Angkasa Pura I Raih 2 Penghargaan TJSL & CSR Award 2022

  • Oleh : Naomy

Jum'at, 12/Agu/2022 21:51 WIB
Angkasa Pura I Raih Penghargaan Angkasa Pura I Raih Penghargaan

 

JAKARTA (BeritaTrans.com) – PT Angkasa Pura I berhasil meraih dua penghargaan dalam ajang TJSL & CSR Award 2022.

Baca Juga:
Angkasa Pura I jadi Perusahaan Pertama Peserta Program Kepatuhan Persaingan Usaha oleh KPPU

Ini Tahun Ke-2 kegiatan yang digelar BUMN Track dan Indonesia Shared Value Institute (ISVI) Kamis (11/8/2022) malam. 

Dalam penghargaan tersebut, Angkasa Pura I berhasil peroleh penghargaan "Special Appreciation to Company on Supporting TJSL Pillar of Environment in Reef Transplantation" dan "Committed Leader to TJSL Initiative on Transportation Facilities and Infrastructure" yang diberikan kepada Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum PT Angkasa Pura I M. Arifin Firdaus.

Baca Juga:
Angkasa Pura I Bareng Satgas Bencana BUMN Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa Cianjur

Penghargaan tersebut merupakan pengakuan atas komitmen Angkasa Pura I dalam komitmennya terhadap pembangunan yang berkelanjutan dengan memberikan manfaat pada ekonomi, sosial, dan lingkungan. 

"PT Angkasa Pura I merasa bangga dan menyampaikan rasa terima kasih atas penghargaan yang kami peroleh dalam ajang TJSL & CSR Award 2022 Tahun Ke-2. Kami memiliki komitmen untuk mewujudkan praktik bisnis berkelanjutan melalui implementasi tanggung jawab sosial perusahaan demi terwujudnya tujuan pembangunan berkelanjutan," ujar Arifin.

Baca Juga:
Angkasa Pura II Bersama BUMN Lainnya Bantu Penanggulangan Bencana Gempa Cianjur, Dirikan Posko dan Evakuasi Korban

Penghargaan ini secara khusus diterima atas program transplantasi terumbu karang yang dilaksanakan di kawasan pesisir Kepulauan Maluku.

Program ini terlaksana secara berkesinambungan, dimulai dari tahun 2017 hingga saat ini. 

"Melalui program ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi positif terhadap ekosistem kelautan di Kepulauan Maluku, serta dapat bermanfaat terhadap sektor pariwisata dan perekonomian warga setempat," lanjutnya.

Sejak diinisiasi di tahun 2017, program ini telah terlaksana di empat kawasan pantai di Kepulauan Maluku, yaitu di Pantai Liang Kecamatan Salahutu dengan total 250 fragmen terumbu karang ditanam, di Pantai Ora Kecamatan Seram dengan total 540 fragmen ditanam, di Pantai Hutupokol Kecamatan Leihitu dengan 280 fragmen ditanam, dan di Pantai Wisata Lubang Buaya Kecamatan Leihitu dengan 800 fragmen ditanam. 

Adapun total realisasi bantuan transplantasi terumbu karang dari tahun 2017 hingga tahun 2021 adalah sebanyak 1.870 fragmen ditanam, dengan nilai bantuan sebesar Rp328.915.000.

"Sejak dilaksanakan di tahun 2017, kami melihat adanya indikator keberhasilan dari program transplantasi terumbu karang. Sebelumnya, hanya terdapat 22 spesies ikan yang hidup di kawasan pesisir pantai. Jumlah ini naik menjadi 38 spesies ikan setelah terlaksananya program ini. Kami bekerja sama dengan Universitas Pattimura dalam pemantauan progress, serta dengan Ambon Damsel Diving Community dalam pelaksanaan program transplantasi terumbu karang," ujar dia. 

Program ini juga menghadirkan dampak positif dalam sektor pariwisata, dengan peningkatan jumlah pengunjung kawasan pantai dari sebelumnya hanya 5-10 pengunjung per bulan naik menjadi 15-20 pengunjung per bulan. 

Pengunjung rata-rata melakukan aktivitas diving dan snorkeling untuk melihat dan berswafoto di media tempat terumbu karang ditanam.

Sementara dalam sambutannya, CEO BUMN Track SH Sutarto menyampaikan apresiasinya terhadap peran serta BUMN dan anak perusahaan BUMN dalam keikutsertaan di penghargaan ini.

Tahun kedua ini semakin terlihat banyak kemajuan baik dari segi kompetensi maupun profesionalitas peserta, disamping jumlah kepesertaan yang juga meningkat dari 70 tahun lalu menjadi 82 peserta.

"Hal ini membuktikan bahwa BUMN dan Anak Perusahaan BUMN tidak hanya bertahan di masa pandemi tetapi juga terus bertumbuh dari sisi kinerja maupun tanggung jawab sosial," ujarnya.

Pihaknya berharap program transplantasi terumbu karang yang telah dilaksanakan dapat membantu meregenerasi dan memulihkan ekosistem terumbu karang yang rusak, sehingga dapat berkontribusi positif terhadap lingkungan.

Selain itu, kami juga berharap program ini dapat semakin meningkatkan potensi daya tarik pariwisata di Provinsi Maluku, sehingga juga dapat memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian masyarakat," pungkas Arifin. (omy)