Stasiun Bekasi Minim Antrean, Penumpang pun Padat-Padatan di KRL

  • Oleh : Fahmi

Senin, 20/Jun/2022 08:19 WIB
Barisan antrean penumpang KRL di Stasiun Bekasi, Senin (20/6/2022) pagi. Barisan antrean penumpang KRL di Stasiun Bekasi, Senin (20/6/2022) pagi.

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Suasana di Stasiun Bekasi, Senin (20/6/2021) pagi ramai penumpang KRL, namun antrean juga lengang. 

Semakin ditambahkannya kapasitas penumpang Commuterline KRL, membuat antrean minim. Penumpang pun dapat merasakan masuk ke peron dengan cepat. 

Baca Juga:
Penumpang KA Jarak Jauh Mulai Ramaikan Stasiun Bekasi saat Masa Libur Sekolah

Pantauan BeritaTrans.com dan Aksi.id, saat berselang waktu yang lama, petugas hanya memberlakukan sekali antrean. Barisan tampak ada di bagian bawah gedung baru dan juga ada di bangunan baru saat di depan gate tap tiket. 

Terlihat antrean tidak berlangsung lama. Petugas memperhitungkan dengan ketersediaan rangkaian di peron stasiun. Penumpang pun merasakan hal lengangnya antrean pada pagi hari ini. 

Baca Juga:
Masuk Stasiun Bekasi Penumpang KRL Mangalir Lancar Meski Ramai

"Enak sih antre enggak lama, tapi di dalam kereta padat juga kalau pagi begini," kata Yuza. 

Yuza mengungkapkan saat ini memang antrean menjadi berkurang, namun kapasitas di dalam kereta menjadi padat. 

Baca Juga:
Tren Penumpang KRL dan KA Lokal Merak Meningkat Pada Masa Libur Sekolah

Meski padat, penumpang dapat langsung masuk ke dalam rangkaian dan sampai ke tempat kerja tidak terlalu lama. 

"Kalau ngantre kan waktunya jadi lebih lama, tapi ini ya padat-padat sedikitlah di dalam kereta. Sampai tempat kerja jadinya cepat," cerita Yuza. 

Di dalam stasiun, yaitu di area peron terlihat banyak penumpang berdiri untuk menanti KRL. Stasiun ini memberangkatkan penumpang KRL arah Tanah Abang, Angke, Kampung Bandan melalui Manggarai atau Jatinegara, Kampung Bandan dan KRL arah Cikarang. 

Diberitakan BeritaTrans.com, sejak 18 Mei 2022, KAI Commuter menjalankan operasi dan layanan KRL dan KA Lokal sesuai aturan terbaru dari pemerintah yaitu Surat Edaran Kemenhub Nomor 57 tahun 2022. 

Dalam aturan tersebut, kereta komuter di wilayah aglomerasi termasuk KRL Jabodetabek dan KRL Yogyakarta – Solo diperkenankan melayani penumpang hingga 80% dari kapasitas. Sedangkan untuk kapasitas penumpang KA Lokal perkotaan di wilayah Merak, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya diatur jumlah pengguna paling banyak 100% sesuai kapasitas. 

Sebelumnya antrean di stasiun pada jam sibuk, terutama pagi, menjadi rutinitas masyarakat pengguna KRL. 

Di Stasiun Bekasi petugas melakukan penyekatan dengan tali atau rantai. Penyekatan di lakukan petugas pada beberapa titik untuk menghindari penumpukan di dalam KRL. Namun, saat kapasitas di dalam rangkaian sudah ditingkatkan, kini penyekatan menjadi dikurangi. 

Penumpang KRL masuk stasiun, tetap diberlakukan menujukkan sertifikat vaksin atau melakukan scan QR PeduliLindungi. Penumpang juga masih harus mematuhi protokol kesehatan seperti penggunaan masker dengan baik dan benar. 

Meskipun terdapat aturan perjalanan yang lebih fleksibel sejalan dengan penanganan pandemi Covid-19 yang membaik, seluruh pengguna tetap perlu mengikuti aturan dan protokol kesehatan yang berlaku. 

Penumpang wajib memakai masker dengan benar hingga menutup hidung, mulut dan dagu secara sempurna sesuai dengan aturan. Para pengguna juga wajib menunjukan sertifikat vaksin melalui aplikasi PeduliLindungi atau menunjukkan sertifikat vaksin secara manual kepada petugas. 

Saat ini, operasional KRL Jobodetabek tetap beroperasi mulai pukul 04:00 – 24:00 WIB dengan 1.054 perjalanan per harinya. 

Petugas akan selalu melakukan pengendalian jumlah pengguna KRL yang dapat masuk ke kereta dengan melakukan penyekatan pengguna terutama di jam-jam sibuk.(fhm)