Kapal Tak Berizin Dilarang Berlayar Angkut Wisatawan di Labuan Bajo

  • Oleh : Fahmi

Selasa, 05/Jul/2022 17:20 WIB
Tim dari Kementerian PPN/Bappenas meninjau rencana pembangunan di kawasan wisata Pulau Kelor di Taman Nasional (TN) Komodo, Manggarai Barat, NTT, Sabtu (18/7/2020). Tim dari Kementerian PPN/Bappenas meninjau rencana pembangunan di kawasan wisata Pulau Kelor di Taman Nasional (TN) Komodo, Manggarai Barat, NTT, Sabtu (18/7/2020).

MANGGARAI BARAT (BeritaTrans.com) - Kapal wisata di Labuan Bajo akan ditertibkan. Kapal tak berizin dilarang berlayar di perairan Pulau Komodo. 

Penertiban akan dilakukan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Baca Juga:
Hore, Menhub Bilang Bank Dunia akan Bantu Bangun Kapal Ro-Ro untuk di NTT

Sebelumnya ada kapal-kapal wisata ilegal yang mengangkut wisatawan berwisata ke kawasan Pulau Komodo. 

"Kami sudah melakukan kordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk melakukan penertiban terhadap kapal-kapal wisata yang beroperasi di Labuan Bajo. Kapal-kapal yang tidak memiliki izin operasi di Labuan Bajo tentu akan dilarang mengangkut wisatawan yang datang berwisata di Komodo," kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sony Zeth Libing ketika dihubungi di Kupang, Selasa (5/7/2022). 

Baca Juga:
KM Sirimau Karam di Perairan Lembata, Penumpang Bertahan Tunggu Air Pasang

Keberadaan kapal-kapal yang beroperasi di Labuan Bajo harus diatur. Sehingga kapal wisata yang beroperasi yang gunakan para wisatawan harus memenuhi syarat sebagai kapal wisata. 

"Kapal yang digunakan para wisatawan harus laik berlayar dengan memenuhi standar keamanan dan keselamatan bagi penumpang terutama para wisatawan," tegasnya. 

Baca Juga:
Waduh! Ratusan Ekor Sapi dari NTT Tertahan di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya

Kapal-kapal wisata yang tidak memenuhi syarat yang ditentukan dilarang untuk mengangkut wisatawan beroperasi di Labuan Bajo. 

"Kapal-kapal wisata yang beroperasi di Kabupaten Manggarai Barat wajib berlabuh di Labuan Bajo, jika tidak mau jangan beroperasi di Labuan Bajo," kata Sony Zeth Libing. 

Sebelumnya kasus kecelakaan laut yang menimpa wisatawan terjadi secara beruntun di wilayah perairan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat diduga karena kapal tidak memenuhi standar keselamatan yang ditentukan. 

"Tidak memenuhi standar keselamatan sebagai kapal wisata tentu tidak diizinkan beroperasi. Petugas keamanan dipastikan bertindak tegas karena Pemda NTT tiak ingin kasus kecelakaan bagi wisatawan terus terjadi di daerah itu," tegas Sony Zeth Libing. (Fh/sumber:Antara)