Pengesahan Pengelolaan Bandara Dhoho Kediri, Target Operasi Oktober 2023

  • Oleh : Naomy

Rabu, 07/Sep/2022 12:49 WIB
Teken kerja sama pengelolaan Bandara Dhoho Kediri Teken kerja sama pengelolaan Bandara Dhoho Kediri


JAKARTA (BeritaTrans.com) - Pengesahan dan penetapan pengelola bandara Dhoho Kediri dilaksanakan di Jakarta hari ini (7/9/2022).

Plt Dirjen Perhubungan Udara Nur Isnin dan  Direktur Utama Badan Usaha Bandar Udara (BUBU) PT Surya Dhoho Investama menandatangi perjanjian kerja sama badan usaha (KPBU) disaksikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Baca Juga:
Menhub Sapa Jamaah Umroh di Bandara Kertajati

"Ini patut kita apresiasi peran swasta dalam membangun dan mengelola bandara, bekerjasama dengan PT Angkasa Pura I," ujarnya.

Pembangunan bandara Dhoho ini menelan anggaran hingga Rp6 triliun dan ditargetkN dapat beroperasi pada Oktober 2023.

Baca Juga:
Menhub Lepas 375 Jamaah Umroh dengan Lion Air dari Bandara Kertajati

Pembangunanya sendiri di lahan 300 hektar dengan tiga tahapan.

Tahap pertama selesai 2023 dengan target penumpang mencapai 1,6 juta per tahun pada 2042. Tahap dua selesai tahun 2043 dengan kapasitas penumpang capai 4,3 juta pada 2058. 

Baca Juga:
Pengaturan Penerbangan di Hari Puncak Kepulangan Delegasi G20 di Bali Berjalan Lancar

Terakhir tahap tiga ditargetkan selesai 2059 dengan kapasitas penumpang mencapai 10,4 juta di tahun 2072.

"Bandara ini nantinya memiliki panjang landasan 3.ooo meter sehingga bisa menahan beban pesawat berbadan lebar.

"Pesawat 777 bisa lewat sana sehingga bisa digunakan penerbangan internasional, termasuk haji. Nanti warga di sekitar Kediri, Jawa Timur, bisa dengan mudah ke Tanah Suci, tidak perlu lagi melalui Surabaya," ujar Menhub.

Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengemukakan, bandara ini menggunakan dana investasi dari PT Gudang Garam. 

"Ini momen bersejarah, karena saya ingat waktu itu pak Susilo (Presiden Direktur Gudang Garam) datang ke saya, bilang mau bikin lapangan terbang. Saya tertegun, lalu Pak Susilo bilang pokoknya semua uang dari saya, pemerintah tinggal beri izin," tuturnya bercerita.

Dia berharap, langkah ini bisa diikuti oleh swasta lain untuk berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia. (omy)