Penumpang Keluhkan Harga Tiket Bus Ikutan Jadi Mahal

  • Oleh : Fahmi

Senin, 05/Sep/2022 17:42 WIB
Suasana di Terminal Bekasi, Senin (5/9/2022). Penumpang bus merasakan dampak kenaikan BBM yang membuat juga naikknya harga tiket bus ke sejumlah daerah. Suasana di Terminal Bekasi, Senin (5/9/2022). Penumpang bus merasakan dampak kenaikan BBM yang membuat juga naikknya harga tiket bus ke sejumlah daerah.

BEKASI (BeritaTrans.com) - Kenaikan harga tiket bus yang terjadi akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dikeluhkan masyarakat. Penumpang bus mengungkapman kenaikan ongkos yang terjadi sekarang, sangat tinggi.

"Saya berasalah kalau Rp50 ribu, terlalu tinggi juga itu naiknya. Kalau Rp5 ribu atau Rp10 ribu ya maklum kita," ujar salah satu penumpang bus hendak ke Padang, Iyon Kenedi saat ditemui di Terminal Bekasi, Senin (5/9/2022).

Baca Juga:
Sistem Transportasi Cerdas Jasa Marga Memperkuat Kebijakan Rekayasa Lalu Lintas Lebaran 2024

Iyon menceritakan dia hendak menuju Padang dan membeli tiket berbeda harga dari sebelumnya yang dia pernah beli. 

Dia mengatakan, membeli tiket untuk dua orang, harus mengeluarkan uang sampai Rp1 juta padahal sebelumnya lebih kurang dari itu.

Baca Juga:
Jalan Tol IKN Bakal Beroperasi Agustus 2024

"Saya mau berangkat ini berdua, sudah habis satu juta, kan terasa juga. Kalau dulu kan agak lumayan," ucap Iyon.

Penumpang lain yang sudah membeli tiket pada jauh-jauh hari juga terpaksa menambah lagi harga tiket yang sebelumnya dia beli. Hal itu dialami salah satu penumpang bus juga jurusan Payakumbuh.

Baca Juga:
Tol Bayung Lencir-Tempino-Jambi Bakal Rampung Awal 2025

"Saya sudah tanggal 20 (Agustus) beli tiket Rp450 ribu, sekarang naik lagi, terpaksa nambah lagi jadi Rp550 ribu," ucap Roni.

Roni juga merasa keberatan dengan kenaikan harga tiket bus yang terjadi. Dengan adanya peraturan yang sudah ditetapkan, dia terpaksa harus pulang ke Padang walaupun dengan harga tiket yang naik. 

"Dengan keadaan ekonomi begini sebenarnya berat. Tapi mau gimana lagi, kita harus beli tiket kalau enggak ya enggak pulang," keluh Roni.

Harga tiket bus antarkota antarprovinsi (AKAP) mengalami kenaikan paskadikanikinya oleh Pemerintah harga Bahan Bakar Minyak (BBM) pada Sabtu lalu. 

Di Terminal Bekasi, Jawa Barat pada Senin (5/9/2022) sejumlah agen mulai melakukan penyesuaian harga tiket, mulai naik dari Rp50 ribu sampai Rp100 ribu. 

Kenaikan harga tiket sudah terjadi sejak pada tanggal 4 Sepetember kemarin. Kenaikan harga tiket bus tersebut sudah ketentuan dari perusahaan dengan mempertimbangkan biaya operasional dan biaya lain yang juga ikut naik.

"Alhamudillah penumpang paham dengan adanya kenaikan ini. Kami juga sebagai agen enggak ada wewenang sih menaikkan, itu sudah dari atasan (ketentuan perusahaan) kita," kata salah satu agen bus jurusan Bekasi-Padang, Elda saat ditemui BeritaTrans.com dan Aksi.id di Terminal Bekasi, Senin. 

Kenaikan tiket terjadi pada bus jurusan berbagai jurusan, seperti Palembang, Medan, Lampung, Pagaralam hingga daerah yang ada di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang berangkat dari Terminal Induk Kota Bekasi.

Pantauan BeritaTrans.com dan Aksi.id di Terminal Bekasi, untuk bus jurusan Parahyangan atau Jawa Barat dan bus Kota tidak mengalami penyesuaian harga. Para agen masih menjual dengan harga normal. (fahmi)