Setahun KRL Yogya-Solo, Kemenhub Tambah Layanan Hingga Stasiun Palur

  • Oleh : Fahmi

Jum'at, 11/Mar/2022 10:29 WIB
Stasiun Yogyakarta. (Foto:Ist) Stasiun Yogyakarta. (Foto:Ist)

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Setelah satu tahun beroperasi, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) menargetkan peningkatan layanan KRL Jogja - Solo. Saat ini KRL telah melayani perjalanan penumpang dari Stasiun Yogyakarta hingga Stasiun Solo Balapan, sejauh 62,5 km. 

Pada Tahun 2022 DJKA berupaya meningkatkan perpanjangan jalur layanan KRL yang akan ditambah hingga Stasiun Palur sepanjang 6,2 km. 

Baca Juga:
AFFA Dorong Pembangunan Kapasitas SDM Logistik di Kawasan ASEAN

KRL Jogja - Solo yang merupakan KRL pertama di luar wilayah Jabodetabek ini, telah menggantikan peran KRD Prameks yang melayani rute Jogja - Solo selama lebih dari dua dekade. 

Hadirnya KRL Jogja-Solo selain membawa segudang dampak positif terhadap peningkatan kualitas pelayanan dan mobilitas masyarakat Yogyakarta - Solo dan sekitarnya, juga secara signifikan membawa perubahan perilaku dan budaya masyarakat menjadi lebih tertib dan disiplin dalam bertransportasi. 

Baca Juga:
8 Gerbong Kereta Batu Bara Anjlok dan Terguling di Gunung Megang

Dalam kesempatannya Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah, Putu Sumarjaya menyampaikan peningkatan elektrifikasi jalur KA Jogja - Solo yang sudah diselesaikan sejak akhir 2020 mendapatkan respon positif dan antusiasme yang sangat  tinggi  dari masyarakat, didukung dengan tingkat okupansi penumpang yang cukup baik. 

“Meski diluncurkan di tengah situasi pandemi Covid-19, sejak mulai beroperasi, KRL Jogja-Solo sudah berhasil melayani lebih dari 2 juta penumpang. Sehingga dengan melihat besarnya antusiasme masyarakat tersebut, kami semakin optimis  dalam  menyelesaikan pekerjaan perpanjangan jalur pelayanan KRL hingga Stasiun Palur di tahun ini,” tutur Putu. 

Baca Juga:
Perempuan Ditabrak Kereta Api Tewas di Grobongan

Terdapat beberapa manfaat KRL yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, diantaranya: peningkatan mutu serta kualitas pelayanan kereta api, peningkatan kapasitas serta daya angkut penumpang, peningkatan aspek keselamatan perkeretaapian, pengurangan polusi udara, dan penggerak roda perekonomian. 

“Pembangunan yang terus dilakukan pada lintas Yogyakarta - Solo ini merupakan langkah nyata Pemerintah dalam rangka mengupayakan penyediaan layanan transportasi massal untuk mendukung pergerakan masyarakat yang kian dinamis khususnya di wilayah Solo sebagai bagian dari segitiga emas di Jawa Tengah, selain Jogja dan Semarang,” jelas Putu. 

“Di wilayah Jawa Tengah sendiri, khususnya di area Solo dan sekitarnya, terdapat dua proyek pembangunan yang kami harapkan dapat selesai di Tahun 2022. Dua proyek tersebut adalah perpanjangan elektrifikasi jalur KA dari Solo Balapan - Solo Jebres - Palur sepanjang 6,2 Km, dan pembangunan Depo KRL di Solo Jebres yang ditargetkan dapat rampung sesuai rencana. Progress pembangunan Depo KRL saat ini sudah sebesar 58% dan dengan kehadiran Depo ini tentunya akan meningkatkan perawatan dan kualitas layanan sarana KRL,” tambah Putu.  

Sebelumnya, proyek elektrifikasi lintas Yogyakarta-Solo hanya sampai di Stasiun Solo Balapan. Namun, pada tahun 2022, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Direktorat Jenderal Perkeretaapian melakukan pengembangan elektrifikasi jalur hingga Stasiun Palur. Progres pembangunan guna perpanjangan layanan sudah tercapai sebesar 73%. 

Rencananya, tahap pengujian/uji dinamis akan dilakukan pada April-Mei 2022 dan  jalur layanan KRL tersebut diharapkan dapat beroperasi pada September 2022. 

“Selain perpanjangan elektrifikasi jalur, upaya pengembangan prasarana penunjang pada Stasiun yang dilintasi KRL Yogya-Solo juga telah dilakukan, yaitu dengan meninggikan peron yang akan mempermudah alur naik-turun penumpang dari kereta.  Untuk Stasiun Purwosari belum dilakukan modifikasi prasarana penunjang seperti peninggian peron karena stasiun ini merupakan salah satu dari stasiun heritage. Sejauh ini kami baru melakukan survey untuk membahas lebih lanjut rencana modifikasi peron pada stasiun tersebut.” pungkas Putu. 

Disamping perpanjangan elektrifikasi jalur, penanganan perlintasan sebidang hingga peningkatan fasilitas-fasilitas integrasi tidak luput dari rangkaian proses pembangunan infrastruktur yang sudah dilakukan oleh DJKA. 

Fasilitas pendukung integrasi multimoda yang sudah rampung dan dapat digunakan antara lain, Sky bridge sepanjang 630 meter yang dibangun atas kolaborasi Kementerian Perhubungan dan PT KAI yang  menghubungkan Stasiun Solo dengan Terminal Tirtonadi, Trans Jogja yang terintegrasi pelayanannya di Stasiun Yogyakarta, hingga Bus Solo Trans (BST) yang terhubung dengan Stasiun Purwosari. Sementara itu, fasilitas yang masih dalam tahap perencanaan adalah penambahan 2 perjalanan KA (pagi dan sore). Penambahan frekuensi perjalanan KA tersebut akan  mengintegrasikan layanan KRL Yogyakarta-Solo dengan KA Perintis Purwosari-Wonogiri dan KA Bandara Internasional Adi Sumarmo. (fhm)