Cegah Terulang Kembali Antrean Panjang Kendaraan, Menhub Minta di Pelabuhan Merak Terapkan First In First Out

  • Oleh : Naomy

Jum'at, 29/Apr/2022 15:18 WIB
Menhub Budi Karya Sumadi saat kunker di Semarang Menhub Budi Karya Sumadi saat kunker di Semarang

 

SEMARANG (BeritaTrans.com)  - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta diterapkannya “first in first out” di Pelabuhan Merak, untuk mencegah terjadinya kepadatan dan antrean panjang kendaraan yang akan masuk ke kapal penyeberangan.

Baca Juga:
Via Tol Laut, Minyak Goreng Murah `Minyakkita` Dikirim ke Indonesia Timur, Dilepas Mendag dan Menhub di Pelabuhan Tanjung Priok

Penerapan first in first out dimaksud, kendaraan yang telah memiliki tiket dengan jadwal keberangkatan lebih awal, adalah yang lebih dulu masuk ke kapal. 

Menhub mengungkapkan, terjadinya kepadatan kendaran yang akan masuk ke kapal pada 25 April 2022,  disebabkan karena adanya kendaraan yang sudah berada di area parkir pelabuhan padahal jadwal keberangkatan kapalnya masih agak lama. 

Baca Juga:
Dukung Progam Pemerintah, BUMN BKI Kawal Pembangunan Pelabuhan dan Kapal

“Kemarin terjadi perebutan dulu-duluan masuk ke kapal, tidak sesuai jadwal yang ada, sehingga orang yang harusnya jadwalnya sudah berangkat malah tidak bisa masuk kapal,” jelas Menhub di Semarang, Jumat (29/4/2022).

Untuk itu, Menhub mengimbau kepada masyarakat untuk datang ke pelabuhan menyesuaikan dengan keberangkatan kapal. 

Baca Juga:
Menhub Dorong Partisipasi Swasta Bentuk Badan Usaha Pelabuhan

“Saya sudah memberikan catatan kepada Dirjen Perhubungan Darat dan Dirut ASDP untuk melakukan perbaikan berkaitan dengan tata kelolanya agar ke depannya dapat berjalan lebih baik,” tutur Menhub.

Dia telah meminta untuk dilakukan penambahan dermaga untuk mengurai kepadatan. 

“Untuk truk-truk bisa diarahkan ke dermaga Pelindo (Indah Kiat). Kapal yang digunakan adalah kapal besar jadi sekali jalan bisa menampung sekitar 200 kendaraan,” ujarnya.

Sebelumnya, Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan, akan melakukan penambahan dua dermaga yaitu dermaga Pelindo (Indah Kiat) dan dermaga bjb. Penggunaan dua dermaga tersebut diharapkan akan memecah kepadatan di pelabuhan. 

Dirjen Budi mengungkapkan, telah disiapkan tambahan tiga kapal yaitu dua kapal roro dan satu kapal laut. 

Untuk kapal laut (Atosim) akan bersandar di dermaga Pelindo (Indah Kiat) dengan rute Pelabuhan Merak ke Pelabuhan Panjang, Lampung. (omy)