Perubahan Iklim Berimbas Ribuan Rusa Kutub di Finlandia Kabur

  • Oleh : Fahmi

Senin, 27/Des/2021 07:11 WIB
Rusa kutub yang kabur digiring dari udara menggunakan helikopter dan dibantu oleh mobil salju di darat.(Getty Images) Rusa kutub yang kabur digiring dari udara menggunakan helikopter dan dibantu oleh mobil salju di darat.(Getty Images)

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Ribuan rusa kutub kabur dari Lapland, Finlandia, untuk mencari makan karena cuaca yang semakin hangat membuat lumut tertutup oleh lapisan es. 

Para penggembala berjuang untuk menemukan kembali rusa-rusa kutub itu karena beberapa di antaranya kabur hingga sejauh 100 kilometer. 

Baca Juga:
Dampak Pencemaran Plastik Setara Perubahan Iklim `Udara yang Kita Hirup Telah Mengandung Mikroplastik`

Berbagai upaya dilakukan oleh para penggembala, termasuk mencari rusa sampai ke hutan di Finlandia utara dan Swedia dan menggunakan helikopter. 

Para ilmuwan mengatakan suhu di Arktika, termasuk wilayah Lapland, memanas dua kali lebih cepat dari bagian dunia lainnya akibat perubahan iklim. 

Baca Juga:
Bermigrasinya Hewan Hambat Kemampuan Tanaman Beradaptasi dengan Perubahan Iklim Bumi

Lapisan es terbentuk ketika salju yang turun lebih cepat dari biasanya mulai mencair, atau hujan turun setelahnya. Hal itu membuat salju basah dan kemudian membeku menjadi lapisan es yang keras ketika suhu menurun. 

"Rusa kutub tidak dapat menggali es karena terlalu keras, sehingga mereka menjauh untuk mencari tanah bersalju, yang saljunya dapat mereka singkirkan dengan mudah, lalu memakan lumut di bawahnya," kata Jouko Kumpula, seorang ilmuwan senior di Institut Sumber Daya Alam Finlandia. 

Baca Juga:
Gurun Sahara yang Panas Tiba-Tiba Bersalju, Krisis Iklim Bumi?

Menggembala rusa adalah mata pencaharian utama bagi banyak masyarakat adat Sami di wilayah Lapland, yang meliputi wilayah Arktika di Swedia, Finlandia, Norwegia, dan Semenanjung Kola Rusia. 

"Ini adalah operasi sepanjang waktu bagi kami - siang dan malam," kata Tomas Seva, seorang penggembala berusia 62 tahun di timur laut Swedia. 

"Kami berkendara selama berjam-jam untuk menemukan rusa-rusa kami dan menggiringnya kembali, tetapi sangat sulit dalam kondisi musim dingin seperti ini. Jadi, kami juga menggunakan helikopter. Ini sangat tidak biasa dan juga sangat mahal." 

Tomas Seva mengatakan sekitar 8.000 rusa kutub dari desanya dan desa terdekat berkeliaran dalam beberapa hari terakhir. Rusa-rusa itu melakukan perjalanan jarak jauh yang tidak pernah mereka lakukan sebelumnya. 

Terkadang mereka berbaur dengan kawanan lainnya. 

"Jadi, memisahkan mereka dari kawanan lain dan membawa mereka kembali adalah tantangan besar, kami benar-benar stres." 

Asosiasi Penggembala Rusa Swedia mengatakan beberapa distrik di timur laut dan di sepanjang perbatasan Finlandia mengalami masalah yang sama. 

"Setau saya, rusa kutub yang kaburnya paling jauh, jaraknya sudah 100 kilometer dari distrik kami," kata Vili Kurki, 28 tahun, seorang penggembala dari distrik Muonio di Finlandia. 

"Rusa kutub dari bagian tengah distrik pindah ke selatan, lalu kami melihat rusa baru datang dari utara ke bagian tengah. Seperti ada aliran hewan." 

Pelacak GPS disematkan di beberapa rusa, tetapi tidak selalu berfungsi. Ketika GPS itu berfungsi, rusa itu terlihat terpisah dari kawanan lainnya. 

"Jadi, [cara] yang paling bisa diandalkan adalah mencari jejak mereka di salju," kata Anna-Karin Svensson dari Asosiasi Penggembala Rusa Swedia. 

"Tapi angin, salju tebal, dan salju baru membuatnya hal itu sulit dilakukan." 

Vili Kurki mengatakan akan memakan waktu berhari-hari atau berminggu-minggu untuk menemukan semua rusa yang hilang dan membawanya pulang. 

"Upaya pencarian ini mengharuskan kami banyak mengemudi dan ketika harga bahan bakar sangat mahal, pencarian ini menghabiskan banyak biaya." 

Para ilmuwan mengatakan peristiwa di Lapland ini sering terjadi dalam beberapa tahun terakhir. 

"Dua tahun yang lalu, kondisi musim dingin menyulitkan rusa kutub dan penggembala mereka di ketiga negara Nordik," kata peneliti Finlandia Jouko Kumpula. 

"Sebelumnya, musim dingin semacam ini dialami sekali dalam periode 30 tahun, tetapi tampaknya jadi lebih sering terjadi karena perubahan iklim yang sedang berlangsung." 

Rusa kutub juga hilang saat itu, katanya. Beberapa sudah kelaparan saat ditemukan, dan menderita gangguan pencernaan. 

Matti Sarkela dari Asosiasi Penggembala Rusa Finlandia mengatakan ada alasan mengapa hewan pergi ke selatan. 

"Saat suhu mulai menghangat setelah salju turun lebih awal, rusa kutub mengendus arah datangnya udara hangat. 

"Dan itu biasanya dari selatan - kami menyebutnya 'cuaca hangat dari Inggris' - dan rusa mulai bergerak ke arah udara hangat itu dan mereka menuju ke selatan." 

Beberapa penggembala Lapland mulai memberi hewan mereka makanan tambahan, dengan harapan dapat memecahkan masalah. 

"Mereka adalah hewan yang berkeliaran bebas sehingga mereka sering mencoba mencari makanan sendiri, tetapi frekuensi lapisan es di vegetasi musim dingin mereka meningkat." 

"Oleh karena itu para penggembala mulai memberi makan hewan-hewan ini di musim dingin," kata Profesor Oystein Holand dari Universitas Norwegia. 

"Para penggembala memberi jerami dan makanan tambahan lainnya untuk rusa-rusa itu selama musim dingin sehingga mereka tidak perlu berkeliaran untuk mencari makanan selama musim dingin."(sumber:BBC)