Demi Habitat Bekantan, PUPR Ingin Bangun Tol Bawah Laut di IKN Nusantara

  • Oleh : Fahmi

Jum'at, 12/Agu/2022 14:28 WIB
Rencananya tol bawah laut akan dibangun di IKN Nusantara. Foto/Ilustrasi/structurae.net Rencananya tol bawah laut akan dibangun di IKN Nusantara. Foto/Ilustrasi/structurae.net

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan pembangunan jalan tol bawah laut bakal diwujudkan di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Pembangunan jalan tol bawah laut terinspirasi oleh Korea Selatan. 

Menteri Basuki menjelaskan, upaya itu dilakukan lantaran akses tol ke IKN Nusantara nantinya bakal melewati habitat bekantan, sehingga untuk menghindari terganggunya ekosistem, diperlukan jalur tol alternatif. 

Baca Juga:
Astra Infrastruktur Segera Naikkan Tarif Tol

Menurutnya pembangunan yang bakal dilakukan nanti bukan berupa terowongan yang dilakukan di darat, seperti membuat lubang. Namun ada teknologi yang ditiru dari Korea yang diterapkan pada pembangunan terowongan bawah laut di IKN Nusantara. 

"Kami lihat di Korea, bukan terowongan bawah laut, teknologinya beda, kalau terowongan itu kan membuat lubang. Kalau ini bukan membuat lubang, kita bikin di darat, terus dicemplungkan ke laut," kata Menteri Basuki Usai membuka 2nd Announcement World Water Forum di kantornya, Kamis (11/6/2022). 

Baca Juga:
Menteri PUPR Minta Proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan Rampung pada 2024

Menteri Basuki menjelaskan alasan dibangunnya tol itu bukan hanya sebagai peningkatan konektivitas menuju kawasan IKN Nusantara, juga sekaligus melindungi habitat yang ada. 

"Jadi kita bikin yang di bawah laut, mudah-mudahan tidak menggangu lingkungan, dan itu menjadi terdalam di dunia, kita mau bikin itu," sambungnya. 

Baca Juga:
Tarif Gratis, Truk-Truk Besar Angkut Logistik Berseliweran di Tol Cibitung-Cilincing Sepanjang 24,75 Kilometer

Lebih lanjut Menteri Basuki mengatakan saat ini masih tahap FS (feasibility study) untuk pembangunan infrastruktur tersebut. Sehingga keberadaannya tidak menganggu ekosistem makhluk hidup lain. 

"Kedalamannya sedang didesain, sekarang sedang masa FS, mungkin setelah tender tol ini sudah selesai, mungkin 2023 bakal ditender," pungkasnya.(fh/sumber:sindonews)