Menparekraf: Jadikan Kesiapan Akomodasi Jelang MotoGp Indonesia 2022 Prioritas Dukung Kebangkitan Ekonomi

  • Oleh : Naomy

Selasa, 11/Janu/2022 07:19 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno Menparekraf Sandiaga Uno

 

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno mengemukakan, kesiapan akomodasi baik penginapan, rumah makan hingga moda transportasi jelang perhelatan MotoGp Indonesia 2022 menjadi prioritas. 

Baca Juga:
Menparekraf: Desa Wisata Jadi Destinasi Favorit saat Libur Lebaran

Hal ini dikarenakan, ajang tersebut diproyeksi dapat memantik sekitar 100 ribu wisatawan nusantara dan wisatawan mancanegara.

"Dikarenakan total akomodasi penginapan di Lombok hanya tersedia sekitar 23 ribu unit per Desember 2021. Kemenparekraf/Baparekrat terus mendorong Sarana Hunian Pariwisata (Sarhunta) yang dibangun oleh KemenPUPR, termasuk homestay yang sudah existing di Lombok," urainya, Senin (10/1/2022).

Baca Juga:
Menparekraf Dukung Kota Salatiga jadi Destinasi Gastronomi

Saat ini sudah ada sekitar 300 Sarhunta yang telah dibangun KemenPUPR dan telah dalam proses sertifikasi CHSE.

Selain itu, Kemenparekraf/Baparekraf juga mendorong Eiger dan Bobobox untuk terlibat dalam penyiapan fasilitas, termasuk penginapan. 

Baca Juga:
Bali Trail Running 2022 Perkuat Geliat Kebangkitan Parekraf

Eiger bekerjasama dengan ITDC dan Pemda akan memfasilitasi camping di Kawasan Mandalika. 

"Untuk tenda akan disediakan 100 unit di kawasan camping tersebut. Dimana satu tenda, bisa menampung maksimal empat orang," ungkap dia.

Sedangkan amenitas lainnya seperti toilet, restoran, dan representatif juga akan terus didorong kesiapannya.

Koordinasi dengan Kemenhub juga terus dilakukan, untuk penyiapan akomodasi melalui kapal Pelni. 

Selain itu, kapal-kapal cruise yang bersandar di dermaga Pelabuhan Lombok juga direncanakan akan digunakan sebagai akomodasi sementara.

Pihaknya akan memaksimalkan akomodasi yang ada di tiga gili dengan interkoneksi, sehingga akan terhubung langsung dengan shuttle service, melalui transportasi darat dan bus menuju ke daerah Mandalika.

“Kami baru diberi kabar bahwa ada kapal swasta yang bersedia untuk menjadi tempat penginapan untuk pengunjung MotoGp dan ini tentunya akan kita lengkapi dengan skema penyediaan trasportasi seperti shuttle ke dan dari Mandalika,” ujarnya.

Di Bali juga tersedia banyak kamar hotel yang dapat menampung. Ini juga perlu disediakan shuttle flight dari Bali ke Mandalika yang sudah dibundle dalam satu paket, agar kapasitas di Lombok yang sudah mencapai tingkat keterisian 100 persen bisa ditampung kebutuhannya tinggal di Bali. Terutama untuk kawasan Nusa Dua dan daerah sekitarnya,” lanjut Sandiaga.

Terkait rencana dan skema penyediaan transportasi seperti shuttle dari Bali ke Mandalika atau dari penginapan ke lokasi perhelatan MotoGP, saat ini masih on progress. 

“Ini adalah bentuk kerja sama untuk mendukung kepulihan ekonomi, kebangkitan NTB. Kami akan memaksimalkan akomodasi di Lombok first, setelah itu kita juga akan sentuh penginapan yang ada di luar Lombok,” katanya.

“Kami harapkan perhelatan MotoGp ini bisa menggerakkan ekonomi lokal dan juga sektor parekraf, karena kita juga akan menghadirkan produk UMKM bukan hanya yang dari Lombok, tapi juga dari 34 provinsi lainnya. Akan ada showcase, pre event, post event, dan juga on event,” tuturnya. (omy)