Dahsyat, ASDP Akuisisi PT Jembatan Nusantara di Tengah Pandemi

  • Oleh : Naomy

Selasa, 22/Feb/2022 18:48 WIB
Pengesahan ambil alih PT Jembatan Nusantara oleh ASDP Indonesia Ferry (Hms) Pengesahan ambil alih PT Jembatan Nusantara oleh ASDP Indonesia Ferry (Hms)

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Dahsyat di tengah pandemi, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) pantang menyerah dan terus melakukan gebrakan positif.

Hari ini (22/2/2022) secara resmi telah mengakuisisi PT Jembatan Nusantara, salah satu perusahaan ferry swasta di Tanah Air melalui Penandatanganan Sales Purchasement Agreement (SPA) PT Jembatan Nusantara antara PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dengan PT Mahkota Pratama dan PT Indonesia VIP selaku pemilik saham PT Jembatan Nusantara, di Jakarta.

Baca Juga:
Tingkatkan Layanan Penyeberangan Prima, Bersama Regulator dan Mitra Kerja, ASDP Terapkan Sterilisasi Pelabuhan

Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Shelvy Arifin mengatakan, akuisisi PT Jembatan Nusantara ini telah melalui proses panjang, yang diawali dengan Kerjasama usaha selama dua tahun. 

"Proses ini, termasuk due dilligence telah melibatkan lembaga internasional dan nasional serta para stakeholder demi memastikan semua proses telah sesuai dengan prinsip Good Corporate Governance," ungkapnya. 

Baca Juga:
Libur Idul Adha Ramai dan Terkendali, ASDP Layani 447 Ribu Penumpang di Lintasan Jawa, Sumatera, dan Bali

Penandatanganan SPA hari ini menjadi momentum bersejarah sekaligus milestone, bukan hanya bagi ASDP namun bagi industri penyeberangan. 

Melalui akuisisi ini, ASDP tidak hanya menjadi operator dengan armada terbanyak namun menjadi perusahaan terdepan dalam penerapan standarisasi keselamatan dan pelayanan prima kepada seluruh pengguna jasa.

Baca Juga:
Diprediksi Naik 10 Persen, Puncak Arus Berangkat Libur Idul Adha Hari ini

"Melalui akuisisi ini diharapkan ASDP dapat terus berkembang secara anorganik, menjadi pemimpin pasar serta memberikan kontribusi untuk melayani transportasi Indonesia lebih baik dengan semangat "Bangga Menyatukan Nusantara"," tegasnya.

Dalam seremonial penandatanganan SPA pagi ini, ASDP diwakili oleh Direktur Keuangan, TI dan Manajemen Risiko Djunia Satriawan, dari pihak PT Jembatan Nusantara diwakili oleh Direktur JN Rudi Susanto. 

Turut hadir pula melalui daring Dewan Komisaris ASDP,  dan jajaran direksi serta seluruh pejabat Kementerian BUMN dan Kementerian Perhubungan serta tamu undangan yang hadir baik secara fisik maupun daring.

Dalam kesempatan ini, ASDP turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu dan mendukung ASDP dalam akuisisi ini, khususnya kepada pemegang saham dan regulator baik Kementerian BUMN dan Kementerian Perhubungan atas arahan-arahan yang diberikan, sehingga dapat terwujud aksi korporasi ini.

"Langkah ASDP mengakuisisi perusahaan ferry swasta merupakan inisiatif strategis sebagai bagian dari rencana jangka panjang perusahaan tahun 2020-2024 khususnya dalam pengembangan jasa manajemen dan operator kapal ferry yang akseleratif khususnya dalam penambahan armada serta mendorong pertumbuhan perusahaan yang agresif dalam rangka menuju IPO," imbuh Shelvy.

ASDP berencana meningkatkan kapasitas produksi segmen penyeberangan dengan menambah jumlah armada sebanyak 19 unit kapal selama kurun lima tahun (2020 - 2024) yang diperuntukkan di lintasan komersial reguler, eksekutif, LDF dan lintasan internasional. 

Diketahui, Jembatan Nusantara merupakan perusahaan kapal ferry swasta yang memiliki jumlah armada cukup besar yakni 53 unit dan mengoperasikan enan lintasan Long Distance Ferry (LDF). 

"Dengan adanya akuisisi ini akan menambah portofolio kekuatan armada serta lintasan yang dioperasikan ASDP," ujarnya.

Peningkatan armada dan lintasan dari JN, maka akan meningkatkan optimalisasi trip pelayaran dan lintasan komersial lain, dan pada akhirnya dapat mendongkrak pendapatan ASDP.

Sebelum akuisisi ASDP telah memiliki 166 unit kapal, dan setelah akuisisi menjadi 219 unit kapal sehingga mengukuhkan posisi ASDP sebagai perusahaan ferry dengan jumlah armada terbesar di Indonesia, bahkan dunia.

Shelvy menegaskan, dengan bertambahnya portofolio komersial ini dapat menjadi langkah penting bagi ASDP yang sampai saat ini telah melayani sekitar 290 rute. 

Dari jumlah tersebut, 70 persen di antaranya adalah rute perintis yang berarti orientasi pelayarannya bukan untuk meraup profit semata. 

Dengan demikian, 30 persen sisanya merupakan rute komersial yang mampu menopang lintasan perintis berjalan dengan baik.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi menyampaikan apresiasi atas terlaksananya akuisisi PT Jembatan Nusantara oleh ASDP.  

"Sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo bahwa kita harus memperkuat layanan penyeberangan khususnya di pulau terdepan dan terluar. Akuisisi ini menjadi bukti dan kekuatan baru bahwa kita bersama dengan ASDP dan JN akan hadir dengan pelayanan lebih baik untuk masyarakat," katanya. 

Dirjen Budi kembali menekankan untuk lebih memberi perhatian terhadap aspek keselamatan mengingat angka kecelakaan transportasi penyeberangan relatif tinggi dan banyak lokasi pelayanan dan pengoperasian kapal yang digunakan untuk kepentingan wisata dan bisnis. 

Operator kapal harus terus memprioritaskan layanan penyeberangan yang berkeselamatan.

Direktur Jembatan Nusantara, Rudi Susanto menyampaikan apresiasi kepada ASDP dan seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya penandatangan SPA hari ini.

"Proses akuisisi ini berjalan sangat dinamis hingga sampai hari ini dapat terwujud. Ini menjadi momentum yang sangat baik bahwa Jembatan Nusantara kini dapat membangun ekonomi bangsa melalui layanan penyeberangan bersama nakhoda baru, ASDP Group. 

"Dengan diakuisisinya JN tentu akan menambah kekuatan alat produksi, sehingga semakin memperkuat pemerataan ekonomi masyarakat dengan terciptanya layanan angkutan penyeberangan dan logistik yang lancar dan semakin kuat melayani pengguna jasa di seluruh Indonesia," ucapnya. (omy)