Keren, Kapal Selam TNI AL Kini Punya Amunisi Counter Terpedo Baru

  • Oleh : Redaksi

Senin, 22/Agu/2022 17:11 WIB
KRI Nagapasa-403 Sumber : TNI AL  (VIVA Militer) KRI Nagapasa-403 Sumber : TNI AL (VIVA Militer)

BeritaTrans.com – Kepala Dinas Senjata dan Elektronika Angkatan Laut (Kadissenlekal) Laksamana Pertama TNI Teguh Prasetyo belum lama ini melakukan peninjauan secara khusus ke fasilitas latihan di Koarmada II, Surabaya, Jawa Timur.

Kedatangan Kadissenlekal Laksma TNI Teguh ke markas Satuan Kapal Selam TNI Angkatan Laut atau yang dikenal dengan sebutan pasukan Hiu Kencana itu untuk memastikan kesiapan tempur kapal selam TNI Angkatan Laut sebagai salah satu Alutsista yang memperkuat pertahanan perairan Indonesia.

Baca Juga:
Kapusjianstralitbang TNI Buka FGD Urgensi Revisi Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2004

"Kemampuan tempur kapal selam Alutsista TNI AL sebagai petarung bawah laut dengan dibekali teknologi modern yang handal perlu ditingkatkan," kata Laksma TNI Teguh Prasetyo dilansir dari keterangan resminya, Minggu, 21 Agustus 2022. 

Salah satu peningkatan kemampuan tempur kapal selam yang dilakukan oleh TNI Angkatan Laut, kata Laksma TNI Teguh,  melakukan pemenuhan kelengkapan peralatan Sewaco yaitu dengan pemasangan Torpedo Countermeasure System (TCMS) di KRI Nagapasa (NPS)-403. 

Baca Juga:
Survei: TNI Jadi Lembaga Negara yang Paling Dipercaya Masyarakat, Polri di Urutan Buncit

Sewaco TCMS memiliki kemampuan menembakkan amunisi jenis Mobile Acoustic Jammer (MAJ) dan Mobile Acoustic Decoy (MAD) yang berfungsi sebagai sarana pertahanan diri (self defence) dalam menghadapi serangan torpedo lawan. 

"Hal itu dilakukan karena Kapal Selam merupakan salah satu Alutsista TNI AL yang bernilai strategis dan memiliki efek deteren yang tinggi," ujarnya.

Baca Juga:
TNI AL Bersama Angkatan Laut Amerika Serikat Gelar Latma CARAT 2022

 

Kadissenlekal cek kemampuan tempur Satuan Kapal Selam TNI AL Photo : Dispenal

 

 Untuk diketahui, kedatangan Kadissenlekal di markas Satuan Kapal Selam Koarmada II TNI Angkatan Laut itu untuk mengetahui kemajuan secara kongkrit pemasangan TCMS di KRI NPS-403 sekaligus untuk memitigasi terhadap segala potensi permasalahan yang mungkin dihadapi dalam proses pemasangan tersebut.   Hal ini sejalan dengan Prioritas Kasal Laksamana TNI Yudo Margono untuk memodernisasi KRI, Pesawat Udara dan material tempur yang siap dioperasikan. 

Dalam kesempatan itu, Kadissenlekal juga sempat meninjau Submarine Training Center (STC) yang merupakan sarana pendukung pembinaan latihan dan operasional bagi pengawak kapal selam. 

STC terdiri dari berbagai simulator antara lain, Submarine Control Simulator (SCS), Submarine Control Team Trainer (SCTT), Submarine Sonar Simulator (SSS), dan Submarine Fire and Damage Control Trainer (SFDCT). 

Peninjauan tersebut, Kadissenlekal berharap dapat mengetahui dan memahami secara utuh kondisi teknis dan penggunaan dari simulator yang telah diadakan sekaligus menggali lebih dalam dan mendapatkan masukan dari satuan pemakai, dalam hal ini Satuan Kapal Selam (Satkalsel) Koarmada II guna penyempurnaan simulator di masa mendatang. 

Hal itu telah menjadi tugas dan tanggung jawab Dissenlekal selaku pembina teknis materiel senjata dan elektronika di lingkungan TNI AL sesuai dengan Peraturan Kasal Nomor 8 Tahun 2019 tentang Organisasi dan Prosedur Dissenlekal yang bertugas menyelenggarakan pembinaan materiel instrumen meliputi alat ukur elektronika, test bench, simulator/emulator dan alat instruksi/ alat penolong instruksi elektronika serta pembinaan materiel kesenjataan dan elektronika dalam rangka mendukung kesiapan teknis dan operasional Alutsista TNI Angkatan Laut.
(ny/Sumber:VIVA.co.id)