Kabar UAS Dideportasi dari Singapura, Ini Kata Menparekraf

  • Oleh : Naomy

Rabu, 18/Mei/2022 06:52 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno Menparekraf Sandiaga Uno


JAKARTA (BeritaTrans.com) Kabar Ustad Abdul Somad (UAS) dideportasi dari Singapura saat akan berlibur bersama keluarga mendapat tanggapan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Salahudin Sandiaga Uno.

"Setelah mendapatkan kabar mengenai UAS, kami mengumpulkan informasi dan konfirmasi ke pihak KBRI Singapura. Kini beberapa informasi pun tengah dimintakan ke pihak imigrasi Singapura," tutur Sandiaga, Selasa (17/5/2022).

Baca Juga:
Aksi Penembakan di Bandara Kenyam Papua, 2 Pilot Sam Air Alami Luka Ringan

Begitu mendapatkan informasi berita ini, pihaknya langsung mengumpulkan beberapa informasi serta mendapatkan kronologi selanjutnya dikonfirmasi ke pihak KBRI di Singapura. 

"Pihak KBRI kini melakukan pengecekan dan dari laporan Pak Dubes ada beberapa informasi yang sedang didapatkan oleh Imigrasi Singapura,” ungkapnya. 

Baca Juga:
Kemenparekraf dan Kemenhub Dorong Maskapai Asing Perbanyak Penerbangan ke Indonesia

Sandiaga meminta agar tidak berprasangka terlebih dahulu dan memastikan informasi yang benar secara menyeluruh. 

Sebab, Ustaz Abdul Somad merupakan ulama yang sangat dihormati serta turut menjadi penggerak ekonomi kreatif, yang juga kerap membantu mempromosikan destinasi wisata berbasis wisata religi. 

Baca Juga:
Berbuka Puasa Saat Lion Air JT-306 Lepas Landas, Penumpang Saling Berbagi Takjil

“UAS ini kan ulama yang juga menjadi penggerak ekonomi kreatif dan ikut membantu kami mempromosikan beberapa destinasi wisata berbasis wisata religi, dan beliaulah ulama yang kami muliakan juga dan kami sangat hormati. Oleh karena itu, mari untuk tidak berprasangka dulu, kita dapatkan informasi secara menyeluruh,” kata Menparekraf.

Menparekraf Sandiaga pun akan mengecek informasi ini ke rekan-rekan Kemenlu dan Singapura. Sebab Indonesia dan Singapura ini adalah negara yang bersahabat. 

“Saya baru saja kembali dari sana dan jumlah wisatawan Singapura sekarang menduduki nomor dua tertinggi di Indonesia, dan dengan pembukaan Batam-Bintan ini harapannya kita juga akan meningkatkan jumlah wisatawan mancanegara itu melalui Singapura," tutup Sandiaga. (omy)