Puji Pemuda Aceh Aktif Promosikan Kuliner Lokal, Menparekraf: Daya Tarik bagi Wisatawan

  • Oleh : Naomy

Kamis, 04/Agu/2022 17:40 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno di sela festival kuliner Aceh Menparekraf Sandiaga Uno di sela festival kuliner Aceh

 

BANDA ACEH (BeritaTrans.com) - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno puji keterlibatan aktif pemuda Kota Banda Aceh dalam mempromosikan kuliner khas daerah sehingga meningkatkan daya tarik wisatawan untuk berkunjung. 

Baca Juga:
Mantap, Jatim Miliki Desa Wisata Terbanyak Masuk 50 Besar ADWI 2022

Di acara "Meat-Eat-Talk (MET) Aceh Culinary Festival 2022", Rabu (3/8/2022) malam di Grand Arabia Hotel, Banda Aceh Menparekraf bertemu lebih dari 30 content creator. Mereka berdiskusi dan menyampaikan aspirasi kepada Menparekraf. 

"Saya mengapresiasi Pemerintah Kota Banda Aceh khususnya Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, yang merangkul anak-anak muda untuk berkreasi melalui inovasi, adaptasi, dan kolaborasi dengan membuat konten-konten menarik," kata Menparekraf.

Baca Juga:
Kemenparekraf Hadirkan Wellness Village dalam IWTCF 2022

Menurutnya, salah satu cara paling tepat untuk mendorong kebangkitan ekonomi dan membuka lapangan kerja di Banda Aceh dan Aceh pada umumnya adalah melalui sektor kuliner. 

Aceh selama ini dikenal dengan cita rasa kuliner yang beragam yang menjadi favorit wisatawan. Sebut saja seperti Mie Aceh, Ayam Tangkap, Kuah Beulangong, juga tentunya Kopi. 

Baca Juga:
Maknyus, Ada Sajian 11 Kuliner Keraton Mangkunegaran dalam Gala Dinner IWTCF 2022

"Cara paling tepat untuk mengangkat perekonomian di Aceh juga dalam upaya penciptaan lapangan kerja adalah melalui subsektor kuliner di mana subsektor ini (secara nasional) menyumbang 42 persen dari PDB ekonomi kreatif," kata Menparekraf. 

Pemerintah kota dengan kebijakannya yang berpihak mudah-mudahan bisa menggerakkan ekonomi lebih cepat lagi. 

Dia percaya anak muda termasuk para content creator akan mampu mengangkat popularitas kuliner Indonesia. Termasuk dalam menyokong "Indonesia Spice Up the World" yang merupakan program pemerintah yang melibatkan sejumlah kementerian/lembaga, sebagai salah satu upaya meningkatkan pemasaran produk bumbu atau pangan olahan dan rempah Indonesia di luar negeri. 

"Terutama di Afrika, Australia, dan negara potensial lainnya," ungkapnya. 

Indonesia Spice Up The World juga diharapkan dapat mengembangkan dan menguatkan eksistensi restoran Indonesia di luar negeri, atau sebagai bagian dari gastrodiplomasi restoran.

Dengan begitu, adanya Indonesia Spice Up The World diharapkan dapat meningkatkan ekspor pangan olahan, terutama bumbu rempah.

Indonesia Spice Up The World menargetkan pada 2024 dapat menghadirkan 4.000 restoran Indonesia di luar negeri, serta meningkatkan nilai ekspor bumbu dan rempah.

"Target Indonesia Spice Up the World dapat tercapai untuk menjadikan Indonesia sebagai gastronomi super priority destination dunia," imbuh Menparekraf. 

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Almuniza Kamal mengatakan, kegiatan MET merupakan bagian dari rangkaian acara menjelang "Aceh Culinary Festival 2022" yang akan berlangsung pada 5 hingga 7 Agustus 2022 di Taman Sulthanah Safiatuddin, Kota Banda Aceh. 

Aceh Culinary Festival 2022 merupakan agenda kuliner tahunan dan terbesar di Provinsi Aceh. Perwakilan dari 23 kabupaten/kota akan dikumpulkan seluruh makanan khasnya untuk bisa dinikmati para traveler.

Aceh Culinary Festival 2022 akan menyajikan lebih dari 100 kuliner khas berbagai daerah di Indonesia untuk dicicipi. Aceh Culinary Festival 2022 juga akan dimeriahkan dengan sejumlah rangkaian acara pendukung.

"Di antaranya seni pertunjukan musik, kelas memasak, hingga meet and greet bersama tokoh-tokoh yang telah lama berkecimpung di dunia kuliner," ujarnya.

Dari 23 kabupaten/kota di Aceh akan hadir, ada delapan provinsi di Sumatera juga akan mengirimkan perwakilannya. 

"Kami menargetkan selama tiga hari penyelenggaraan acara akan didatangi 50 ribu pengunjung dengan target nilai transaksi sebesar Rp3 miliar," kata Almuniza. (omy)