Pagi Pekan Pertama 2022, 145 Ribu Orang Menggunakan KRL

  • Oleh : Fahmi

Senin, 03/Janu/2022 15:36 WIB
Antrean penumpang KRL di Stasiun Bekasi, Senin (3/1/2021). Antrean penumpang KRL di Stasiun Bekasi, Senin (3/1/2021).

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Memasuki awal pekan tahun 2022, jumlah penumpang KRL mengalami peningkatan. Terjadi antrean di beberapa stasiun pada pagi hari, namun KAI Commuter menyatakan bahwa sifuasi lancar dan tertib. 

"Mengawali pekan pertama Januari 2022, pantauan di seluruh stasiun lancar dan tertib. Pengguna KRL yang kembali beraktivitas pada hari pertama kerja tampak mengikuti antrean dengan menunjukkan sertifikat vaksin, baik dalam bentuk digital maupun cetak," ujar VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba, dikutip dari keterangan resmi, Senin (3/1/2021). 

Baca Juga:
Aturan Terbaru Naik KRL: Tetap Dilarang Bicara dan Wajib Pakai Masker

Data KAI Commuter pukul 08.00 WIB mencatat, ada 145.977 orang yang menggunakan KRL di seluruh stasiun. Angka ini bertambah 8% dibanding waktu yang sama pekan lalu yaitu 134.227 orang. Di Stasiun Parungpanjang tercatat ada 5.470 orang (naik 8% dibanding pekan lalu), Stasiun Bekasi ada 9.005 orang (naik 10%), dan Stasiun Depok ada 7.261 orang (naik 11%). 

Anne menjelaskan saat ini, pihaknya mengoperasionalkan 1.005 perjalanan KRL, yang  beroperasi sejak pukul 04.00-22.00 WIB. 

Baca Juga:
Kapasitas Ditambah, Penumpang KRL Tetap Antre di Stasiun Bekasi

Anne juga mengajak para penumpang KRL untuk menghindari jadwal kepadatan di KRL. 

"Pengguna diimbau merencanakan perjalanannya agar dapat terhindar dari potensi kepadatan. Pada jam sibuk pagi (04.00-09.00 WIB) KAI Commuter menyediakan 309 perjalanan, sedangkan di jam sibuk sore (16.00-20.00 WIB) menyediakan 241 perjalanan," ujar Anne. 

Baca Juga:
Yes, Penumpang Naik KRL dari Stasiun Bojong Gede Pagi ini Tanpa Penyekatan

Dikatakan juga, bagi masyarakat yang baru kembali menggunakan KRL, KAI Commuter mengingatkan agar tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, seperti menggunakan masker ganda yang disarankan yaitu masker medis di dalam yang dilapis kembali dengan masker kain. Untuk masker yang filtrasinya telah mencukupi yaitu antara lain masker KF94, KN95, dan N95 tidak perlu lagi dilapisi dengan masker kain. Hal ini dilakukan agar lebih aman seiring dengan peningkatan mobilitas masyarakat. 

Aturan-aturan tambahan dalam menggunakan KRL juga tetap berlaku. Seperti aturan untuk tidak berbicara secara langsung maupun melalui telepon genggam saat berada di dalam kereta, serta anak usia bawah 5 tahun (balita) sementara masih belum diizinkan untuk naik KRL kecuali hanya untuk keperluan medis dengan menunjukan surat-surat. Dengan bertambahnya pengguna KRL, kami juga menyarankan masyarakar yang hendak bepergian bukan untuk keperluan bekerja dapat memanfaatkan KRL di luar jam sibuk agar terhindar dari potensi kepadatan dan antrean di stasiun. (Fhm)