Masuk Stasiun Bekasi Minim Antrean, Penumpang Semakin Ramai Bisa Naik KRL

  • Oleh : Fahmi

Senin, 13/Jun/2022 07:24 WIB
Penumpang KRL dapat langsung melakukan tap saat hendak masuk Stasiun Bekasi, Senin (13/6/2022) pagi. Penumpang KRL dapat langsung melakukan tap saat hendak masuk Stasiun Bekasi, Senin (13/6/2022) pagi.

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Semakin lengang dengan ditambahkannya kapasitas penumpang Commuterline KRL, di Stasiun Bekasi pada Senin (13/6/2022) saat jam sibuk pagi hari, barisan antrean minim. 

Penumpang KRL dapat masuk stasiun tanpa penyekatan saat volume di dalam rangkaian tampak lengang atau lebih sedikit dari kapasitas. Hal itu dikatakan oleh Direktur Utama KAI Commuter, Roppiq Lutzfi Azhar. 

Baca Juga:
KRL Arah Nambo Alami Gangguan di Stasiun Cawang, KCI Minta Maaf

"Penumpang kita ini secara aturan 80 persen kan -kuotanya. Kapasitasnya masih tercapai 70 persen dari yang ada, jadi enggak ada antrean," kata Roppiq saat ditemui BeritaTrans di Stasiun Bekasi, Senin (13/6/2022). 

Roppiq menambahkan, jika jumlah penumpang di dalam rangkaian sudah mencapai 80 persen maka, petugas tetap akan memberlakukan antrean. 

Baca Juga:
MRT Jakarta Akan Akuisisi Saham PT KCI, Kadishub DKI: Sesuai Amanat Presiden

Barisan penumpang dikatakannya hanya terjadi beberapa kali saja, itu dengan melihat kapasitas penumpang yang tiba dan akan diberangkatkan kembali. 

"Kalau nanti posisi sudah melebihi 80 persen, bakal di tahan di atas, kalau di sini enggak sampai sini," kata Roppiq. 

Baca Juga:
Pelaku Pelecehan Seksual di KRL Ditetapkan Tersangka, Terancam 5 Tahun Penjara

Dia menjelaskan, di stasiun tersebut biasanya terdapat penyekatan di gedung baru di bagian atas, dan di bawah atau sebelum menaiki bangunan baru tersebut. 

Penumpang KRL masuk stasiun tetap diberlakukan menujukkan sertifikat vaksin atau melakukan scan QR PeduliLindungi. Penumpang juga masih harus mematuhi protokol kesehatan seperti penggunaan masker dengan baik dan benar. 

Pantauan BeritaTrans.com dan Aksi.id di Stasiun Bekasi pada Senin (13/6/222) pagi ini, terlihat penumpang masuk tampak langsung berjalan memasuki peron. Sesekali juga terjadi barisan antrean, namun tidak berlangsung lama. 

Terlihat saat adanya penyekatan, petugas melakukkannya dengan menggunakan tali atau rantai. Itu ada di bagian bawah pintu masuk gedung baru sebelum naik tangga dan juga ada di area atas di depan tap tiket. Penumpang di luar stasiun tampak lengang. 

Di dalam stasiun, yaitu di area peron terlihat banyak penumpang berdiri untuk menanti KRL. Stasiun ini memberangkatkan penumpang KRL arah Tanah Abang, Kampung Bandan melalui Manggarai atau Jatinegara, Kampung Bandan dan KRL arah Cikarang. 

Diberitakan BeritaTrans.com, sejak 18 Mei 2022, KAI Commuter menjalankan operasi dan layanan KRL dan KA Lokal sesuai aturan terbaru dari pemerintah yaitu Surat Edaran Kemenhub Nomor 57 tahun 2022. 

Dalam aturan tersebut, kereta komuter di wilayah aglomerasi termasuk KRL Jabodetabek dan KRL Yogyakarta – Solo diperkenankan melayani penumpang hingga 80% dari kapasitas. Sedangkan untuk kapasitas penumpang KA Lokal perkotaan di wilayah Merak, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya diatur jumlah pengguna paling banyak 100% sesuai kapasitas. 

Meskipun terdapat aturan perjalanan yang lebih fleksibel sejalan dengan penanganan pandemi Covid-19 yang membaik, seluruh pengguna tetap perlu mengikuti aturan dan protokol kesehatan yang berlaku. 

Penumpang wajib memakai masker dengan benar hingga menutup hidung, mulut dan dagu secara sempurna sesuai dengan aturan. Para pengguna juga wajib menunjukan sertifikat vaksin melalui aplikasi PeduliLindungi atau menunjukkan sertifikat vaksin secara manual kepada petugas. 

Saat ini, operasional KRL Jobodetabek tetap beroperasi mulai pukul 04:00 – 24:00 WIB dengan 1.054 perjalanan per harinya. 

Petugas akan selalu melakukan pengendalian jumlah pengguna KRL yang dapat masuk ke kereta dengan melakukan penyekatan pengguna terutama di jam-jam sibuk.(fhm)