ASDP dan Pemkab Situbondo Teken MoU Pengelolaan Operasional Pelabuhan Penyeberangan Jangkar

  • Oleh : Naomy

Minggu, 05/Jun/2022 17:08 WIB
MoU ASDP dan Pemkab Situbondo MoU ASDP dan Pemkab Situbondo

JAKARTA (BeritaTrans.com) -  PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) dan Pemerintah Kabupaten Situbondo sepakat teken nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) Pengelolaan Operasional Pelabuhan Penyeberangan Jangkar di Kabupaten Situbondo, Jumat (3/6/2022).

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi menyambut positif rencana pengelolaan operasional Pelabuhan Penyeberangan Jangkar sebagai wujud komitmen perusahaan dalam mendukung program Pemerintah untuk terus berperan menjaga konektivitas jalur antarpulau. 

Baca Juga:
ASDP Relokasi KMP Jatra II dari Lintas Merak-Bakauheni, Perkuat Lintas LDF Ketapang-Lembar

"Kami menyambut baik dan mengapresiasi rencana kerja sama ini, karena pengembangan Pelabuhan Jangkar tentu butuh pengelolaan fasilitas dan armada penyeberangan yang aman dan sesuai dengan peraturan," urai Ira. 

Pihaknya berharap, setelah MoU ini agar dapat segera dilakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang nantinya dapat lebih memacu perkembangan Pelabuhan Jangkar. 

Baca Juga:
Persiapan Jelang Angkutan Lebaran, ASDP Tingkatkan Fasilitas di Pelabuhan Merak

"Secara cepat dan pasti, akan menjadi penunjang ekonomi signifikan dan nadi transportasi penyeberangan pilihan rakyat di Situbondo," ujarnya. 

Bupati Situbondo Karna Suswandi mengungkapkan, dengan adanya kerja sama pengelolaan operasional Pelabuhan Jangkar ini, diharapkan dapat semakin meningkatkan konektivitas dan memajukan Kabupaten Sitobundo dari sektor ekonomi. 

Baca Juga:
Makin Familiar, Pengguna Ferizy ASDP Tembus 1,38 Juta Orang

"Kami juga mengapresiasi atas kesempatan yang diberikan untuk dapat berkiprah dalam pengembangan dan pengelolaan Pelabuhan ini. Harapannya, kerja sama ini dapat menguntungkan kedua belah pihak. Tentu kami juga akan terus berbenah, mempersiapkan dan meningkatkan infrastruktur agar Pelabuhan Jangkar lebih siap dan memadai untuk melayani masyarakat," beber Karna.

Seperti diketahui, Pelabuhan Jangkar terletak di Desa Jangkar, Kecamatan Jangkar, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. 

Pelabuhan ini sebagai pelabuhan utama lintas penyeberangan regional (dalam Provinsi) yang memiliki beberapa tujuan ke Kabupaten Sumenep. 

Saat ini, Pelabuhan Jangkar memiliki satu dermaga ferry mooring dolphin 5.000 GT, parkir siap muat kendaraan kapasitas sekitar 300 kendaraan, terminal penumpang berukuran 460 m2 yang mampu menampung sekitar 500 orang, dan kapasitas parkir pengantar/penjemput sekitar 100 unit kendaraan.

Adapun lintasan eksisting yang dilayani Pelabuhan Jangkar, yakni Jangkar - Kangean 88 mil, Jangkar - Kalianget 45 mil, dan Jangkar - Raas 82 mil.

Turut hadir dalam MoU, Direktur TSDP Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Junaidi yang juga mendukung adanya MoU antara ASDP dan Pemkab Situbondo.

"Tentunya penandatanganan MoU ini sejalan dengan arahan Menteri Perhubungan dan juga Gubernur Jawa Timur sebelumnya, yang diharapkan dapat terwujud dalam mendukung perekonomian masyarakat setempat," ucapnya.

Disampaikannya, telah dilakukan survei atas potensi-potensi demand yang ada, termasuk untuk lintasan ferry jarak jauh Jangkar - Lembar. Ini nantinya akan dilakukan sosialisasi massif kepada pengguna jasa.

Junaidi menambahkan, meskipun aksesibilitas jalan di Pelabuhan Jangkar masih minim, namun telah dilakukan inisiasi perbaikan dan juga mitigasinya. 

Potensi pengembangan pelabuhan dan lintasan baru Pelabuhan Jangkar ini menjadi alternatif penyeberangan menuju wilayah timur Indonesia. (omy)