Naik 149 Persen, Semester I ASDP Cetak Laba Rp380 Miliar

  • Oleh : Naomy

Kamis, 28/Jul/2022 20:26 WIB
Layanan ASDP di Pelabuhan Layanan ASDP di Pelabuhan

JAKARTA (BeritaTrans.com) - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus mempertahankan kinerja positif perusahaan di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang masih berdampak luas bagi industri, termasuk angkutan penyeberangan. 

Direktur Utama ASDP Ira Puspadewi mengatakan, sejak periode pemulihan kondisi ekonomi nasional tahun 2021 pasca pandemi Covid-19 melanda Indonesia, bisnis sektor transportasi berangsur pulih dan mulai kembali normal seperti tahun 2019. 

Baca Juga:
ASDP Relokasi KMP Jatra II dari Lintas Merak-Bakauheni, Perkuat Lintas LDF Ketapang-Lembar

"Alhamdullilah, ASDP terus bangkit kinerjanya, dan kami terus hadir bagi masyarakat dengan pelayanan penyeberangan dan pelabuhan yang semakin baik, andal, mudah dan cepat, aman, nyaman dan selamat. Kini, layanan ferry sudah menjadi transportasi pilihan masyarakat, khususnya di jalur Jawa-Sumatera yang menjadi barometer layanan ferry di seluruh Indonesia," tuturnya di Jakarta, Kamis (28/7/2022).

Menurutnya, angkutan logistik masih menjadi kontributor terbesar dalam mendongkrak pendapatan perusahaan. 

Baca Juga:
Persiapan Jelang Angkutan Lebaran, ASDP Tingkatkan Fasilitas di Pelabuhan Merak

Data menyebutkan, dari target kendaraan logistik tahun 2022 dengan skenario masa pandemi Covid-19 sebesar 1,76 juta, hingga semester I-2022, ASDP berhasil melayani 631.740 kendaraan logistik yang didominasi truk yang terdiri dari golongan VB, VIB, VII B, VIII dan IX dengan total pendapatan sekitar Rp430 miliar.

Adapun kontribusi muatan barang (curah) juga mengalami kenaikan signifikan. Dari target 2022 sebanyak 123 ribu ton (skenario Covid-19), hingga Juni 2022 telah diangkut muatan barang sebanyak 1,33 juta ton dengan nilai pendapatan Rp16 miliar. 

Baca Juga:
Makin Familiar, Pengguna Ferizy ASDP Tembus 1,38 Juta Orang

"Pada semester I-2022 ini, ASDP meraih performansi bisnis perseroan yang kian menggembirakan," kata Ira. 

Berdasarkan laporan kinerja konsolidasian ASDP mulai Januari hingga Juni 2022 tercatat membukukan pendapatan Rp1,89 triliun, dan laba bersih sebesar Rp380,5 miliar. 

"Pendapatan semester I-2022 sebesar Rp1,89 triliun belum mencapai dari total target 2022 senilai Rp2.029 triliun atau baru mencapai 93% dari rencana dalam kondisi normal sebelum Covid-19. 

"Pendapatan Januari-Juni tercatat di tahun 2019 sebesar Rp1,5 triliun, dan untuk periode semester I-2022 mengalami kenaikan 26 persen bila dibandingkan periode sama tahun lalu," tuturnya.

Selanjutnya, capaian laba bersih korporat telah, mencapai 539 persen dari target, dan mengalami pertumbuhan 149% dari laba di tahun 2021 sebesar Rp152,5 miliar. 

Pencapaian kinerja positif semester I-2022 dikontribusikan kinerja penyeberangan baik produksi perintis dan komersial (gabungan) antara lain produksi penumpang mencapai sebanyak 3,73 juta orang atau naik sebesar 104 % dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak 1,83 juta orang.

Lalu, kendaraan roda dua dan tiga sebanyak 1,80 juta unit atau naik 76% dari 1.02 juta unit, kendaraan roda 4/lebih mencapai 1,95 juta unit atau naik 64 persen dibandingkan realisasi periode sama tahun lalu sebanyak satu juta unit, dan barang mencapai 1,98 juta/ton atau naik 326% bila dibandingkan realisasi tahun 2021 sebanyak 465.107 ton. 

"Menariknya lagi selama pandemi Covid-19 terjadi shifting perubahan perilaku dari pejalan kaki ke kendaraan pribadi atau kendaraan penumpang sehingga terjadi peningkatan pada kendaraan penumpang. Sedangkan untuk logistik, kenaikan didukung regulasi bahwa tidak ada pembatasan pergerakan untuk kendaraan logistik," ujar Ira lagi.

Kinerja positif yang dialami ASDP menurutnya, juga didukung program pengendalian biaya melalui langkah efisiensi yang ditunjukan dengan operating ratio 59,88 persen lebih rendah 15,72 persen dibanding periode sama tahun lalu sebesar 71,05 persen.  

Selanjutnya, BOPO (perbandingan antara biaya operasional dengan pendapatan operasional) Tahun 2022 sebesar 79,23% lebih rendah dibanding tahun 2021 sebesar 90,56%, hal ini menunjukan bahwa perusahaan berhasil meningkatkan efisiensinya dengan adanya pengendalian keuangan terhadap realisasi beban pokok dan beban usaha.

Hal yang sama dengan peningkatan Cash Ratio sebesar 70,11% turun sebesar 74,65% dari tahun 2021 sebesar 276,58%, dan Current Ratio sebesar 114,43% turun sebesar 55,48% dari tahun 2021.

"Dari kondisi ini, posisi ASDP menjadi perusahaan solvable, yakni memiliki kemampuan untuk membayar seluruh total hutangnya menggunakan total aset sebesar 22,19%, dan Debt to Equity 16,05%," imbuh Ira.

Selain itu, pada semester I-2022 ASDP juga berhasil membukukan nilai EBITDA positif sebesar Rp618,13 miliar, tumbuh sebesar 64,03% dari tahun 2021 sebesar Rp 376,83 miliar. 

"Hal ini menunjukan bahwa perusahaan mampu menghasilkan tingkat profitabilitas yang semakin baik dari tahun ke tahun," pungkasnya. (omy)