Mulai 1 Maret Polda Metro Gelar Operasi Keselamatan, Ini 7 Sasarannya

  • Oleh : Redaksi

Senin, 28/Feb/2022 06:29 WIB
Ilustrasi oerasi kepolisian (Grandyos Zafna/detikcom) Ilustrasi oerasi kepolisian (Grandyos Zafna/detikcom)

Jakarta (Beritatrans.com,)  - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menggelar operasi bagi para pengendara. Operasi bersandikan 'Operasi Keselamatan Jaya'  ini akan digelar mulai 1 Maret 2022.

Dikutip dari akun Instagram resmi TMC Polda Metro Jaya, Kamis (24/2/2022), Operasi Keselamatan Jaya ini digelar selama 14 hari mulai tanggal 1 Maret 2022 sampai dengan 14 Maret 2022. Sasaran operasi akan melaksanakan penindakan terhadap 7 pelanggaran lalu lintas.

Baca Juga:
Keren! Polrestro Bekasi Kota Raih Juara 1 Lomba Polisi Cilik Tingkat Polda Metro Jaya

​​​​​​

Baca Juga:
Polda Metro Jaya Berhasil Menangkap Pelaku Begal Menggunakan Air Keras

Berikut 7 sasaran pelanggaran Operasi Keselamatan Jaya 2022 yang akan ditindak polisi:

1. Pengemudi kendaraan bermotor yang menggunakan ponsel

Baca Juga:
Daftar Pemenang Apresiasi Setapak Perubahan Polri

Ketentuan larangan menggunakan ponsel ini diatur dalam Pasal 283 UU LLAJ dengan ancaman kurungan 3 bulan atau denda paling banyak Rp 750 ribu.

2. Pengemudi kendaraan bermotor di bawah umur

Pengemudi di bawah umur akan dikenakan Pasal 281 UU LLA dengan ancaman kurungan 4 bulan atau denda maksimal Rp 1 juta

3. Tidak menggunakan helm SNI
Pasal 291 dengan ancaman kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu.

4. Berboncengan lebih dari 1 orang
Dikenakan Pasal 292 juncto Pasal 106 ayat (9) dengan ancaman kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu

5. Mengemudikan kendaraan bermotor dalam pengaruh alkohol
Pasal 331 dengan ancaman kurungan paling lama 1 tahun atau denda paling banyak Rp 3 juta

6. Melawan Arus
Pasal 287 ayat (1) dengan ancaman kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu

7. Pengemudi kendaraan bermotor yang tidak menggunakan safety belt

Pasal 289 dengan ancaman kudungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu.  (ny/Sumber:detik.com)