Korban Kecelakaan Pikap di Ciamis tak Dapat Santunan Jasa Raharja

  • Oleh : Fahmi

Rabu, 10/Agu/2022 16:38 WIB
Kondisi mobil pikap yang mengalami kecelakaan diparkirkan di SPBU Nagrak, Jalan Jenderal Sudirman, Kabupaten Ciamis, Selasa (9/8/2022).  Kondisi mobil pikap yang mengalami kecelakaan diparkirkan di SPBU Nagrak, Jalan Jenderal Sudirman, Kabupaten Ciamis, Selasa (9/8/2022). 

TASIKMALAYA (BeritaTrans.com) - PT Jasa Raharja tidak memberikan santunan kepada korban kecelakaan mobil pikap di Jalan Raya Sukamantri-Panjalu, Dusun Cimara, Desa Cibeureum, Kecamatan Sukamantri, Kabupaten Ciamis, pada Senin (8/8/2022). Peristiwa itu dinilai termasuk dalam kategori kecelakaan tunggal.

Kepala PT Jasa Raharja Perwakilan Tasikmalaya, Abdurrahman Damanik, mengatakan, peristiwa kendaraan pikap yang terperosok ke jurang itu merupakan kecelakaan tunggal. Itu didasari dari laporan polisi Polres Ciamis terkait kejadian tersbut.

Baca Juga:
Forum Komunikasi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kabupaten Sumedang Bersinergi Dalam Pencegahan Kecelakaan

"Kecelakaan tersebut merupakan kecelakaan tunggal, maka tidak terjamin dalam UU Nomor 34 Tahun 1964 jo PP Nomor 18 Tahun 1965," kata dia saat dikonfirmasi Republika, Selasa (9/8/2022).

Dia menjelaskan, berdasarkan Pasal 10 UU Nomor 34 Tahun 1964 disebutkan, setiap orang yang berada di luar alat angkutan lalu-lintas jalan yang menimbulkan kecelakaan, yang menjadi korban akibat kecelakaan dari penggunaan alat angkutan lalu-lintas jalan tersebut sebagai demikian, diberi hak atas suatu pembayaran dari Dana Kecelakaan Lalu-lintas Jalan, kecuali dalam hal-hal yang tercantum dalam pasal 13.

Baca Juga:
Jasa Raharja Hadiri Rapat Koordinasi FKLL Kabupaten Karawang, Provinsi Jabar Tempati Posisi ke-3 Jumlah Santunan dan Korban Laka Terbesar

Namun, dalam kasus pikap mengalami kecelakaan di Kabupaten Ciamis, korban dari kendaraan pikap adalah korban yang berada dalam kendaraan sebagai penyebab kecelakaan. Alhasil, kondisi korban tak terjamin dalam dana kecelakaan.

Dia menambahkan, biaya perawatan korban akan dibebankan kepada BPJS Kesehatan apabila korban termasuk dalam kepesertaan jaminan itu. "Karena kami tidak menjamin biaya perawatan, sebagai penjamin kedua, BPJS akan menjamin biaya perawatan korban apabila korban tersebut merupakan peserta BPJS Kesehatan," kata dia.

Baca Juga:
Jasa Raharja Jabar Gerak Cepat Tangani Kecelakaan di Tol Purbaleunyi KM 103.800

Dalam kecelakaan itu, dari 17 orang penumpang yang ada, sebanyak delapan orang dilaporkan meninggal dunia. Sementara sisanya mengalami luka-luka.(fhm/sumber:republika)