Bandung Kini Punya Trans Metro Pasundan Besutan Kemenhub, Layani 5 Koridor

  • Oleh : Naomy

Senin, 27/Des/2021 19:51 WIB
Dirjen Budi dan jajaran Pejabat Jabar menjajal Bus BTS Trans Pasundan Dirjen Budi dan jajaran Pejabat Jabar menjajal Bus BTS Trans Pasundan


 
BANDUNG (BeritaTrans.com) –  Program Buy The Service (BTS) Teman Bus kini hadir di Jawa Barat, tepatnya di Bandung. 

Layanan besutan Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Darat ini mulai melayani BTS dengan  nama Trans Metro Pasundan. 
 
“Untuk BTS Trans Metro Pasundan akan menjadi backbone bagi angkutan massal perkotaan di kota Bandung dan sekitarnya. Ke depannya tidak menutup kemungkinan ada aglomerasi Cirebon maupun Karawang akan kami siapkan,” jelas Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi, Senin (27/12/2021).

Baca Juga:
Libur Lebaran Tahun Depan Ada Sistem Manajemen Penggunaan Rest Area dan Penambahan TIP

Trans Metro Pasundan akan melayani pada jam operasional mulai dari pukul  05.00 - 21.00 WIB dengan 85 unit bus yang siap melayani penumpang di lima rute layanan yakni:

Koridor 1 (Bus besar, high entry, 18 unit, operator Damri) dengan rute:
Leuwipanjang - Soreang

Baca Juga:
Hai Pemudik, Bila Lelah, Manfaatkan Rest Area Jembatan Timbang Balonggandu

Koridor 2 (Bus sedang, low entry, 18 unit, operator Big Bird) dengan rute:
Kota Baru Parahyangan (Padalarang) - Alun-Alun Kota Bandung

Koridor 3 (Bus sedang, low entry, 16 unit, operator Big Bird) dengan rute:
Baleendah - BEC

Baca Juga:
Ditjen Hubdat Optimalkan Penerapan One Way dan Ganjil Genap Selama Angleb

Koridor 4 (Bus besar, high entry, 12 unit, operator Damri) dengan rute:
Leuwipanjang - Dago

Koridor 5 (Bus besar, high entry, 21 unit, operator Damri) dengan rute:
Dipatiukur - Jatinangor (Via TOL)

"Saat ini koridor yang sudah siap beroperasi yakni koridor 5 yang dilayani sebanyak 21 unit bus," ungkapnya. 

Ukuran bus yang bervariasi pada sejumlah layanan Trans Metro Pasundan ini, menurutnya, disesuaikan dengan rute trayek masing-masing agar perjalanan perjalanan penumpang terasa nyaman.

“Mudah-mudahan kegiatan flag off Trans Metro Pasundan yang akan kita siapkan lima koridor ke depannya ini akan memperbaiki polusi udara dan mengurai kemacetan," tutur dia. 

Untuk Bandung dan Surabaya sedang diupayakan menggunakan bus listrik di tahun 2022.

Dia menyatakan, alasan Pemerintah Pusat menghidupkan kembali angkutan massal perkotaan yakni salah satunya dipicu karena semakin banyaknya kendaraan pribadi yang dimiliki masyarakat. 

“Kemampuan ekonomi masyarakat sekarang sudah semakin baik dan daya beli kendaraan bermotor cukup tinggi. Dampaknya di Kota Bandung misalnya pergerakan mobilitas masyarakat sangat tinggi dan menimbulkan kemacetan, termasuk di beberapa kota besar lainnya. Saat ini masih gratis, namun ke depannya kami sedang siapkan skema dengan tarif yang sangat terjangkau,” jabar Dirjen Budi.

Dia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan Pemerintah Daerah Jawa Barat sehingga Trans Metro Pasundan dapat hadir menyapa Bandung. 

“Saya menitipkan program ini, karena sukses tidaknya adalah bagaimana peran serta pemerintah daerah. Perlu ada intervensi dari Pemerintah Daerah baik Provinsi maupun Kabupaten/Kota. Kalau tidak ada intervensi akan lambat sekali perubahan perilaku masyarakat. Kami berharap dari Pemerintah Daerah ada semacam strategi untuk membuat ada perubahan dari masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi baik mobil atau motor,” ucap Dirjen Budi. 

Ada beberapa jenis intervensi yang dapat dilakukan Pemerintah Daerah yaitu program parkir yang semakin mahal dari segi harga, atau anak sekolah atau pegawai pemerintah diwajibkan menggunakan kendaraan umum pada hari tertentu. 

Atau dapat juga meniru kebijakan di Solo yaitu contra flow bagi angkutan umum. Dengan begitu, masyarakat memperoleh efisiensi waktu jika berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya.

Dalam kegiatan yang sama, Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum menyampaikan, “Pemprov Jawa Barat selalu fokus terhadap transportasi. Yang menjadi perhatian kita yang pertama adalah sarana dan infrastruktur." 

Pemerintah tidak berhenti berpikir tentang transportasi massal karena ada pikiran untuk mengatasi kemacetan dan polusi, artinya pemerintah pemerintah tidak berhenti berpikir untuk melayani masyarakat lebih baik.

“Kami atas nama pemerintah dari sejumlah kabupaten/kota dan masyarakat mengucapkan hatur nuhun atas program Kemenhub di wilayah Bandung Raya ini. Dengan harapan dengan adanya transportasi massal ini, masyarakat kecil dapat terbantu, dengan digitalisasi sekarang ini juga telah membantu kami, mudah-mudahan dapat mengatasi kemacetan di Bandung Raya dan mengurangi polusi,” pungkasnya.

Hadir Direktur Angkutan Jalan Suharto dan Wakil Bupati Bogor Syahrul Gunawan serta pejabat terkait lainnya. (omy)
 (omy)