Bandara Ngurah Rai Siap Dukung Penyelenggaraan KTT G20 Tahun 2022

  • Oleh : Naomy

Rabu, 29/Des/2021 17:47 WIB
Menteri BUMN di Bandara Ngurah Rai Bali Menteri BUMN di Bandara Ngurah Rai Bali


JAKARTA (BeritaTrans.com) - PT Angkasa Pura I menyatakan Bandara I Gusti Ngurah Rai - Bali, siap untuk mendukung perhelatan akbar antar bangsa Konferensi Tingkat Tinggi G20 (KTT G20) yang akan digelar di Bali pada akhir Oktober 2022.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Faik Fahmi di Bandara I Gusti Ngurah Rai - Bali di sela-sela acara kunjungan kerja Menteri BUMN Erick Thohir terkait kesiapan Bali sebagai tuan rumah KTT G20 di Bali, Selasa (28/12/2021) sore. 

Baca Juga:
Penumpang Terus Meningkat, Layanan Penerbangan Umrah di Bandara Soekarno-Hatta dengan Lion Air Kini di Terminal 2F, Garuda dan Saudia Tetap di T3

Dalam kunjungan tersebut, Erick meninjau kesiapan sejumlah infrastruktur pendukung, termasuk di antaranya adalah Bandara I Gusti Ngurah Rai, Jalan Tol Bali Mandara, serta kawasan Nusa Dua yang akan menjadi lokasi utama.

"Bandara I Gusti Ngurah Rai sebagai pintu gerbang udara utama Pulau Bali, serta dalam hal ini adalah pintu gerbang utama dalam transportasi udara delegasi, secara prinsip siap untuk mendukung penyelenggaraan KTT G20 2022," ungkap Faik. 

Baca Juga:
Angkasa Pura II Siap Kembali Layani Penerbangan di Bandara Jenderal Besar Soedirman Purbalingga

Secara khusus pihaknya, menyiapkan alur khusus di terminal internasional dan domestik yang diperuntukkan bagi delegasi, baik saat kedatangan maupun keberangkatan. 

"Mengingat saat ini kita masih berada dalam situasi pandemi Covid-19, protokol kesehatan secara ketat akan kami implementasikan pada saat penanganan kedatangan dan keberangkatan delegasi nanti," ujarnya.

Baca Juga:
Menhub Bertemu dengan Dubes Arab Saudi, Sepakati Pembukaan 4 Penerbangan Umroh dari Bandara Kertajati

Untuk delegasi VIP I, yaitu Presiden RI, kepala negara, serta kepala pemerintahan negara peserta KTT, dan untuk delegasi VIP II yang terdiri dari pejabat negara setingkat menteri negara peserta KTT, telah disiapkan fasilitas Gedung VIP untuk penanganan delegasi ini. Di gedung VIP, telah disiapkan mekanisme pemeriksaan kesehatan, imigrasi, dan bea cukai.

"Kami juga telah mengalokasikan parking stand untuk tempat parkir khusus pesawat kenegaraan yang akan ditumpangi oleh delegasi VIP," tambahnya.

Untuk titik masuk (entry point), selain gedung VIP, juga disediakan tiga titik masuk lainnya yaitu melalui terminal internasional, terminal domestik, dan terminal General Aviation. 

Selain itu, untuk mendukung kelancaran arus kedatangan delegasi juga akan disediakan personal helper khusus delegasi G20.

Untuk penanganan kedatangan delegasi melalui terminal kedatangan internasional, delegasi akan melewati jalur khusus yang telah disiapkan fasilitas thermo scanner, untuk mendeteksi suhu tubuh delegasi yang baru tiba. 

Setelahnya, delegasi akan menjalani sejumlah tes pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), yaitu pemeriksaan kelengkapan dokumen kesehatan syarat penerbangan, RT-PCR, serta pemeriksaan kesehatan lanjutan jika diperlukan. 

"Delegasi yang dinyatakan sehat akan memasuki area imigrasi, baggage claim, bea cukai, dan holding area sebelum menuju ke area penjemputan," kata Faik.

Untuk kedatangan melalui terminal kedatangan domestik, delegasi akan menjalani pemeriksaan kesehatan melalui thermo scanner dan pemeriksaan dokumen kesehatan syarat penerbangan oleh KKP. Angkasa Pura I bersama stakeholder terkait berupaya memastikan peningkatan sistem pemeriksaan kesehatan delegasi agar lebih mudah, termasuk digitalisasi dokumen kesehatan yang terintegrasi.

Dalam tinjauannya di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Menteri BUMN Erick menyatakan pentingnya pelayanan di Bandara I Gusti Ngurah Rai dalam mendukung penyelenggaraan KTT G20 Tahun 2022. 

"Pasti ketika delegasi datang ke sini, ekspektasinya cukup tinggi dengan pelayanan Indonesia yang sudah terkenal di seluruh dunia. Fasilitas sudah kami cek. Sama seperti tempat lain yang ditinjau hari ini, perlu ada sedikit improvisasi, namun bukan sesuatu yang besar. Rencananya akan ada perluasan di Gedung VIP, di mana kurang lebih 2.428 m2 nanti," ujar Menteri BUMN. 

"Kalau kita lihat, airport sangat maksimal, Indonesia memiliki fasilitas yang baik. Saya rasa ini penting untuk kebangkitan daripada ekonomi Bali sendiri, dan ekonomi Indonesia secara lebih luas," lanjutnya.

Bandara Ngurah Rai  dilengkapi runway dengan dimensi 3.000 x 45 meter, 47parking stand (36 untuk pesawat narrow body dan 11 untuk pesawat wide body) di apron utara, 16 parking stand untuk pesawat narrow body di apron sisi selatan, terminal internasional seluas 126.205 m2, terminal domestik seluas 67.884 m2, gedung VIP, General Aviation Terminal (GAT), boarding pass scanner, autogate imigrasi, serta kios check-in mandiri, yang akan akan sangat membantu dalam penanganan delegasi peserta KTT G20 Tahun 2022, baik delegasi VVIP, VIP, maupun delegasi biasa.

"Angkasa Pura I, khususnya Bandara Ngurah Rai telah memiliki banyak pengalaman dalam mendukung pelaksanaan berbagai perhelatan kelas dunia, beberapa di antaranya adalah KTT APEC Tahun 2013 dan Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Tahun 2018. Bandara merupakan tempat pertama bagi delegasi untuk menginjakkan kaki di Bali, sehingga kami berkomitmen untuk dapat memberikan impresi yang baik, serta memberikan layanan unggul yang menampilkan keramahtamahan khas Indonesia sesuai dengan yang diamanatkan pada visi Perusahaan," tutup Faik. (omy)