Asrul, Kendarai Bus Sinar Dempo Bekasi-Pagar Alam Sudah Bertahun-Tahun Tetap Saja Alami Susah Solar

  • Oleh : Fahmi

Senin, 16/Mei/2022 14:07 WIB
Asrul, pengemudi bus PO Sinar Dempo sedang mengendarai bus tujuan Pagar Alam dari Terminal Induk Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (16/5/2022). Asrul, pengemudi bus PO Sinar Dempo sedang mengendarai bus tujuan Pagar Alam dari Terminal Induk Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (16/5/2022).

BEKASI (BeritaTrans.com) - Mengendarai bus lintas antarprovinsi dari Bekasi hingga Pagar Alam, Sumatera Selatan sudah dilakukan pria 52 tahun ini sejak tahun 2005. 

Berbagai macam suka duka kerap dialami oleh Asrul saat mengendarai bus PO Sinar Dempo tersebut. Mulai dari dulu hingga sekarang yang kerap susah mendapatkan solar hingga kondisi jala rusak dan bagus saat diperbaikinya jalan lintas sumatera tersebut. 

Baca Juga:
Truk Kontainer Overload Terguling di Underpass Putar Balik Dekat Pintu Tol Bekasi Barat

"Kalau susah solar itu, dari dulu sudah susah. Kalau jalannya ada yang bagus ada yang jelek juga," kata Asrul saat ditemui BeritaTrans.com dan Aksi.id di Terminal Bekasi, Jawa Barat, Senin (16/5/2022). 

Dari pengalamannya selama mengemudi dia mengaku telah menguasai jalan meski banyak yang rusak untuk sebagian orang bahkan sulit untuk dilalui. Untuk antisipasi solar langka para sopir juga ada siasat untuk mendapatkan bahan bakar dan penumpang harus sampai tujuan dengan aman dan selamat dan nyaman. 

Baca Juga:
Pastikan Keamanan Nataru, Jasa Raharja dan Korlantas Polri Gelar Survei Kesiapan Operasi Lilin Candi 2022

Itulah hambatan bagi para pengemudi. Meski sudah bertahun-tahun menjajal jalan kawasan tersebut dia kerap merakan pengamalan berbeda-beda tergantung cuaca dan keadaan musim. 

Penumpang saat ini, bapak dua anak tersebut juga menjelaskan kondisi terkini selepas masa mudik Lebaran. Kalau beberapa hari yang lalau sempat kebanjiran penumpang kini muli normal kembali. 

Baca Juga:
Tingkatkan Koordinasi, Jasa Raharja Jawa Barat Anjangsana ke Kantor Samsat Kabupaten Bandung II Rancaekek

"Kalau penumpang sekarang sudah biasa lagi lah, Alhamdulillah sekarang aja tiga bus berangkat dari sini," kata Asrul. 

Meski kondisi normal, bus yang dia kendari bersama kru lain bersama sopir satu Pak Suryadi dan seorang kenek, mereka juga harus perpal atau menginal selama beberapa hari di terminal yang ada di Jabodetabek. Bisa itu di Bekasi bus juga di Kampung Rambutan. 

Kondisi perpal dikatakannya bukan karena tidak adanya penumpang. Namun banyaknya antrean bus yang harus membawa penumpang yang terbatas saat ini. 

"Kalau di sini masih perpal, kalau dari sana biasanya cuman dua hari-tiga hari, kadang ada yang PP juga. Di sini (Jakarta) dua hari," ujar warga Kelurahan Kusipan Babas, Kecamatan Pagar Alam Utara. 

Saat ini dikatakannya bus Sinar Dempo biasanya setiap hari, akan diberangkatkan sebanyak tiga bus, dua dari arah Bekasi, satu dari Kampung Rambutan. Terkadang setiap sepekan dua kali akan masuk bus dari Yogyakarta. 

"Dari sini dua bus, di Rambutan ada tiga bus," sebutnya. 

Bus Sinar Dempo yang dikendarinya juga harus mengambil beberapa penumpang di terminal-terminal lain yang ada di Jabodetabek. "Ngambil lagi penumpang di terminal lain," katanya. 

Mengendarai bus akan ditempuhnya selama sehari semalam. Bus akan melawati berbagai daerah di kawasan Jabodetabek untuk menaiki penumpang ke arah Pagar Alam. 

"Paling-paling sampai Pagaralam jam delapan (pagi) lah," ujarnya saat memberangkatkan busnya dari Bekasi sekitar pukul 9.00 WIB. 

Dikatakannya juga saat ini aturan perjalanan sudah longgar. Sebelumnya diketahui terdapat pemeriksaan sejumlah dokumen perjalanan seperti sertifikat vaksin dan hasil swab berdasarkan antigen atau PCR. Namun, kini dikatakannya sudah tidak ada lagi pemeriksaan tersebut, baik dari Bekasi maupun dari Pagar Alam. 

"Enggak ada lagi pemeriksaan pemeriksaan penumpang. Tapi penumpang tetap diharuskan vaksin dosis dua, kalau bisa vaksin tiga," kata Asrul. 

Saat di perjalanan, baik dari arah keberangkatan atau pun kedatangan bus Pagar Alam akan melewati jalur-jalur sempit dan berliku. Memang tidak sembarangan orang bisa melaluinya, terlebih lagi di kawasan jalan di Likuan Endikat. 

Beberapa pengemudi bus arah sana, menyebutkan perjalanan akan lebih mudah dilewati bagi pengemudi bus yang biasa melewati jalur tersebut. 

Jalan Likuan Endikat tersebut merupakan satu-satunya akses untuk ke Kota Pagar Alam dan menuju provinsi lain setelahnya. 

Jalan yang meliku dan sempit juga dibatasi oleh tebing dan jurang, dikatakan juga akan terjadi licin jika hujan turun. 

Selain jalur yang ektreme untuk dilalui bus, jalan Sumatera juga kerap terjadi aksi pelemparan. Aksi tersebut dapat merusak badan mobil dan itu dapat merugikan dan juga berbahaya. 

Saat selepas masa Lebaran seperti sekarang ini, harga tiket bus Sinar Dempo dari Bekasi atau Jakarta dengan tujuan Pagar Alam kembali normal dan tueun dari pada tiket masa Mudik. 

Adapun harga tiketnya saat ini juga bervariasi, menyesuaikan dengan kelas bus, yaitu sekitar Rp370 ribu sampai Rp430 ribu.(fahmi)