Siap Beroperasi, Harga Tiket Kereta Api Maros-Barru Rp 10 Ribu

  • Oleh : Fahmi

Sabtu, 13/Agu/2022 18:06 WIB
Kepala BPKA Sulsel, Andi Amanna Gappa dan Direktur Utama PT Borsya Digital Smartindo melakukan MoU terkair dengan tiketing Kereta Api Sulsel yang sudah mulai beroperasi. (Foto:Istimewa) Kepala BPKA Sulsel, Andi Amanna Gappa dan Direktur Utama PT Borsya Digital Smartindo melakukan MoU terkair dengan tiketing Kereta Api Sulsel yang sudah mulai beroperasi. (Foto:Istimewa)

MAROS (BeritaTrans.com) - Menjelang pengoperasian tahap pertama dua bulan ke depan, Balai Pengelolaan Kereta Api (BPKA) Sulawesi Selatan (Sulsel) bersama PT Borsya Digital Smartindo (BDS) melakukan kerja sama terkait penanganan sistem E ticketing.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum Of Understanding (MoU) antara kedua belah pihak. Penandatangan perjanjian kerja sama ini dilakukan di Komplek Depo Kereta Api, Desa Pallantikang, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, Jumat (12/8/2022).

Baca Juga:
Terapkan Face Recognition, Boarding Kini Cukup Pindai Wajah

Kepala BPKA Sulsel, Andi Amanna Gappa mengatakan, perjanjian kerja sama ini sekaitan dengan sistem ticketing untuk persiapan operasi kereta api tahap 1 yang akan diterapkan nantinya.

"Penyediaan platform ticketing ini betul-betul hasil kolaborasi kami dengan PT Borsya Digital Smartindo. Makanya kami melakukan penandatanganan kerja sama untuk ke depannya," jelasnya.

Baca Juga:
KAI Daop 5 Purwokerto Tawarkan Promo Tarif Murah Kereta Api, Mulai Rp15 Ribu

Amanna menambahkan Paltform ticketing ini, dibuat dalam bentuk Super Apps yang diberi nama Jokka Jokka. Di dalamnya tidak hanya ticketing, tapi juga bisa dikembangkan untuk kegiatan bisnis lainnya.

Rencananya kata Ammana Gappa, aplikasi Jokka Jokka akan dirilis bulan Oktober bersamaan peresmian Kereta Api tahap 1 yang akan berjalan kabupaten Maros ke Kabupaten Barru.

Baca Juga:
Begini Cara Pesan Tiket Kereta Api di KAI Access, Bisa Pesan 10 Tiket Sekaligus

Dengan adanya platform ticketing yang diciptakan dari hasil kolaborasi ini, kata Amanna, diharapkan mampu memudahkan masyarakat.

"Jadi diharapkan ketika platofrm dan tiketing ini sudah terbangun di stasiun maka masyarakat akan terlayani dengan baik dan aksesnya sangat mudah," tuturnya.

Mengingat keberadaan kereta api adalah hal yang baru di Sulsel, maka selain aplikasi Jokka-jokka, pihaknya juga tetap menyediakan layanan ticketing secara manual. Sementara untuk aplikasi Jokka-jokka dilakukan bertahap.

"Kalau langsung kita buat digital, saya khawatir belum tentu semuanya siap. Jadi kita tetap menyiapkan pelayanan ticketing secara manual," tuturnya.

Dia menyebutkan, hingga saat ini pihaknya masih belum menentukan tarif yang dikenakan untuk kereta api ini. Pasalnya, sebagai kereta api pertama di Sulawesi, Kereta api masuk dalam skema perintis, dan biaya tiketnya sudah ditanggung Pemerintah hingga tiga tahun mendatang.

"Karena ini masuk dalam skema perintisan, maka biaya tiketnya ada kayak subsidi dari Kementrian Pehubungan selama tiga tahun ke depan. Jadi bisa saja harga tiket kereta api dari Maros ke Barru hanya sekitar Rp10 ribu atau Rp5 ribu saja. Tapi ini belum kami tentukan ya," jelasnya kepada awak media.

Direktur Utama PT Borsya Digital Smartindo, Khairullah menjelaskan, Super Apps Jokka Jokka merupakan digital ecosystem yang dimulai dari ticketing system.

"Tahapan awal memang tentang perkeretaapian, tiket untuk penumpang, tiket untuk wisata, tapi tidak memungkinkan jika ekosistem sudah terbentuk, tidak menutup kemungkinan bisa berkembang untuk pemesanan yang lain," ujarnya.

Tak hanya itu, Jokka Jokka juga akan menyediakan fitur payment atau pembayaran dengan bekerja sama dengan perbankan dan e-wallet.

"Dalam waktu dekat kita akan mengundang kawan-kawan perbankan atau rekan bisnis lainnya untuk mengakomodir platform ini," tutupnya.(fh/sumber:sindonews)