Ivanka Trump Bersaksi Tentang Kerusuhan di Gedung Capitol 2021

  • Oleh : Redaksi

Rabu, 06/Apr/2022 11:38 WIB
Ivanka Trump Ivanka Trump

WASHINGTON (BeritaTrans.com) - Ivanka Trump, putri tertua mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan salah seorang penasihat seniornya, pada Selasa (5/4), bersaksi di depan komite Dewan Perwakilan Rakyat yang menyelidiki serangan 6 Januari 2021 di Gedung Capitol AS.

Kesaksiannya, yang diberikan dari jarak jauh, diberikan beberapa hari setelah suaminya, Jared Kushner, mantan penasihat senior Gedung Putih lainnya, bersaksi di depan komite yang sama.

Sembilan anggota DPR yang menyelidiki serangan itu – di mana tujuh diantaranya berasal dari Partai Demokrat dan dua dari Republik – tertarik pada peran yang dimainkan Ivanka Trump di Gedung Putih ketika ayahnya mengajukan permohonan pada menit-menit terakhir kepada Wakil Presiden Mike Pence untuk mencoba memblokir anggota Kongres mensertifikasi kemenangan Presiden Joe Biden.

Baca Juga:
Sandiaga Uno: Perjanjian Anies dan Prabowo Masih Berlaku, Bisa Dianggap Mengejar Kekuasaan Jika Lupa, Pengamat Sebut Bisa Dipandang Ingkar dan Ambisius

Setelah ratusan pendukungnya menyerbu gedung Capitol, Presiden Trump dilaporkan secara luas telah menolak permintaan dari para pembantunya, termasuk setidaknya dua kali dari Ivanka, untuk menghentikan para perusuh. Pada sore hari itu dia kemudian merilis sebuah video yang mendesak orang banyak untuk meninggalkan Capitol.

Beberapa pembantu utama Trump dan Pence termasuk di antara lebih dari 800 saksi yang telah bersaksi di depan panel investigasi. Pembantu lain telah menolak untuk bersaksi, memaksa komite untuk mengenakan tuduhan penghinaan terhadap Kongres atas mereka.Mantan Presiden AS Donald Trump menunjukkan dokumen dalam sebuah konferensi pers di Gedung Putih, Washington, ketika ia masih menjabat pada 20 April 2020. (Foto: AP/Alex Brandon)​​​​​​

Baca Juga:
Bocorkan Janji Politik Anies dengan Prabowo Subianto, Sandiaga: Ada Secara Tertulis di Brankas Fadli Zon

Lebih dari 775 pengunjuk rasa telah didakwa dengan serangkaian pelanggaran kriminal dalam kerusuhan tersebut, mulai dari tuduhan pelanggaran ringan hingga tuduhan bahwa mereka menyerang satu atau lebih dari 140 anggota polisi yang terluka dalam kerusuhan itu.

Sampai saat ini, lebih dari 200 orang telah mengaku bersalah atau dihukum karena tuduhan kriminal dalam insiden tersebut. (VOA).

Baca Juga:
Bertemu di Medan, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto Puji Kepemimpinan Wali Kota Bobby Nasution