PT Inka Ekspor 262 Gerbong Kereta Barang ke Selandia Baru

  • Oleh : Fahmi

Kamis, 06/Janu/2022 16:09 WIB
Kegiatan pembuatan kereta Api di PT INKA (Persero) di Madiun, Jawa Timur, Selasa (15/1/2019). Kegiatan pembuatan kereta Api di PT INKA (Persero) di Madiun, Jawa Timur, Selasa (15/1/2019).

JAKARTA (BeritaTrans.com) - PT Inka (Persero), BUMN produsen manufaktur kereta, mengekspor 262 gerbong barang jenis container flat top wagon ke Selandia Baru. Gerbong itu bakal digunakan oleh perusahaan negara Selandia Baru, yakni Kiwirail Holdings Limited. 

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan ratusan gerbong kereta ini merupakan bagian dari tahap pertama ekspor produk Inka ke Selandia Baru. 

Baca Juga:
Aturan Terbaru Naik KRL, Kapasitas Kini Boleh 80 Persen

"PT Inka terus mendapatkan kontrak dari Kiwirail dari Selandia Baru sebanyak 262 (gerbong) dan ini akan jadi tahap pertama," kata Budi dalam pelepasan ekspor gerbong Inka, Sabtu (1/1/2022). 

Budi mengaku bangga dengan kerja keras Inka lantaran dapat melakukan ekspansi ke banyak negara, salah satunya Selandia Baru. 

Baca Juga:
KAI Commuter Mohon Maaf Perjalanan KRL Bojong Gede-Citayam Terhambat

"Kita harus bangga, anak bangsa mampu mengekspor produk yang memiliki nilai strategis dan ekonomi yang tinggi," kata Budi dikutip dari situs Sekretariat Kabinet. 

Ia mengatakan ekspor tersebut merupakan tindak lanjut perseroan atas keinginan kepala negara memasarkan produk dalam negeri ke mancanegara. 

Baca Juga:
Ada Perbaikan Rel, KRL Terhambat di Bojong Gede-Citayam

"Inka melakukan tindak lanjut apa yang dianjurkan atau diminta Bapak Presiden agar produk dalam negeri itu harus diupayakan dan menambah ekspor ke banyak negara," jelasnya. 

Pengiriman gerbong barang tersebut dinilai akan semakin memperkuat posisi Inka dalam pasar perkeretaapian di wilayah Oseania. 

Dalam waktu dekat, Budi mengatakan Inka akan menjadi salah satu produsen untuk bus listrik yang akan digunakan dalam perhelatan KTT G20 di Bali. Tidak hanya itu, Inka juga akan memasok kontainer kapal untuk wilayah Indonesia Timur. 

Sebelumnya, Inka telah mengekspor 224 blizzard centre sills untuk perusahaan pertambangan asal Australia, Bradken Company.(fh/sumber:CNN)