Cara Operator Bus Kurangi Angka Kecelakaan Lalu Lintas

  • Oleh : Redaksi

Sabtu, 24/Sep/2022 17:45 WIB
Foto:Ilustrasi Foto:Ilustrasi

JAKARTA (BeritaTrans.com) - Kecelakaan yang melibatkan bus memang kerap menimbulkan korban jiwa. Berbagai cara pun dilakukan operator untuk mengurangi angka kecelakaan tersebut.

Penyebab dari kecelakaan memang beragam, baik kesalahan teknis atau karena salah pengoperasian. Soal salah pengoperasian oleh pengemudi, ini yang bisa menjadi fokus untuk mengurangi kecelakaan bus.

Baca Juga:
Rayakan HUT ke-33, PO SAN Terapkan Tiket Bus Rp330.000 untuk Seluruh Rute Jarak Jauh

Seperti yang dijelaskan Anthony Steven Hambali, pemilik PO Sumber Alam, setiap operator seharusnya mengikuti aturan yang ditentukan dari Kementerian Perhubungan, yakni dengan memuat Sistem Manajemen Keselamatan (SMK).

"SMK itu kami memang dipandu juga oleh KNKT sehingga bagaimana meningkatkan kompetensi pengemudi," ucap Anthony kepada media di Jakarta, Selasa (20/9/2022).

Baca Juga:
Ini 5 PO Bus Asal NTB Jajal Trayek Pulau Jawa, Rute Panjang Armada Tangguh

SMK memang seharusnya dimiliki setiap operator, namun penerapannya kembali lagi ke perusahaan otobus (PO). Namun, selain menyiapkan SMK, ada juga faktor di luar bus yang bisa menyebabkan kecelakaan.

"Tapi kadang-kadang ada faktor luar, statistik 70 persen kecelakaan yang ada di indonesia melibatkan kendaraan roda dua, banyak sekali. Sedangkan bus dan truk, persentasenya kecil," ucap Anthony.

Baca Juga:
Keberangkatan Bus ALS dari Bekasi Mulai Ramai Pemudik

Walau angka kecelakaan kecil, bus biasanya punya tingkat fatalitas yang lebih tinggi. Mengingat dimensi bus yang besar serta bobotnya yang sampai puluhan ton jauh lebih mematikan di jalanan.

"Bus badannya gede, jadi kalau misalkan hukum fisika, itu sudah enggak bisa dilawan," ucapnya.

Untuk PO Sumber Alam yang dikelola Anthony, angka kecelakaan terus ditekan dan kini ada di bawah 0,5 persen. Kalaupun ada kecelakaan, itu juga ringan, tidak sampai menyebabkan korban jiwa.(fhm)