Pergeseran Jembatan Jalur Rel Kereta Api Trans Sulawesi Pakai Sistem Hidrolik

  • Oleh : Redaksi

Selasa, 23/Agu/2022 18:56 WIB
Proses pergeseran jembatan jalur rel Kereta Api Trans Sulawesi yang mulai dilakukan pada Rabu, (24/08/2022) malam, akan menggunakan metode sistem hidrolik. (Ist) Proses pergeseran jembatan jalur rel Kereta Api Trans Sulawesi yang mulai dilakukan pada Rabu, (24/08/2022) malam, akan menggunakan metode sistem hidrolik. (Ist)

MAROS (BeritaTrans.com) - Pergeseran jembatan jalur rel Kereta Api Trans Sulawesi yang mulai dilakukan pada Rabu (24/08/2022) malam, akan menggunakan metode sistem hidrolik.

Kepala Seksi Perawatan Balai Pengelola Kereta Api (BPKA) Sulawesi Selatan, Arief Sudiatmoko mengatakan, penggeseran rel kereta api ini akan menggunakan metode sistem hidrolik.

Baca Juga:
Sebanyak 496.700 Tiket Kereta Api Angkutan Mudik Lebaran Sudah Terjual Hingga Hari Ini

"Metode penggeseran ini menggunakan sistem hidrolik. Dengan cara mendorong pelan-pelan. Sekali mendorong akan menggeser sekitar 90 cm," jelasnya kepada wartawan Selasa, (23/08/2022).

Diketahui saat pergeseran jembatan rel kereta api ini dilakukan penutupan Jalan Trans Sulawesi yang menghubungkan antara Kabupaten Maros-Pangkep tepatnya di desa Maccini Baji, Kecamatan Lau. Penutupan jalan ini akan berlangsung sekira lima jam dimulai pada pukul 23.00-04.00 Wita, pada hari rabu malam 24 Agustus mendatang.

Baca Juga:
Layanan Penumpang Prioritas di Kereta Whoosh, KCIC Siagakan Petugas Pendamping hingga ke Stasiun Tujuan

Arief Sudiatmoko melanjutkan, untuk memperlancar proses penggeseran rel kereta api. BPKA menyediakan 3 alat hidrolik. Namun yang akan digunakan hanya dua alat sistem hidrolik. Dia menjelaskan, satu alat hidrolok ini mampu mendorong sekitar 350 ton.

"Itu sudah kami anggap cukup. Alat yang satu hanya digunakan disaat dibutuhkan saja," tegasnya.

Baca Juga:
Ditinggal Masinis, Kereta Api di India Melaju 70 Km Lewati Banyak Stasiun

Dia menambahkan, dengan hitungan tersebut, maka diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 4 jam untuk mendorong sebatang rel kereta api.

"Sebenarnya kita hanya membutuhkan waktu sekitar 3 jam setengah sampai 4 jam. Tapi kita juga membutuhkan persiapan dan istirahat, sehingga kita masukkan sekitar 5 jam," ujarnya.

Arief menambahkan, untuk lancarnya pelaksanaan pergeseran rel kereta api dan mengurai kemacetan, maka untuk kendaraan-kendaraan besar akan dihentikan.

"Sementara untuk kendaraan kecil dan roda dua, kami menyiapkan area lintasan di escape road di bawah jembatan yang akan kita geser ini. Jadi penutupan ini hanya khusus dilakukan bagi kendaraan berat saja," jelasnya.

PPK Pengembangan Perkeretaapian Maros Pangkep, Ari Wibowo menambahkan, selain area lintasan escape road, pihak BPKA juga menyediakan jalur alternatif. pihaknya memberikan kesempatan kepada pengendara roda dua dan mobil kecil untuk memilih jalur yang akan ditempuh.

Ari Wibowo menambahkan, untuk pelaksanaan penggeseran rel kereta api yang panjangnya sekitar 60 meter, pihaknya akan mengerahkan sekitar 60 orang tim.

"40 orang diantaranya merupakan tenaga pekerja,12 orang flag man, 2 orang kontraktor, 2 orang polisi, 2 orang DLLAJR dan 2 orang satpam," jelasnya.

Dia menjelaskan, penggeseran rel kereta api ini dimulai secara bertahap, dan akan dimulai dari arah Makassar. Setelah itu selesai, baru kembali akan dilakukan penggeseran dari arah Pangkep-Makassar.(fhm/sumber:sindonews)