Jelang Ramadhan, Penumpang Bus AKAP Mulai Meningkat Naik

  • Oleh : Fahmi

Selasa, 29/Mar/2022 12:05 WIB
Sejumlah penumpang menaiki bus yang akan diberangkatkan dari Terminal Bekasi, Selasa (29/3/2022). Sejumlah penumpang menaiki bus yang akan diberangkatkan dari Terminal Bekasi, Selasa (29/3/2022).

BEKASI (BeritaTrans.com) - Memasuki bulan Ramadhan yang terjadi beberapa hari lagi, penumpang bus antarkota antarprovinsi (AKAP) di Terminal Bekasi mulai mengalami pelonjakan pada Selasa (29/3/2022). Adapun yang mengalami peningkatan ialah dengan tujuan provinsi di pulau Sumatera. 

"Kalau bus kita baru hari ini aja ada pelonjakan penumpang, kalau kemarin-kemarin masih kurang sewa," kata salah satu tiketing yang memberangkat bus tujuan Medan, Edi saat ditemui BeritaTrans.com, Selasa (28/3/2022). 

Baca Juga:
MLFF Resmi Jadi Salah Satu Sistem Bayar Tol Tanpa Sentuh, Pengguna Wajib Daftar Aplikasi Ini!

Edi menuturkan, jumlah penumpang yang meningkat pada tahun ini, juga masih kalah jauh jika dibandingkan pada masa menjelang Ramadhan tahun lalu. Dia bercerita tahun lalu, karena ada wacana dilarang mudik dari Pemerintah, masyarakat memilih melakukan perjalanan sebelum masa mudik atau mendekati lebaran. 

"Enggak kayak tahun kemarin, untuk saat ini menjelang Ramadhan agak berkurang sih," kata Edi. 

Baca Juga:
Dijamin Tidak Akan Bosan! Ini Fasilitas Hiburan di Bus Imperial Suites DAMRI

Edi mengungkapkan saat ini penumpang busnya belum diwajibkan harus menunjukan sertivikat vaksin dan sejumlah aturan lain seperti hasil swab/PCR yang memang saat ini sudah dihapuskan. 

Naiknya jumlah penumpang juga dirasakan tiketing lain dengan rute Bekasi-Padang. Bahkan tiket bus saat menjelang Lebaran Idul Fitri juga hampir penuh sudah dipesan oleh calon penumpang. 

Baca Juga:
Hendak Nonton BNI Java Jazz Festival 2024? Catat Rute Terbaik Menuju Lokasi

"Penumpang bus kita hari ini berangkat adalah 19 orang dari sini. Untuk tanggal 29 (April) puasa nanti kita sudah hampir penuh berangkat dari sini. Sudah pada pesan semua," kata Teteh. 

Teteh menyebutkan, menjelang lebaran nanti pihak PO akan menaikkan harga tiket tertinggi. Namun penumpang yang sudah memesan tiket terlebih dahulu, nanti harus menambah uang tambahan sesuai ketetapan kenaikan harga tiket nanti. 

"Untuk yang nannti penumpang sudah Teteh kasih tahu, nanti harga tiket naiknya harus ditambah lagi," kata Teteh. 

Persyaratan untuk naik bus dengan tujuan ke sejumlah daerah saat ini tidak tampak diterapkan di terminal tersebut. Aturan booster untuk perjalanan mudik juga masih belum ditetapkan mekanisme dan pengawasannya oleh pemerintah. 

Sebagaimana diketahui, berbeda dengan tahun sebelumnya, pada tahun ini pemerintah sudah memperbolehkan masyarakat untuk mudik Lebaran 2022. 

Presiden Joko Widodo telah mempersilakan masyarakat untuk melakukan mudik di tahun 2022 ini. Keputusan ini diambil sebab perkembangan pandemi Covid-19 di Indonesia semakin melandai. 

Melansir dari dephub.go.id, berdasarkan hasil survei dari Balitbang Kemenhub, potensi masyarakat yang akan melakukan mudik mendekati angka 80 juta. 

Jika diberlakukan syarat perjalanan dalam negeri seperti yang ada sekarang, yaitu sudah vaksin 2 kali dan tidak dibutuhkan tes antigen/PCR. 

Selain vaksin Covid-19 dosis lengkap, vaksin booster juga menjadi salah satu syarat untuk masyarakat melakukan perjalanan mudik. 

Dikatakan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin, bagi pemudik yang sudah divaksin dosis pertama, syaratnya wajib menunjukkan hasil negatif Covid-19 dari tes PCR sebagai syarat perjalanan. Sementara, bagi yang sudah divaksinasi lengkap atau dua dosis harus menunjukkan hasil negatif Covid-19 dari tes antigen sebagai syarat perjalanan mudik. 

Selain itu, Pemerintah juga akan menyediakan posko vaksinasi untuk melayani pemudik yang belum melakukan vaksin kedua atau vaksin Booster. 

Selanjutnya, Kementerian Perhubungan RI akan mengeluarkan aturan resmi syarat perjalanan selama mudik Lebaran 2022. Aturan ini nantinya akan tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri Perhubungan dan SE Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19. (Fhm)