Truk ODOL Ditindak, Usia Jalan Tol Bakal Lebih Panjang

  • Oleh : Redaksi

Sabtu, 05/Mar/2022 09:20 WIB
Tangkapan layar ETLE Korlantas Polri Tangkapan layar ETLE Korlantas Polri

JAKARTA (Beritatrans.com)  - PT Jasa Marga (Persero) Tbk meyakini, usia jalan tol yang dikelola akan lebih panjang apabila dilakukan penindakan terhadap kendaraan over load over dimension (ODOL).

Direktur Pengembangan Usaha Jasa Marga Mohamad Agus Setiawan mengatakan, jika ada penindakan, berarti biaya pemeliharaan jalan tol pun jadi lebih kecil dan tentunya menguntungkan perseroan.

Baca Juga:
Jalan Tol Trans Sumatra di Sumut Diperpanjang hingga 63,45 Km: Ini Rutenya

"Jasa Marga melihat begini, apabila aturan ODOL ditegakkan, tidak ada ODOL, itu jalan tol jadi lebih panjang waktu usianya," ujar Agus saat media gathering di Manado, Rabu (23/2/2022).

Keuntungan-keuntungan tersebut diperoleh sesuai dengan proporsi yang kuat dan koordinasi Pemerintah.

Baca Juga:
Kecelakaan Beruntun di KM 85 Tol Cipularang Libatkan 9 Kendaraan

Agus memastikan, perseroan akan mendukung program Pemerintah terkait penindakan kendaraan ODOL di seluruh ruas jalan tol dapat direalisasikan.

Menurut Agus, dampak dari kendaraan ODOL ini akan mempercepat kerusakan jalan yang ada dan membuat biaya pemeliharaan semakin besar.

Baca Juga:
Awas Macet, Perbaikan Jalan Tol Jakarta-Cikampek hingga 14 Juli 2024

Dia mencontohkan melalui perhitungan teori perkerasan jalan.

Katakanlah kendaraan pribadi yang memiliki berat 11 ton. Namun, kendaraan pribadi tersebut telah dimodifikasi dengan segala macamnya yang menyebabkan tonasenya bertambah menjadi 22 ton.

"Harusnya 11 (ton) standarnya. Berarti kan over load-nya (kelebihannya) dua kali lipat," tambah Agus.

Agus mengungkapkan, padahal satu ruas jalan tol dapat dilewati oleh sekian repetisi kendaraan standar.

Dengan repitisi ini, jalan tol bisa dilewati oleh 100 juta kendaraan dan tidak perlu adanya perbaikan dalam rentang waktu pendek.

"Yang 100 juta kendaraan seharusnya bisa diperbaiki 10 tahun, ternyata karena ada kendaraan ODOL, usia jalan jadi lebih pendek, hanya 2-3 tahun," ungkapnya.

Oleh karena itu, Jasa Marga berharap agar Pemerintah segera memberlakukan program bebas kendaraan ODOL.

WIM

Dalam mendeteksi kendaraan ODOL, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bekerja sama dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui teknologi Weigh in Motion (WIM).

Teknologi WIM untuk pengendalian kendaraan ODOL sudah mulai diuji coba di Tol Tangerang-Merak.

Pengendalian ODOL akan menggunakan pemindai atau scanner dimensi yang terpasang pada kamera dan timbangan pengukuran pada jalan.

Dengan begitu, berat kendaraan tetap bisa diukur saat kendaraan masih berjalan.

Peningkatan pelayanan jalan tol ini tidak hanya sebatas mengejar tercapainya standar pelayanan minimal (SPM).

Tetapi, juga meningkatkan kualitas layanan jalan tol secara berkelanjutan seiring kebutuhan dan permintaan masyarakat yang semakin tinggi.  (ny/Sumber:Kompas.com)