Penumpang Masuk Stasiun Bekasi Ramai dan Terurai Cepat

  • Oleh : Fahmi

Senin, 05/Sep/2022 08:42 WIB
Suasana di Stasiun Bekasi, Senin (5/9/2022). Suasana di Stasiun Bekasi, Senin (5/9/2022).

BEKASI (BeritaTrans.com) - Penumpang KRL Commuterline saat memasuki Stasiun Bekasi tampak ramai dan mengalir pada Senin (29/8/2022) pagi. Hal itu juga dengan adanya dibukanya akses baru di sebelah utara stasiun.

Pada jalur baru penumpang juga diwajibkan menujukan sertifikat vaksin atau melakukan scan QR Aplikasi Peduli lindungi.

Baca Juga:
KAI Commuter Tegas Berpihak ke Korban dan Pelecehan Seksual sebagai Kejahatan Serius

Pantauan BeritaTrans.com dan Aksi.id hingga pukul 7.00 penumpang masuk mengalir langsung dan antrean terjadi hanya sesekali dan tidak berlangsung lama.

Petugas terlihat banyak yang berjaga untuk mengatur alur masuk dan keluar penumpang KRL. Penumpang turun juga ramai terlihat akan meninggalkan area stasiun.

Baca Juga:
Mantap! Volume Penumpang KRL Jabodetabek Dekati Angka 1,15 Juta Orang Per Hari

Karena ditambahkannya kapasitas penumpang Commuterline KRL dan dibukanya akses baru membuat antrean minim. Penumpang pun dapat merasakan masuk ke peron dengan cepat.

"Antrean nanti tetap ada, kita lihat dulu lah kondisinya bagaimana," ujar petugas yang berjaga.

Baca Juga:
Sistem IT KAI Commuter Implementasikan ISO 27001:2013, Seluruh Data Base Pengguna KRL Aman

Penumpang masuk terus mengalir tanpa penyekatan, sejumlah penumpang lanjut usia, ibu, hamil juga terlihat pada jalur masuk. Penumpang tersebut berjalan melewati tangga hingga selanjutnya melakukan tap tiket dan naik KRL. Alur masuk penumpang tidak henti-hentinya terus mengisi jalur masuk di stasiun. 

Terlihat mulai pukul 6.00, penumpang KRL merupakan pengguna harian atau langganan yang biasa memulai aktivitas dengan angkutan masal, begitu juga penumpang keluar.

Ketersediaan KRL saat ini di Stasiun Bekasi terus ada tanpa jeda yang lama. KRL ada yang telah memulai perjalanan dari arah Cikarang maupun arah Stasiun Transit Manggarai.

KAI Commuter Wajibkan Vaksinasi Kepada Seluruh Penumpang KRL Sesuai SE Kemenhub Terbaru

KAI Commuter mewajibkan seluruh penumpang telah melakukan vaksinasi sebagai syarat dalam menggunakan Commuterline. Syarat ini sesuai dengan Surat Edaran terbaru dari Kemenhub Nomor 84 Tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Perkeretaapian pada Masa Pandemi Covid-19 tanggal 26 Agustus 2022.

"Para pengguna Commuterline dan KA Lokal wajib menunjukan sertifikat vaksin melalui aplikasi PeduliLindungi atau menunjukkan sertifikat vaksin secara manual kepada petugas minimal dosis pertama," terang VP Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba, Ahad (28/8/2022). 

KAI Commuter dikatakan Anne, juga mewajibkan seluruh penggunanya menggunakan masker kain tiga lapis atau masker medis. Penggunaan masker ini harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku selama perjalanan kereta api dan selama berada di area stasiun. 

Dikatakan pula, penumpang yang dengan usia di bawah 6 tahun, diwajibkan melakukan perjalanan dengan pendamping yang telah memenuhi ketentuan vaksinasi dan pemeriksaan Covid-19 serta menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

Untuk diketahui, saat ini KAI Commuter tetap mengoperasikan 1.081 perjalanan commuterline tiap harinya mulai pukul 04.00 – 24.00 WIB dengan mengoperasikan sebanyak 95 rangkaian per harinya. 

Anne mengimbau untuk penumpang agar selalu rencanakan perjalanan dengan cermat. Gunakan aplikasi KRL Access untuk mendapatkan info jadwal perjalanan, kepadatan di stasiun, serta posisi Commuterline yang akan dinaiki secara real time. 

Persebaran pengguna Commuterline pada hari kerja juga terfokus pada jam-jam sibuk pagi yaitu pukul 05.30 – 07.30 WIB, dan sore mulai pukul 16.00 – 18.00 WIB. Untuk kenyamanan, pengguna Commuterline Jabodetabek dengan usia dibawah 6 tahun diimbau untuk melakukan perjalannya diluar jam-jam sibuk pagi dan sore hari.

"Para pengguna juga diimbau mencuci tangan sebelum dan sesudah naik Commuterline dengan memanfaatkan wastafel tambahan yang tersedia di seluruh stasiun serta tidak berbicara saat di dalam perjalanan," tambah Anne.(fhm)