Jadi Operator Transportasi Kelas Dunia di 2023, MRT Jakarta Studi ke Jepang dan Hong Kong

  • Oleh : Fahmi

Sabtu, 11/Jun/2022 15:49 WIB
Penumpang melakukan perjalanan dengan menggunkan MRT. Penumpang melakukan perjalanan dengan menggunkan MRT.

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Direktur Operasi dan Pemeliharaan MRT Jakarta (Perseroda) Muhammad Effendi terus menyuarakan optimisme, cita-cita MRT Jakarta sejak awal beroperasi untuk jadi operator kelas dunia (world class operator) 2023 bisa tercapai. 

"Yang kami tuju tidak tanggung-tanggung, jadi world class operator. Bahkan di situ saya sudah sampaikan, di 2023 kita harus jadi world class operator. Bisa enggak? Bisa banget," kata Effendi dalam sebuah sesi webinar, Rabu (8/6/2022). 

Baca Juga:
Tertabrak Kereta di Buaran, Pria Tanpa Identitas Tewas

Effendi menjamin, MRT Jakarta sudah punya berbagai kriteria kelas dunia, baik secara fasilitas maupun sumber daya manusia (SDM) yang mengoperatorinya. 

"Satu facility internasional kita sudah punya. Kedua orang-orangnya harus world class standard, kita punya. Orang-orangnya pinter-pinter, jago Bahasa Inggris, dan pengalaman," ungkapnya. 

Baca Juga:
Perayaan 17 Agustus, KAI Bakal Aktifkan Lokomotif Pertama Tahun 1925

Selain itu, MRT Jakarta disebutnya sudah dimintai bantuan oleh negara luar seperti Myanmar, Filipina sebagai konsultan hingga pemberi pelatihan. "Jadi kalau mau bikin target kita tidak nanggung-nanggung. Kita harus ngomong jauh ke depan," imbuhnya. 

Menurut Effendi, MRT Jakarta harus mampu menunaikan mandat menjadi world class operator, seperti yang tertulis di Peraturan Daerah (Perda) DKI Jakarta Nomor 3 Tahun 2008. 

Baca Juga:
Naik KRL dari Bekasi Arah Kampung Bandan Ramai Meski di Luar Jam Sibuk

Dari situ, para awak di belakang layar MRT Jakarta lantas berguru ke berbagai operator di negara seperti Jepang, Hong Kong, India, Singapura, hingga Malaysia. 

"Jadi sudah berbeda negara, walaupun ke satu negara kita tidak hanya ke satu operator. Jadi 2017-2018 kami ke Jepang, ke berbagai operator yang ada di Jepang, enggak cuman satu. Tidak copy paste ke satu saja. Yang mana the best kita datangin," tutur Effendi. 

TOD bakal rampung

Direktur Utama MRT Jakarta William P. Sabandar mengungkap perkembangan pengerjaan enam Kawasan Berorientasi Transit atau Transit Oriented Development (TOD). Paling cepat adalah pengembangan wilayah Lebak Bulus yang ditarget rampung pada Agustus 2022. 

Dari jalur MRT Jakarta kini beroperasi, ada 6 titik yang akan dibangung kawasan TOD. Yakni, Lebak Bulus, Fatmawati, Blok M-Sisingamangaraja-ASEAN, Senayan, Dukuh Atas, dan Bundaran Hotel Indonesia. 

Transit Oriented Development atau lebih dikenal dengan sebutan TOD merupakan pengembangan yang mengintegrasikan desain ruang kota untuk menyatukan orang, kegiatan, bangunan, dan ruang publik melalui konektivitas yang mudah dengan berjalan kaki ataupun bersepeda serta dekat dengan pelayanan angkutan umum yang sangat baik ke seluruh kota.

Pada pengembangan kawasan TOD Lebak Bulus dibagi menjadi dua hal. Pertama ada simpang temu Lebak Bulus, kedua Teras Temu Lebak Bulus. William menyampaikan Pengembangan infrastruktur Simpang Temu Lebak Bulus terdiri dari 2 bagian, yakni transit plaza di depan Poins dan Jembatan interkoneksi sepanjang 200 meter dari stasiun MRT Lebak Bulus Grab ke Transit Plaza depan Poins. 

Kemudian, transit plaza seluas 2.000 meter persegi dirancang untuk mendukung kegiatan transit dengan fasilitas pemberhentian Bus Trans Jakarta, area drop-off kendaraan pribadi dan kendaraan daring, serta parkir sepeda. 

“Secara keseluruhan progres mencapai 68 persen, dan target penyelesaian Agustus 2022,” katanya mengutip paparan di Forum Pimpinan Redaksi, Kamis (26/5/2022). 

Kemudian, teras temu Lebak Bulus yang jadi lokasi strategis utamanya bagi pengguna transportasi dari luar kota. Lahan Park and Ride Lebak Bulus berada di lahan bekas terminal ayng memiliki potensi untuk dimaksimalkan menjadi pengembangan campuran dengan mengedepankan kepentingan pengguna moda transportasi publik dan pelaku perjalanan. 

“Lahan pengembangan Park and Ride Lebak Bulus seluas 1,3 hektare, progres mencapai 4,5 persen dan target penyelesaian 2023,” kata William. 

Pengembangan kawasan berorientasi juga dilakukan di kawasan Fatmawati. Kini dengan pengembangan hunian yang berorientasi transit. Disebut dengan Rumapadu Fatmawati (one Belpark) sebuah proyek Tea Arta Fatmawati dengan luas lahan 47.000 meter persegi. 

Sebagai tahap awal, Tera Arta Fatmawati dibangin sejumlah 320 unit dalam satu tower. Lokasi Tera Arta Fatmawati berada dalam jarak 1,3 kilometer dari Stasiun MRT Fatmawati Indomaret. 

Mengacu keseluruhan, progres pengembangan kawasan ini diakui William telah mencapai 62 persen dengan target penyelesaian Oktober 2022.(fhm)