Menhub: Percepat Waktu Sandar dan Optimalisasi Layanan Digital Kapal Tol Laut!

  • Oleh : Naomy

Jum'at, 14/Janu/2022 14:47 WIB
Menhub saat tinjau kinerja Tol.Laut di Alor Menhub saat tinjau kinerja Tol.Laut di Alor

ALOR (BeritaTrans.com) -  Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau dua pelabuhan yang berada di Nusa Tenggara Timur yaitu Pelabuhan Kalabahi di Kabupaten Alor dan Pelabuhan Laurentius Say di Maumere, Kabupaten Sikka, untuk melihat kinerja Kapal Tol Laut, Jumat (14/1/2022). 

Menhub menginstruksikan layanan kapal tol laut agar terus dioptimalkan.

Baca Juga:
Tingkatkan Muatan Kargo Kapal Perintis Komoditi Lokal

“Kapal tol laut hadir untuk memastikan distribusi logistik dapat menjangkau daerah terpencil dan terluar seperti Alor, Maumere, dan daerah lainnya secara berkelanjutan,” tutur Menhub.

Dia mengatakan, ada sejumlah upaya yang perlu dilakukan untuk mengoptimalkan layanan kapal tol laut, yaitu mempercepat waktu sandar dari satu pelabuhan ke pelabuhan lainnya dan mengoptimalkan pemanfaatan layanan digital kapal tol laut kerja sama Kemenhub dengan BRI.

Baca Juga:
Kemenhub Tunggu Kewenangan Luhut Soal Izin Perjalanan Kapal Ekspor Batu Bara

“Keberadaan Kapal Tol laut sudah menjadi kebutuhan masyarakat NTT. Dengan mempercepat waktu, pergerakan kapal akan lebih cepat, biaya lebih efisien, dan mencegah keterlambatan kedatangan kapal. Bila tadinya satu trayek bisa 14-20 hari, bisa dipangkas menjadi 10 hari,” kata Menhub.

Diungkapkannya, salah satu upaya yang dilakukan untuk mempercepat waktu pergerakan kapal tol laut adalah dengan menambah sejumlah fasilitas kepelabuhanan, misalnya untuk kegiatan bongkar muat. 

Baca Juga:
Pelabuhan Depapre Disiapkan Jadi Hub Indonesia Timur

Dengan begitu, pergerakan kapal dari satu daerah ke daerah lainnya bisa lebih cepat.

Kemudian, terkait pemanfaatan layanan digital, Menhub menjelaskan, dengan adanya kerja sama antara Kemenhub dengan Bank BRI telah mengintegrasikan aplikasi Sitolaut dengan layanan perbankan digital dari BRI.

“Ini adalah upaya kita untuk menjangkau end user atau pedagang terkecil (UMKM), yang berada di daerah yang dilayani oleh rute tol laut. Mereka bisa pesan barang langsung, semudah kita memesan makanan melalui aplikasi digital. Ini akan menghindari monopoli dari pihak-pihak tertentu yang membuat harga-harga barang dari tol laut ini tidak kompetitif,” ujar dia.

Selain itu, Menhub juga meminta untuk membagi peran antara kapal-kapal swasta komersial dengan kapal tol laut bersubsidi. 

“Kita juga harus memberikan dukungan agar kapal-kapal swasta bisa lebih kompetitif. Dengan adanya kapal bersubsidi, kita tidak menghilangkan yang komersial. Kapal komersial turut melayani distribusi logistik, sehingga kapal-kapal bersubsidi bisa melayani ke tempat-tempat lainnya yang lebih membutuhkan,” ucap Menhub.

Pelabuhan Kalabahi, Alor saat ini melayani trayek tol laut yaitu  T-14, dengan trayek Tanjung Perak-Larantuka-Lembata-Kalabahi-Tanjung Perak. (omy)