Kolaborasi jadi Aspek Penting Wujudkan Angkutan Sungai dan Danau Berkeselamatan

  • Oleh : Naomy

Selasa, 25/Janu/2022 21:27 WIB
Menhub Budi Karya Sumadi Menhub Budi Karya Sumadi

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, kolaborasi antarpemangku kepentingan menjadi aspek penting dalam mewujudkan angkutan sungai dan danau yang berkeselamatan. 

Baca Juga:
Menhub Sebut Regional Marpolex Ajang Pelatihan untuk Lindungi Lingkungan Laut

Hal ini disampaikannya pada kegiatan Webinar Konsolidasi Nasional Keselamatan Dan Keamanan Pelayaran Transportasi Sungai Dan Danau Tahun 2022, yang diselenggarakan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub, Selasa (25/1/2022).

Menhub mengajak seluruh pemangku kepentingan terkait penyelenggaraan transportasi sungai dan danau untuk membangun komitmen bersama, berkontribusi dan mendukung upaya peningkatan keselamatan dan keamanan pelayaran angkutan sungai dan danau.

Baca Juga:
Gubernur Sulsel Pimpin Upacara Pembukaan Regional Marpolex 2022

“Kegiatan Webinar ini menjadi momentum yang positif untuk kita  berkomitmen mewujudkannya,” kata Menhub.

Dia menyatakan, saat ini tingkat kecelakaan angkutan sungai dan danau di Indonesia masih cukup tinggi. 

Baca Juga:
AP2I Dorong Pemerintah Segera Terbitkan PP Perjanjian Kerja Awak Kapal Mandat UU Pelayaran

Menurutnya, hal tersebut disebabkan karena kurangnya pemenuhan aspek kelaikan kapal dan juga faktor manusia yang seringkali mengabaikan standar keselamatan yang telah ditetapkan.

“Secara bertahap kita harus lakukan perbaikan. Sosialisasi dan edukasi terkait keselamatan kepada awak kapal maupun pengguna angkutan harus digencarkan. Pelatihan peningkatan kompetensi awak kapal pun harus terus dilakukan,” ucap Menhub.

Pada kesempatan yang sama, Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengungkapkan, berkaca dari beberapa kasus kecelakaan angkutan sungai dan danau seperti yang terjadi di Waduk Kedungombo, Jawa Tengah pada tahun lalu, ditemukan bahwa faktor kelaikan kapal dan manusia menjadi dua faktor yang perlu diperhatikan.

“Ternyata aspek keselamatan masih kurang diperhatikan. Padahal di lokasi tersebut, pengoperasian kapal menjadi bagian dari kegiatan masyarakat yang digunakan untuk kepentingan wisata dan bisnis. Kita akan terus dorong operator kapal untuk mengutamakan keselamatan,” ujar Dirjen Budi.

Dia menjelaskan, kegiatan ini menjadi sarana konsolidasi dan evaluasi penyelenggaraan angkutan sungai dan danau yang selama ini dilakukan. 

Harapannya, melalui kegiatan ini dapat digali masukan dari berbagai pihak, yang akan menjadi pertimbangan dalam menentukan kebijakan penyelenggaraan transportasi sungai dan danau yang selamat dan aman.

Sebagai wujud nyata kolaborasi para pemangku kepentingan pada transportasi sungai dan danau, telah berhasil terkumpul sebanyak 783 life jacket dan 50 lifebuoy, yang merupakan bantuan dari sejumlah pihak 

Di antaranya Jasa Raharja, BKI, ASDP Indonesia Ferry, Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (GAPASDAP) dan Indonesian Forwarder Associations (INFA). 

Bantuan tersebut diserahterimakan kepada Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub, yang nantinya akan disalurkan kepada para operator transportasi sungai dan danau. 

Pada kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan deklarasi keselamatan dan keamanan transportasi sungai dan danau, sebagai wujud komitmen para pemangku kepentingan untuk terus meningkatkan aspek keselamatan dan keamanan.

Kegiatan webinar yang disiarkan secara streaming melalui akun Youtube Kementerian Perhubungan (https://www.youtube.com/watch?v=y-EZY7v6XV4), turut dihadiri sejumlah pembicara diantaranya yaitu: Direktur Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan Kemenhub Junaidi, Dirut Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) Rudiyanto, Direktur Operasional PT Jasa Raharja Dewi Aryani, serta Direktur Komersial PT ASDP Ferry Indonesia Yusuf Hadi.  (omy)