Garuda Mulai Kembalikan Pesawat Bombardier CRJ-1.000

  • Oleh : Naomy

Selasa, 02/Agu/2022 17:18 WIB
Pesawat Bombardier Garuda Pesawat Bombardier Garuda

 

JAKARTA (BeritaTrans.com) – Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia mulai mengembalikan secara bertahap pesawat Bombardier CRJ-1000 yang pada fase awal ini dilakukan melalui pengembalian dua armada.

Baca Juga:
Garuda Indonesia Ikuti Imbauan Kemenhub Tentang Ketentuan Harga Tiket Pesawat

Sebelumnya 18 pesawat produksi Perusahaan berbasis di Montreal, Kanada Bombardier CRJ-1000 pernah dioperasikan Garuda.

Tindak lanjut pengembangan armada tersebut merupakan bagian dari hasil tindak lanjut kesepakatan negosiasi bersama lessor pesawat Bombardier CRJ-1000 yakni Nordic Aviation Capital (NAC) serta Export Development Canada (EDC). 

Baca Juga:
Dukung Tomohon Flower Festival, Garuda Operasikan Penerbangan Tambahan dari dan Menuju Manado

"Pengembalian armada tersebut merupakan bagian dari strategi restrukturisasi armada yang dijalankan Garuda sejalan dengan telah dirampungkannya putusan homologasi Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang ("PKPU") termasuk intensifikasi rencana strategis Perusahaan dalam rangka percepatan pemulihan kinerja," beber Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra, Selasa (2/8/2022).

Pengembalian dua pesawat Bombardier CRJ-1000 dengan nomor registrasi PK-GRQ dan PK-GRN tersebut diberangkatkan kemarin (1/8/2022) pukul 09.00 WIB dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju MHIRJ Facility Service Centre, Tucson, Arizona, Amerika Serikat. 

Baca Juga:
Garuda Intensifkan Langkah Restrukturisasi Kinerja

Irfan mengatakan, pengembalian armada tersebut merupakan bagian dari langkah transformasi Garuda guna memperkuat fundamen operasional yang lebih solid dengan mengoptimalkan utilisasi armada serta penyesuaian alat produksi termasuk spesifikasi pesawat yang disesuaikan dengan segmentasi dan karakteristik pasar.

"Hal ini turut sejalan dengan komitmen kami untuk semakin cermat dan prudent dalam mengembangkan langkah ekspansi kinerja dengan basis kebutuhan alat produksi yang lebih terukur dan mengedepankan basis landasan cost leadership dalam setiap prosesnya," katanya.

Sebelumnya pada 19 Juli 2022, pihaknya juga telah mengembalikan satu-satunya armada Boeing 737 Max-8 dengan nomor registrasi PK-GDA kepada lessor Bocomm Leasing di Belanda. 

Lebih lanjut, langkah restrukturisasi Perusahaan dalam jangka panjang juga dioptimalkan melalui kesepakatan bersama dengan lessor terkait dengan perubahan maupun perpanjangan kontrak sewa.

"Seperti penerapan skema power by-the-hour untuk pembayaran biaya sewa pesawat di mana nantinya Perusahaan akan membayar biaya sewa berdasarkan jam terbang pesawat," ungkap dia.

Melalui berbagai langkah strategis tersebut, Garuda berhasil menekan biaya sewa untuk pesawat narrow body hingga di kisaran 30 persen dan pesawat wide body hingga di kisaran 69 persen. 

“Kami juga akan terus mengevaluasi kondisi rute yang beroperasi dengan menyesuaikan jenis armada berdasarkan tingkat keterisian penumpang melalui penggunaan armada wide body untuk rute yang memiliki kontribusi positif pada kinerja perusahaan. Sementara itu, untuk memberikan berbagai alternatif destinasi penerbangan internasional bagi para pengguna jasa, Garuda akan mengoptimalkan sinergi bersama dengan airline partner baik melalui skema interline maupun codeshare,” papar Irfan.

Sejalan dengan tindak lanjut kesepakatan yang telah berhasil dicapai perusahaan dengan lessor serta didukung peningkatan kinerja yang mulai menunjukkan pertumbuhan yang positif, selanjutnya Garuda akan menambah pengoperasian sebanyak tiga armada B737-800 NG yang sebelumnya direlokasi oleh lessor untuk melengkapi proyeksi pengoperasian armada Garuda yang diperkirakan akan mencapai 60-70 armada di akhir tahun 2022. (omy)