IPC TPK Layani Angkutan Kargo Tujuan Mediterania dari Pelabuhan Tanjung Priok

  • Oleh : Naomy

Kamis, 23/Jun/2022 13:59 WIB
Pelayanan IPC TPK Pelayanan IPC TPK


JAKARTA (BeritaTrans.com) - IPC Terminal Petikemas/IPC TPK menyambut sandarnya MV Hammonia Lipsia di Terminal 3 yang melayani rute baru tujuan Mediterania. 

Kapal ini rencana menempuh rute Marco Polo (Taicang – Da Chan Bay – Jakarta – Salerno – Civitaveccia – La Spezia). 

Baca Juga:
Pelindo Belum Pastikan Waktu IPO Anak Usaha

"Ini merupakan layanan rute baru ke empat yang dibuka IPC TPK di tahun 2022," ujar Direktur Utama IPC TPK Wahyu Hardiyanto, Kamis (23/6/2022). 

Menggandeng Pelayaran Kalypso Compagnia Di Navigazione dengan Agen Kaiso Line, rute baru ini diharapkan dapat mendorong geliat ekspor impor Indonesia yang sempat lesu pada Mei.

Baca Juga:
Meriahkan Hari Wanita Maritim Internasional, IPC TPK dan WIMA INA Gelar Sharing Season dan Donor Darah

“Kami akan secara proaktif mendorong hadirnya kapal dengan rute-rute baru. Harapan kami dengan dibukanya rute baru ini dapat menggenjot aktifitas ekspor impor khususnya untuk komoditas non migas. Langkah ini juga merupakan upaya untuk mendukung penurunan biaya logistik dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat" urainya.

Kapal Hammonia Lipsia yang berbendera Liberia ini memiliki LOA 220,48 meter, BEAM 32,24 meter dan Draught 10,5 meter. Kapal ini rencananya akan dilakukan bongkar muat sebanyak 467 TEUs di Terminal 3 IPC TPK.  

Baca Juga:
IPC TPK Bersama Pelindo Group Gelar Mudik Gratis dengan 5 Bus

Sebelumnya IPC TPK juga telah menjalin kerja sama dengan beberapa pelayaran untuk membuka layanan rute baru diantaranya Kapal KM Project dengan rute Jakarta - Port Klang, MV Meratus Sorong dengan rute China Indonesia Express bekerjasama dengan Meratus. 

Di samping itu, IPC TPK juga melayani MV MTT Samalaju dari Pelayaran Bengal Tiger Line dengan rute China Indonesia Service.  

“Layanan rute baru ini diharapkan memberikan dampak postif kepada eksportir dan importir karena dapat membuka peluang untuk ekspansi pasar ke negara-negara baru yang pada akhirnya akan memberikan dampak yang baik untuk ekonomi nasional” tutur Wahyu.  

Sebagai catatan, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan nilai ekspor Indonesia di bulan Mei 2022 mengalami penurunan 21,29% sementara nilai impor Indonesia mengalami penuruan 5,81% dibandingkan bulan sebelumnya. (omy)