Amal Kendarai Bus Sinar Dempo Bekasi-Pagar Alam, Lebih Banyak Perpal daripada Waktu di Perjalanan

  • Oleh : Fahmi

Sabtu, 21/Mei/2022 12:30 WIB
Kru tiketing Terminal Bekasi (Kiri, baju merah) dan Amal pengemudi bus Sinar Dempo (kanan). (Ist) Kru tiketing Terminal Bekasi (Kiri, baju merah) dan Amal pengemudi bus Sinar Dempo (kanan). (Ist)

BEKASI (BeritaTrans.com) - Membawa penumpang dari Bekasi, Jawa Barat menuju Pagar Alam, Sumatera Selatan akan ditempuh kru bus ini hanya sekitar satu hari satu malam. Namun, waktu menunggu ada penumpang kembali, bisa berhari-hari. 

Seperti yang dialami oleh Amal pengemudi bus PO Sinar Dempo rute tersebut. Dia lebih banyak menghabiskan waktu perpal atau menginap dari pada membawa sewa di perjalanan. 

Baca Juga:
Bus PMTOH Rombongan Samadiah Terporosok saat Lewati Jembatan di Pidie

"Sekarang sering perpal, kadang kalau dari sana(Pagar Alam) dua hari, kalau dari sini (Jakarta) dua sampai tiga hari. Enggak tentu juga," kata Amal saat ditemui BeritaTrans.com dan Aksi.id di Terminal Bekasi, Sabtu (21/5/2022). 

Bukan hanya dari terminal tujuan Jakarta dia menginap lama. Dari arah sebelumnya, Pagar Alam bus dia sudah tiga hari perpal akibat banyaknya armada PO yang beroperasi saat ini. 

Baca Juga:
Warga Lega Setelah Mendapat Pencerahan Terkait Pergantian Nama Jalan

Aktivitasnya saat menanti keberangkatan hanya dilakukan di area terminal, kecuali saat di kampung atau di keberangkatan dari arah Pagar Alam. 

Amal juga menceritakan, bus yang dia kenadarai biasanya akan berangkat dari Terminal Bekasi pukul 10.00 WIB dan akan tiba di Pagar Alam sekitar delapan pagi esok harinya. 

Baca Juga:
Jasa Raharja Deklarasikan Komunitas Mahasiswa Peduli Keselamatan Lalu Lintas `Road Safety Ranger Z`

Pria tersebut mengungkapkan jumlah sewa atau penumpang tidak menentu. Dia bercerita, kalau dari arah Pagar Alam kemarin jumlah sewanya ramai. 

"Dari sini (Jabodetabek) belum tahu. Kemarin dari sana (Pagar Alam), Alhamdulillah penuh," ucap Amal. 

Dikatakannya juga saat ini aturan perjalanan sudah longgar. Sebelumnya diketahui terdapat pemeriksaan sejumlah dokumen perjalanan seperti sertifikat vaksin dan hasil swab berdasarkan antigen atau PCR. Namun, kini dikatakannya sudah tidak ada lagi pemeriksaan tersebut, baik dari Bekasi maupun dari Pagar Alam. 

"Enggak ada lagi pemeriksaan pemeriksaan penumpang. Tapi penumpang tetap diharuskan vaksin dosis dua, kalau bisa vaksin tiga," cerita Amal. 

Diketahui, bus PO Pagar Alam termasuk yang dikemuikan Amal akan mendatangi setiap agen atau terminal  yang ada di Jabodetabek untuk mencari penumpang. 

Dengan dua kali perjalanan atau satu kali Pulang Pergi (PP) bus yang dikemudikan Amal dan krunya yang lain tersebut bisa dilalui selama berhari-hari, tergantung keadaan penumpang. 

Bukan hanya berada di balik kemudi bulat, dia juga sibuk melayani naik turun barang bawaan penumpang. Dan mempersiapkan segala kesiapan bus. 

Saat di perjalanan, baik dari arah keberangkatan atau pun kedatangan bus Pagar Alam akan melewati jalur-jalur sempit dan berliku. Memang tidak sembarangan orang bisa melaluinya, terlebih lagi di jalan Likuan Endikat tersebut. 

Beberapa pengemudi bus arah sana, menyebutkan perjalanan akan lebih mudah dilewati bagi pengemudi bus yang biasa melewati jalur tersebut. 

"Kalau di jalan sana aman, kalau hujan pun aman," kata Amal. 

Jalan Likuan Endikat tersebut merupakan satu-satunya akses untuk ke Kota Pagar Alam dan menuju provinsi lain setelahnya. 

Jalan yang meliku dan sempit juga dibatasi oleh tebing dan jurang, dikatakan juga akan terjadi licin jika hujan turun. 

Selain jalur yang ektreme untuk dilalui bus, jalan Sumatera juga kerap terjadi aksi pelemparan. Aksi tersebut dapat merusak badan mobil dan itu dapat merugikan dan juga berbahaya. 

Saat selepas masa Lebaran seperti sekarang ini, harga tiket bus Sinar Dempo dari Bekasi atau Jakarta dengan tujuan Pagar Alam kembali normal dan tueun dari pada tiket masa Mudik. 

Adapun harga tiketnya saat ini juga bervariasi, menyesuaikan dengan kelas bus, yaitu sekitar Rp370 ribu sampai Rp430 ribu.(fahmi)