Pelni Bersyukur Insiden Asap KM Ciremai di Pelabuhan Tanjung Priok Cepat Terkendali Berkat Bantuan Banyak Pihak

  • Oleh : Naomy

Kamis, 28/Jul/2022 20:38 WIB
Kapal Ciremai Kapal Ciremai


JAKARTA (BeritaTrans.com) -  Insiden munculnya asap di kapal penumpang milik PT Pelni (Persero), Kamis (28/7/2022), berhasil dikendalikan.

Kepala Kesekretariatan Perusahaan PT PELNI Opik Taupik menginformasikan bahwa asap berhasil dikendalikan berkat penanganan cepat dari ABK KM Ciremai dan bantuan berbagai pihak. 

Baca Juga:
Di Bulan K3 Nasional, JICT Resmikan Gedung Fire Station & Rescue

Saat ini otoritas terkait sedang melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mengetahui penyebab munculnya asap di KM Ciremai. 

"Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak TNI AL, Polri, Kementerian Perhubungan, Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Pelindo yang dengan cepat membantu kami mengendalikan situasi. Alhamdulillah sumber asap sudah berhasil kami tangani dan saat ini kami fokus melakukan pemeriksaan terkait penyebab munculnya asap di KM Ciremai. Tidak ada korban jiwa dari peristiwa ini dan situasi sudah sepenuhnya aman terkendali," beber Opik. 

Baca Juga:
Mahasiswa IPB Gali Ilmu dengan Ber-PKL di Karantina Tanjung Priok

Saat asap muncul, KM Ciremai dalam posisi sedang labuh jangkar berjarak 3,2 NM (nautical mile) dari Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. 

Kapal hanya diisi oleh kru dan tidak mengangkut penumpang karena dalam posisi menunggu jadwal pelayaran. 

Baca Juga:
Kembali Torehkan Prestasi, IPCC Sabet 3 Penghargaan Sekaligus di OP Awards 2022

Dalam proses penanganan sumber asap, ABK KM Ciremai dibantu oleh Lantamal dan Kolinlamil Tanjung Priok, Polairud dan Polres KP3 Tanjung Priok, armada Kementerian Perhubungan, Kementerian KKP serta tugboat milik Pelindo. 

KM Ciremai merupakan kapal penumpang berkapasitas 2.000 orang yang melayari rute Tg. Priok - Surabaya - Makassar - BauBau - Sorong - Manokwari - Biak - Jayapura - Biak - Manokwari - Sorong - Namlea - BauBau - Makassar - Surabaya - Tg. Priok. 

"Baik KM Ciremai maupun seluruh armada kapal PT Pelni dilengkapi dengan alat keselamatan yang sesuai dengan standar internasional (SOLAS) dan ABK yang terlatih dalam menghadapi situasi darurat. Kami juga memiliki Management Response Team (MRT) yang bertugas sebagai komando penanganan cepat saat terjadi insiden di atas kapal," tutur Opik. (omy)