Kemenhub Bareng Airnav dan BMKG Monitoring Dampak Erupsi Gunung Semeru pada Penerbangan

  • Oleh : Naomy

Sabtu, 04/Des/2021 20:17 WIB
Suasana saat erupsi Gunung Semeru, Jawa Timur Suasana saat erupsi Gunung Semeru, Jawa Timur


JAKARTA (BeritaTrans.com) – Pascaerupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur Sabtu (4/12/2021) sekitar pukul 15.32 WIB, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan memastikan operasional penerbangan di Bandar Udara Abdulrachman Saleh di Malang dan Bandar Udara Internasional Juanda di Surabaya masih beroperasi normal. 

Namun, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Novie Riyanto mengatakan, pihaknya akan terus melakukan monitoring secara intensif dengan melibatkan Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Penyelenggara Bandara.

Baca Juga:
Insiden Penembakan di Bandara Aminggaru Ilaga Terjadi Sesaat Pesawat Cesna Akan Mendarat, Begini Langkah Airnav

“Kami akan terus memantau perkembangan erupsi Gunung Semeru. Untuk penerbangan di Bandara Abdulrachman Saleh di Malang, hingga saat ini tetap berjalan normal," jelasnya di Jakarta.

Berdasarkan hasil monitoring pada ASTHAM Perum LPPNPI yang bersumber dari VAAC Darwin yang terbit jam 09.40 UTC (16.40 WIB), diinformasikan bahwa sebaran abu vulkanik Gunung Semeru mengarah ke barat daya dengan kecepatan 50 knot.

Baca Juga:
Layani 58.000 Penerbangan, Airnav Bersyukur Sektor Navigasi Udara Berjalan Lancar di Libur Lebaran

“Tidak terdapat bandara dan ATS route yang terdampak Volcano Ash (VA). Bandara di Malang berjarak 9 NM dari area VA. Saat ini, operasional penerbangan tetap berjalan normal dan akan terus dilakukan monitoring intensif serta penyiapan langkah-langkah contingency sesuai ketentuan yang berlaku,” urainya.

Dirjen Novie mengimbau kepada Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah III Surabaya dan seluruh stakeholder penerbangan agar terus memonitor informasi terkini, dan memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan pasca erupsi Gunung Semeru.  

Baca Juga:
Pergerakan Arus Balik Pemudik di Bandara Soetta Tembus 1.130 Penerbangan dan 150 Ribu Penumpang Per Hari

“Kita tetap harus waspada terhadap dampak dari abu vulkanik. Terus tingkatkan koordinasi dan bersiaga dengan perkembangan aktivitas erupsi Gunung Semeru yang dapat berpotensi memengaruhi kegiatan operasional penerbangan,” ungkapnya. (omy)