Mantap, Sepanjang 2021, Pelni Salurkan Dana TJSL Rp5.58 Miliar

  • Oleh : Naomy

Kamis, 27/Janu/2022 09:44 WIB
Penanaman Mangrove Penanaman Mangrove


JAKARTA (BeritaTrans.com) – PT Pelayaran Nasional Indonesia menyalurkan dana Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) unaudited sebesar Rp5.580.000.000 sepanjang tahun 2021. 

Pendanaan tersebut disalurkan melalui program Pendanaan UMK (PUMK) dan program Non PUMK yang sejalan dengan SDGs (Sustainable Development Goals) dan CSV (Creating Shared Value).

Baca Juga:
Ini Dia! Jadwal Kapal Pelni KM Kelud Akhir Mei HIngga Juni 2022

Plt. Direktur Utama PT Pelni Ony Suprihartono menyampaikan, program TJSL yang dilaksanakan ini, mengacu pada Peraturan Menteri BUMN PER-05/MBU/04/2021 tanggal 8 April 2021. 

“Jika dibandingkan dengan tahun 2020, realisasi dana TJSL naik 17,74% atau naik sebanyak Rp841.005.000,- dengan program-program yang difokuskan untuk membantu penanganan Covid-19,” jelasnya, Kamis (27/1/2022).

Baca Juga:
Jadwal Perjalanan Kapal PELNI Ciremai Mei 2022 Semua Rute

Dia menguraikan, pada tahun 2021, dana yang disalurkan untuk program PUMK sebesar Rp1.850.000.000.

Penyaluran dana tersebut ditujukan untuk 38 mitra UMK di wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Lampung dan Jambi yang terbagi menjadi enam sektor pendanaan.

Baca Juga:
Akhirnya Kapal KM Sirimau Berhasil Lepas Kandas dari Perairan Pulau Ipet

"Yaitu industri, jasa, perdagangan, perikanan, pertanian dan peternakan," ungkapnya.

Tahun 2021, pandemi Covid-19 masih menjadi permasalahan di Indonesia dan berdampak besar pada keberlangsungan UMK. Melalui program PUMK ini, diharapkan mampu menjadi stimulus UMK untuk mengembangkan usahanya serta mendorong para UMK naik kelas. 

Pada tahun 2021, pihaknya memiliki mitra binaan naik kelas pada program PUMK sebanyak empat mitra dengan kriteria peningkatan kapasitas produksi, nilai pinjaman dan jumlah pegawai.

Sedangkan untuk program non PUMK, Pelni telah menyalurkan sebesar Rp3.730.000.000, yang disalurkan melalui empat pilar program TJSL yaitu Ekonomi, Lingkungan, Sosial serta Hukum & Tata Kelola. 

"Keempat pilar program TJSL terdiri dari sektor bencana alam, pendidikan, sarana & prasarana ibadah, sarana & prasarana umum dan sosial kemasyarakatan untuk wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Yogyakarta, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, NTT, NTB, Maluku, dan Papua," beber Ony.

Tahun 2021 ini Pelni memiliki empat program unggulan TJSL yaitu RKS Kampung Pelni Baubau di Kota Baubau Sulawesi Tenggara, Pemeliharaan Revitalisasi Terumbu Karang di Pantai Jikomalomo Ambon, Maluku dan Pantai Bangsring Banyuwangi, Jawa Timur serta pembangunan Kampung Nelayan Pelni di Larantuka, NTT dan beasiswa untuk siswa Papua yang bekerjasama dengan Ruangguru. 

“Sebagai BUMN di bidang pelayaran, kami tentunya sangat peduli terhadap isu-isu lingkungan dan sosial terutama penanggulangan sampah baik di darat maupun laut serta keberadaan dan keberlangsungan ekosistem laut melalui revitalisasi terumbu karang. Tidak hanya itu, untuk mendukung SDM yang baik, kami juga ikut serta dalam program pemberian beasiswa seperti yang kami lakukan di Papua,” imbuh Ony.

Perusahaan berkomitmen terus konsisten dalam kegiatan-kegiatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga lingkungan hidup secara berkesinambungan. 

“Di tahun 2022 ini, kami juga telah menyiapkan beberapa program unggulan TJSL yang sejalan dengan SDG’s dan CSV. Program tersebut adalah Rumah Kelola Sampah (RKS) di Denpasar yang rencananya akan dilaksanakan pada Maret mendatang,” pungkas Ony. (omy)