PT KAI Bakal Reaktivasi Kereta Api Sawahlunto, Target Selesai Oktober

  • Oleh : Fahmi

Sabtu, 26/Feb/2022 05:09 WIB
Terowongan kereta api non aktif Lubang Kalam yang dibangun oleh Belanda pada tahun 1922 menembus bukit sepanjang 835 meter, di Sawahlunto, Sumatera Barat, 5 September 2017. TEMPO/Imam Sukamto Terowongan kereta api non aktif Lubang Kalam yang dibangun oleh Belanda pada tahun 1922 menembus bukit sepanjang 835 meter, di Sawahlunto, Sumatera Barat, 5 September 2017. TEMPO/Imam Sukamto

JAKARTA (BeritaTrans.com) - PT Kereta Api Indonesia atau PT KAI merencanakan reaktivasi kereta api di Sawahlunto, Sumatera Barat. Persiapan untuk rencana tersebut mulai dilakukan dengan menurunkan petugas untuk melihat kondisi fisik dan membuat kajian detail teknis pekerjaan. 

Direktur Pengelolaan Sarana PT KAI Eko Purwanto mengatakan bahwa prioritas awal reaktivasi untuk jalur rel kereta adalah dari Stasiun Kampung Teleng menuju Stasiun Muaro Kalaban, sedangkan untuk ke Stasiun Silungkang akan menyusul setelah itu.

Baca Juga:
Penumpang KA Jarak Jauh Mulai Ramaikan Stasiun Bekasi saat Masa Libur Sekolah

"Hari ini saya bersama Direktur Pengelolaan Prasarana PT KAI, yaitu bapak Awan Hermawan Purwadinata sesuai arahan pimpinan datang ke Sawahlunto dengan tugas membuat perencanaan yang detail/rinci dari pekerjaan mengaktifkan kembali kereta api di Sawahlunto ini," kata dia, Kamis, 24 Februari 2022. 

Selain untuk menyiapkan jalur, stasiun dan gerbong, menurut Eko, pihaknya sekaligus akan menyelidiki kendala teknis dari Lokomotif Uap E 1060 'MAK ITAM'. "Sebagai ikon dari kereta api di Sawahlunto, 'MAK ITAM' kita targetkan untuk dihidupkan kembali sebagai lokomotif untuk menarik gerbong kereta wisata," ujarnya. 

Baca Juga:
Masuk Stasiun Bekasi Penumpang KRL Mangalir Lancar Meski Ramai

Meskipun menimbang kondisi dan usia itu tidak reguler setiap hari, bisa kita batasi sekali atau dua kali seminggu saja. Kemarin masih ada kendala teknis, jadi sekaligus hari ini kita tinjau dan selidiki bagaimana solusi perbaikannya," ujar dia. 

Eko menargetkan finishing (penyelesaian) dari pengerjaan reaktivasi kereta api di Sawahlunto sesuai dengan target dari PMO BUMN untuk pariwisata Sumbar, yakni pada September atau Oktober nanti. 

Baca Juga:
Jelang KRL Terakhir Tujuan Bogor Malam ini, Penumpang Wanita masih Banyak

Wali Kota Sawahlunto Deri Asta menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada jajaran PT KAI atas rencana reaktivasi itu.

"Kami terus berkoordinasi dengan PT KAI untuk percepatan reaktivasi kereta ini, kami di Pemkot tentu kewenangannya hanya mendukung sementara untuk teknis itu langsung teman-teman PT KAI yang mengurus," ujarnya.(fh/sumber:antara)