Angkasa Pura II Terima Fasilitas Dukungan Keuangan dari Bank Mandiri Rp400 Miliar

  • Oleh : Naomy

Kamis, 23/Des/2021 08:31 WIB
Salah satu Bandara kelolaan Angkasa Pura II Salah satu Bandara kelolaan Angkasa Pura II

JAKARTA (BeritaTrans.com) - PT Angkasa Pura II, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk berkolaborasi dalam mendukung pemulihan sektor penerbangan nasional. 

Ketiga perusahaan memastikan pengembangan dan pembangunan infrastruktur kebandarudaraan dapat tetap dilakukan, meski sektor penerbangan tengah mendapat tantangan cukup berat akibat pandemi Covid-19. 

Baca Juga:
Tingkatkan Kapasitas Terminal dan Kenyamanan Penumpang Pesawat, Bandara Kualanamu Terapkan ICA

Kolaborasi ketiga perusahaan ini dilakukan dalam skema supplier financing (dukungan keuangan) di mana Bank Mandiri memberikan fasilitas pembiayaan sebesar Rp400 miliar.

Dana tersebut menurut Director of Finance & Risk Management of Angkasa Pura II Wiweko Probojakti, untuk pembayaran ke WIKA selaku kontraktor empat proyek di bandara-bandara kelolaan AP II. 

Baca Juga:
Ini Kesiapan Bandara Kertajati Jelang Layani Penerbangan Umrah

"Melalui supplier financing, Bank Mandiri terlebih dahulu yang akan melakukan pembayaran sesuai tenggat atas tagihan dari WIKA selaku kontraktor," ungkap lelaki yang disapa Dodit, saat seremonial Kerja Sama Fasilitas Supplier Financing AP II, Bank Mandiri dan WIKA, Rabu (22/12/2021).

Dia mengatakan, kolaborasi ketiga perusahaan ini merupakan solusi dalam menjaga pembangunan infrastruktur kebandarudaraan tetap terjaga di tengah industri yang masih dalam tahap pemulihan. 

Baca Juga:
Angkasa Pura II dan Maskapai Jadikan Bandara Kualanamu Sebagai Hub Penerbangan Internasional

“Kolaborasi AP II, Bank Mandiri dan WIKA ini menjadi solusi bagaimana menjaga agar pengembangan dan pembangunan infrastruktur kebandarudaraan dapat tetap dilakukan di tengah tantangan berat pandemi Covid-19, di mana ini juga untuk mendorong pemulihan industri penerbangan dan sebagai kesiapan mengakomodir permintaan ke depannya,” urainya.

Proyek yang mendapat fasilitas supplier financing Bank Mandiri adalah pembangunan hotel domestik di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, jasa konstruksi lanjutan pekerjaan aksesibilitas, pelebaran dan perpanjangan runway Bandara Banyuwangi, dan perluasan gedung Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. 

Dodit menuturkan, kerja sama ini juga sangat mendukung kinerja AP II dalam menjaga konektivitas penerbangan di Indonesia melalui 20 bandara yang dikelola perseroan. 

Di tengah pandemi ini seluruh bandara AP II tetap beroperasi melayani berbagai penerbangan, bahkan Bandara Soekarno-Hatta tetap beroperasi 24 jam setiap harinya.

Di tempat yang sama, Direktur Corporate Banking Bank Mandiri Susana Indah K. Indriati menuturkan, fasilitas yang diberikan Bank Mandiri ini dapat membantu pemulihan bagi pelaku usaha di bidang kebandarudaraan beserta seluruh ekosistemnya. 

“Ini menunjukkan komitmen Bank Mandiri untuk secara berkelanjutan mendukung kinerja keuangan dan pemulihan PT Angkasa Pura II selama masa pandemi Covid-19, sebagai salah satu airport operator yang berperan penting terhadap konektivitas dan peningkatan promosi pariwisata di Indonesia," katanya.

Selain itu, diharapkan dengan fasilitas ini, dapat mendukung likuiditas WIKA Group dalam perannya sebagai agen infrastruktur nasional.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Ade Wahyu mengemukakan, kerja sama supplier financing ini dapat memastikan pengembangan dan pembangunan infrastruktur di bandara AP II dapat terus berlanjut. 

“Kerja sama ini juga memberikan kepastian pembayaran kepada WIKA,” jelas Ade Wahyu.

Kerja sama supplier financing ini merupakan salah satu upaya AP II dalam tetap menjaga pengembangan dan pembangunan infrastruktur bandara sekaligus membuat perseroan lebih efisien dalam mengatur arus kas. (omy)