168.512 Orang Tinggalkan Jawa menuju Sumatera Melalui Pelabuhan Merak

  • Oleh : Naomy

Selasa, 26/Apr/2022 18:41 WIB
Kapolri, Menhub, Menko PMK, dan Wakil Menkes bersama Dirut ASDP di Pelabuhan Merak Kapolri, Menhub, Menko PMK, dan Wakil Menkes bersama Dirut ASDP di Pelabuhan Merak

MERAK (BeritaTrans.com) - Berdasarkan data Posko ASDP Indonesia Ferry, pada 22 April 2022 (H-10) hingga Selasa (26/4) pagi (H-7), tercatat sudah 168.512 orang dan 39.406 unit kendaraan yang meninggalkan pulau Jawa menuju Sumatera melalui Pelabuhan Merak, Banten. 

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyampaikan apresiasi kepada warga masyarakat yang merespon imbauan Pemerintah melakukan mudik lebih awal untuk menghindari kemacetan. 

Baca Juga:
Menhub Bahas Kerja Sama Pengembangan Pelabuhan Patimban, Proving Ground Bekasi, dan MRT Jakarta di Jepang

Hal ini disampaikan dalam kegiatan kunjungan kerja pemantauan arus mudik di Pelabuhan Merak, Banten, Selasa (26/4/2022).

Turut hadir dalam kunjungan kerja Pemantauan Arus Mudik di Pelabuhan Merak, Banten yakni Menteri Perhubungan, Menteri PUPR, Wakil Menteri Kesehatan, Kepala BNPB, Wakil Gubernur Banten, dan juga Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).

Baca Juga:
Arus Balik dari Sumatera Menuju Jawa Melalui Penyeberangan Terpantau Lancar dan Terkendali

Kapolri mengatakan bahwa saat ini telah terjadi pergeseran arus mudik bila dibandingkan dengan kondisi normal tahun 2019.

Di mana biasanya pemudik melakukan perjalanan dan memadati Pelabuhan Merak di malam hari, kini mulai bergeser. 

Baca Juga:
Puncak Arus Balik, Pemerintah Tambah Jumlah Perjalanan Kapal dan Kapasitas Rute Panjang-Ciwandan

"Ada pergeseran tren yang biasanya padat di malam hari, kini siang hari sudah mulai ramai. Saya lihat dermaga sudah mulai penuh. Bahkan, arus mudik di Pelabuhan Merak sempat masuk situasi kuning, artinya sempat ada penyekatan sementara di jalur yang sudah dipersiapkan," ujarnya. 

Kapolri menyampaikan bahwa pergeseran ini juga sejalan dengan minat mudik masyarakat tahun ini setelah dua tahun menunggu karena terkendala situasi pandemi Covid-19 sehingga pada tahun ini diprediksikan akan terjadi lonjakan arus mudik.

"Kami mengapresiasi dan berterima kasih kepada masyarakat yang telah mendengarkan imbauan mudik lebih awal oleh Bapak Presiden Joko Widodo, dan telah ditindaklanjuti menteri terkait sehingga kita lihat bersama arus mudik sudah mulai terlihat. Ini hal yang baik, khususnya untuk mengurai kemacetan yang diprediksi terjadi pada puncak arus mudik pada H-4 hingga H-1 mendatang," tuturnya.

Menurut survei Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan (Balitbang Kemenhub), lanjut Kapolri, tahun ini diperkirakan ada 85 juta orang yang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran.

Di mana untuk wilayah Jawa dan Sumatera terbagi, jalur yang mengarah ke timur kurang lebih 52 persen dan ke arah Sumatera kurang lebih 30 persen.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Muhadjir Effendy juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh instansi terkait yang telah mempersiapkan dan melakukan antisipasi terhadap layanan Angkutan Lebaran tahun 2022. 

"Kesiapan sudah sangat bagus dan kita lihat pelaksanaan di lapangan berjalan baik. Seluruh stakeholder terkait juga telah mempersiapkam skenario dalam mengatasi lonjakan penumpang dan kendaraan. Terkait pelaksanaan di lapangan, mohon dihitung secara cermat, dan kapan bisa dilakukan diskresi untuk kelancaran, keamanan dan kenyamanan layanan Angkutan Lebaran ini," tuturnya.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga  mengapresiasi pihak Polri dan TNI yang memberikan kepastian bahwa pergerakan pemudik dari Merak ke Bakauheni dan wilayah Sumatera lainnya berjalan dengan baik.  Menindaklanjuti imbauan Presiden Jokowi untuk mudik lebih awal.

Pihaknya bersama dengan stakeholder telah melakukan kajian untuk layanan penyeberangan khususnya di Merak-Bakauheni yang cukup ramai ini. 

"Kita telah melakukan perhitungan dan juga simulasi dengan seluruh stakeholder serta merekomendasikan dua hal," ungkapnya. 

Pertama, membuat disparitas harga tiket ferry antara malam hari dan siang hari, dimana siang itu lebih murah. Kedua, menambah dermaga yang ada di Pelindo untuk mendukung layanan arus mudik  sehingga volume yang sama bisa ditampung dengan kapasitas yang lebih besar. 

Dari total kendaraan yang berangkat, dapat dirinci jumlah roda dua sebanyak 5.347 unit, roda empat sebanyak 19.549 unit, bus sebanyak 1.461 unit dan truk sebanyak 13.049 unit yang telah menyeberang dari Merak ke Bakauheni sejak H-10 hingga H-7. 

ASDP tetap mengimbau agar masyarakat yang akan melakukan perjalanan dengan kapal ferry saat Angkutan Lebaran 2022 dari 4 pelabuhan utama yakni Merak-Bakauheni-Ketapang-Gilimanuk, tetap mengatur perjalanan sedini mungkin dengan melakukan reservasi mandiri melalui aplikasi Ferizy, menjaga stamina kesehatan dan kendaraan tetap prima,  menerapkan protokol kesehatan secara ketat, serta tetap mewaspadai potensi cuaca buruk.

"Tentu menjadi harapan seluruh pihak bahwa perjalanan mudik dengan kapal ferry tahun ini dapat berjalan lancar, aman, sehat dan selamat. 
Kami harapkan kerjasama dan pengertian seluruh pengguna jasa agar tetap bersabar dan disiplin dalam mengatur waktu perjalanan karena menjelang puncak arus mudik, volume pemudik dan kendaraan terus meningkat," ujar Direktur Utama ASDP Ira Puspadewi. (omy)