Keindahan Pegunungan dan Pantai Bikin Sukses Desa Wisata Tepus Masuk 50 Besar ADWI 2022

  • Oleh : Naomy

Rabu, 31/Agu/2022 20:18 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno saat ikut dalam atraksi budaya Desa Wisata Tepus Menparekraf Sandiaga Uno saat ikut dalam atraksi budaya Desa Wisata Tepus

 

GUNUNG KIDUL (BeritaTrans.com) - Keindahan topografi berupa pegunungan yang berbatasan langsung dengan pantai membawa Desa Wisata Tepus di Kabupaten Gunung Kidul masuk dalam 50 besar desa wisata terbaik ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022.

Baca Juga:
Bangun Destinasi Wisata Baru Bakauheni Harbour City, ASDP Diapresiasi Kemenparekraf

Menparekraf Sandiaga saat Visitasi Desa Wisata Tepus, Gunung Kidul, Yogyakarta, Rabu (31/8/2022) menyatakan, bicara tentang Kabupaten Gunung Kidul tentu yang teringat adalah desa wisata terbaik dunia yaitu Nglanggeran. 

Namun tahun ini ada Desa Wisata tepus yang berhasil masuk dalam 50 besar ADWI.

Baca Juga:
Menparekraf Sebut "Sumarak Ramadhan 2024" Perkuat Ekosistem Pariwisata Halal di Sumbar

“Gunung Kidul terkenal dengan keindahan alam, di sini kita diajak merasakan sensasi desa wisata di pantai yaitu Desa Wisata Tepus. Salah satunya aktivitas susur pantai perawan yang merupakan hasil kolaborasi dengan komunitas Jeep," kata Menparekraf Sandiaga.  

Desa Wisata Tepus berjarak 70 kilometer dari Kota Yogyakarta. Di Kelurahan Tepus sendiri terdapat 12 pantai yang dapat dikunjungi oleh wisatawan. 

Baca Juga:
Kemenparekraf Bersama KAI dan Astindo Hadirkan "Bundling Paket Wisata Kereta Api"

Enam di antaranya dikenal dengan sebutan Pantai Perawan karena masih sepi dan belum diketahui banyak orang. 

Untuk mengunjungi pantai ini, wisatawan hanya dikenakan biaya retribusi sebesar Rp10.000.

Deburan ombak pantai selatan dengan pasir putih di sepanjang bibir pantai membuat wisatawan betah datang ke desa yang di branding dengan sebutan Dewi Kampus (Desa Wisata Kelurahan Madani Tepus). 

"Tidak hanya unggul dengan potensi wisata berbasis alam, Desa Wisata Tepus juga kaya akan daya tarik lainnya," tutur Sandiaga. 

Seperti kesenian dan budaya yang terus dipelihara seperti seni Jathilan, seni Ketoprak, Karawitan, Rasulan, Bersih Telaga, Kenduri, Kirim Dowa, Nglengani Pari, Pasang Gawar dan Larungan.

"Tapi tidak hanya keindahan alam. Budaya di sini juga menarik untuk ditampilkan ke masyarakat. Kami merasa desa wisata ini bisa berkembang dan naik kelas menyusul Desa Wisata Nglanggeran yang berdaya saing dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, selama tahun 2021 jumlah kunjungan ke desa wisata meningkat 30 persen. Hal ini diharapkan dapat mengangkat aktivitas pariwisata dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 

“Wisatawan datang tidak hanya lihat-lihat, tetapi juga membeli produk-produk UMKM yang dijajakan di desa wisata. Diharapkan terdapat penciptaan dan kebangkitan ekonomi,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut hadir mendampingi Menparekraf Sandiaga, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, Vinsensius Jemadu; serta Direktur Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf/Baparekraf, Indra Ni Tua. (omy)