibilang ramai ya sepi," ungkap Rudi 

Penumpang sepi diduga Rudi karena masyarakat yang ingin berpergian saat ini diberatkan dengan aturan perjalanan yang mengharuskan tes negatif Covid-19. 

Harga tiket yang berkisar Rp180 ribu penumpang harus membayar lagi sejumlah uang untuk melakukan tes Covid-19 sekitar Rp100ribu tergantung tempat pelayanan. Hal itulah yang dianggap Rudi membuat penumpang bus saat ini menurun selama pandemi Covid-19. 

"Sekarang sewa ini ogah di swab. Gak mau dicucuk hidung," kata Rudi. 

Bus Almira dengan livery merah muda dengan beberpa orang krunya tetap melayani penumpang. Bus dipastikan siap sedia untuk memberikan pelayanan terbaiknya untuk sampai Belitang-Bekasi atau sebaliknya. 

Pantauan BeritaTrans.com dan Aksi.id di jalur keberangkatan,  bus sebelum menaikkan penumpang terlebih dahulu dilakulan pembersihan baik dari luar hingga eksterior bus oleh seorang kru dibantu oleh seorang tukang cuci bus.(fahmi)